Seorang pria yang memakai t-shirt hitam dan celana denim menekan tombol password sebuah apartement. Pria itu masuk lantas duduk di sebuah sofa sebuah ruangan di apartement milik kekasihnya. Menyandarkan kepalanya di bantalan sofa. Memejamkan matanya sembari menghembuskan nafasnya secara kasar.

“Oppa…kau sudah datang??” tanya sebuah suara seorang gadis yang memakai sebuah dress polos selutut mengagetkan pria itu sehingga membuatnya menoleh lantas tersenyum. Gadis itu pun langsung duduk di samping kekasihnya itu.

“Apa yang terjadi??” tanya Choi Ye Ra sembari memandang lekat raut wajah Kim Jong Woon atau yang biasa dipanggil Yesung itu yang terlihat sangat kelelahan.

Bukannya menjawab pertanyaan kekasihnya itu, Yesung justru membaringkan dirinya di pangkuan Ye Ra. Melipat tangan di dadanya dan meluruskan kakinya.

“Biar, biarkan seperti ini. Hanya 5 menit saja…ah,tidak 3 menit saja. Ya, hanya 3 menit saja.” Ye Ra tersentak namun tak ayal untuk membiarkan kekasihnya itu tertidur di pangkuannya. Ye Ra tergelak ketika melihat kantung mata kekasihnya itu yang sedikit membengkak. Kemudian Ye Ra tersenyum dan membelai rambut Yesung.

“Selama yang kau mau, oppa…” mendengar itu Yesung tersenyum lantas mengubah posisinya. Melingkarkan tangannya di pinggang Ye Ra dan menyembunyikan wajahnya di perut Ye Ra. Membuat Ye Ra menahan nafasnya sejenak.

Ye Ra terus membelai rambut blonde Yesung. Terus tersenyum ketika melihat kemanjaan kekasihnya itu. Tersenyum mengerti akan keadaan kekasihnya itu. Tangannya terhenti saat merasakan tubuh Yesung sedikit gemetar dan mendengar isak tangis Yesung. Ye Ra mencoba melihat, tetapi Yesung justru mengeratkan lingkaran pinggangnya itu.

“Oppa  lelah…biarkan saja. Ini bukan tangisan…” dusta Yesung mencoba mereda kekhawatiran Ye Ra.

“Menangislah…jangan membohongi perasaanmu oppa…” ucapnya sembari terus mengusap rambut Yesung.

“Aku tidak menangis chagi…” ucap Yesung dengan suara sedikit parau.

“Kau tidak bisa membohongiku dengan suaramu yang parau itu…” Yesung menyerah. Ia bangun dan menyandarkan kepalanya di bahu Ye Ra.

“Bagaimana oppa bisa menangis jika dongsaeng-dongsaeng oppa juga menangis? Lalu siapa yang akan menguatkan mereka? Oppa lah yang tertua diantara mereka. Oppa tidak boleh menangis…” elak Yesung dengan suara yang semakin parau dan dibarengi isak tangis.

Ye Ra menghembuskan nafasnya mencoba menghibur kekasihnya itu. Bagaimanapun juga ia tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sebuah group yang harus ditinggal seorang pemimpin selama 2 tahun dan mereka selalu bersama selama bertahun-tahun siapa yang tidak sedih?

“Oppa, tangisan tidak akan membuatmu lemah di hadapan semua dongsaeng-mu itu. Tangisan adalah ekspresi setiap manusia oppa. Kau itu manusia bukan Tuhan, jadi wajar saja jika kau menangis. Tidak salah, oppa.. Aku tahu di sana kau menahan kuat air mata yang mungkin saja akan terjatuh sewaktu-waktu. Aku tahu itu dari senyum yang sangat berbeda hari ini saat kau mengantar Leeteuk oppa pergi wamil. Aku tahu itu, sebab kantung matamu itu tidak dapat membohongiku, kantung matamu terlihat bengkak. Apa kau menangis dalam diam?” mendengar ucapan kekasihnya itu, Yesung menoleh dan langsung memeluk Ye Ra.

“Menangislah hanya di hadapku jika kau tak ingin memperlihatkannya pada dongsaeng-mu. Aku ada untuk melengkapi dirimu. Untuk menemanimu dalam kondisi apapun,” ucap Ye Ra lembut. Padahal ia juga semalaman menangis mengenai kepergian leader Super Junior itu untuk wamil.

“Bodoh!! Seharusnya aku yang berkata seperti itu jika kau menangis!! Lihat, kau juga bukannya menangis, eoh? Matamu juga bengkak chagi…” protes Yesung sembari mengacak pelan rambut Ye Ra.

“Ish…hentikan oppa. Aku serius berkata seperti itu. Bukan berarti aku memandangmu lemah atau semacamnya. Kau ini…” ucap Ye Ra sembari merapikan tatanan rambutnya dan mempoutkan bibirnya. Yesung terkekeh geli. Setidaknya ia sudah merasa lebih lega setelah menumpahkan tangisnya walau ia mencoba sedikit berbohong.

“Gomawo chagi…” Ye Ra menoleh dan mengerutkan keningnya. Heran. Yesung menyeringai dan menyapu sekilas bibir Ye Ra membuat gadis itu mematung mencerna apa yang terjadi.

“Gomawo karena kau mau menjadi tempat bersandar oppa…” Ye Ra tersadar dan tersenyum ke arah Yesung. Menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipi Yesung.

“Sudah sewajarnya bukan? Kini bukan hanya pria saja yang menjadi tempat bersandar kekasihnya..wanita juga bisa berlaku seperti itu. Jadi jangan sungkan jika kau ingin menangis. Menangislah di hadapanku, curahkan keluhmu padaku…tetapi setelah itu tersenyumlah…Lagipula 2 tahun itu tidak lama, sangat cepat  malah. Dan ia akan baik-baik saja selama kita mendukungnya dan mendoakannya.” Yesung tersenyum dan meletakkan tangannya di kedua pipi Ye Ra. Membuat wajah gadis itu merona.

“Nde, oppa pasti akan tersenyum. Untukmu, untuk dongsaeng-dongsaeng oppa, untuk Clouds dan untuk ELF. Terutama untuk Leeteuk hyung yang menitipkan member Super Junior pada oppa…” Ye Ra tersenyum lantas ikut meletakkan kedua tangannya di kedua pipi Yesung. Menggerak-gerakkan kepala kekasihnya itu gemas. Dan tertawa ketika melihat Yesung cemberut. Ye Ra melepaskan tangannya di kedua pipi Yesung itu dan mengubah raut wajahnya. Menunduk. Mengetahui hal itu Yesung mengangkat dagu Ye Ra untuk melihat wajah Ye Ra.

“Kau kenapa chagi??” Ye Ra menggeleng. Lantas mencoba tersenyum.

“Aku tak apa…aku hanya ingin minta maaf pada Leeteuk oppa mengenai Siwon oppa yang tak bisa mengantarnya ke camp militer karena jadwal shooting-nya…sebagai adiknya aku sebenarnya ingin mewakili mengantar Teuk oppa ke camp militer, tapi…aku sendiri pun tidak kuat untuk tidak menangis di hadapannya.” Yesung tersenyum.

“Jikapun Siwon membatalkan jadwalnya, Teuk hyung pasti akan marah dan menyuruh Siwon untuk melanjutkan jadwalnya…jadi kau tenang saja chagi…Teuk hyung pasti akan mengerti, Lagipula sebelum Siwon pergi shooting, ia sudah bertemu dengan Leeteuk hyung dan memeluknya.” ucap Yesung sembari meraih Ye Ra ke dalam pelukannya dan melepaskannya kembali.

“Oppa akan ke dapur sebentar,” ucap Yesung sembari menarik pelan hidung Ye Ra. Ye Ra mengangguk mengerti.

Di dapur Yesung membuka kulkas dan mengambil air dingin lantas duduk di bar kecil yang ada di apartement tersebut. Mengambil ponselnya dan membuka twitter-nya lantas mengupload dua buah foto dirinya dengan Leeteuk. Foto pertama dimana ia dengan Leeteuk yang berada di sebuah pesawat dan foto kedua di mana ia dengan Leeteuk ketika di backstage. Dimana kedua foto tersebut memiliki persamaan. Yakni saling tersenyum. Dimple dan senyuman yang khas dari seorang Leeteuk.

 

 

독특 화이특특..

 

dok teuk hwai teuk teuk

 

Yesung menutup kembali twitter-nya tersebut dan menangis terisak sembari menundukkan kepalanya.

“Hyung, suatu saat nanti aku juga pasti akan menyusulmu. Maafkan jika nanti aku tak bisa menjaga semua dongsaeng kita…maafkan aku, tetapi aku akan berusaha menjaga mereka hyung. Aku tidak mempunyai hyung untuk sekarang, tetapi aku adalah hyung satu-satunya yang dimiliki mereka untuk saat ini. Aku akan menjaga mereka sesuai kemampuanku hyung…” ucapnya sembari terisak dan ia terus menangis sehingga tidak menyadari bahwa Ye Ra sejak tadi melihatnya dan menghampirinya.

“Uljimayo oppa…hiks..uljimayo…” ucap Ye Ra sembari memeluk Yesung dari belakang.

“Oppa pasti bisa menjaga mereka dengan baik. Uljimayo…” bukannya berhenti, Yesung justru terus semakin terisak.

“Mianhae…mianhae Ra-ya. Mianhae oppa menangis lagi…mianhae…” Yesung berbalik dan langsung memeluk Ye Ra yang berdiri di depannya.