Oppa…

Kenapa Tuhan menciptakanmu???

Kenapa Tuhan membiarkan takdirmu mengobrak-abrik hatiku???

Yesung oppa….

Aku… apa pantas jika aku berkata aku mencintaimu???

Apa itu terlalu semu??

5 bulan aku merasakan sakit karena cinta, sampai aku mengenalmu pun aku belum bisa menarik diriku dalam keterlukaan karena cinta itu.

Oppa…

Mianhae, jeongmal mianhae jika aku tidak peka…

Aku tidak peka pada perasaanku ini…

Oppa…

Ada yang bilang padaku kalau aku iri padanya…

Kau tahu?? Aku lebih baik dibilang labil, egois atau semacamnya daripada dibilang iri.

Kau tahu kata iri itu sungguh menyakitiku!!

Sepertinya lebih baik aku mundur saja daripada harus dibilang iri pada kemampuan orang lain.

Aku bukan orang yang seperti itu. Sungguh!!!

Oppa…

Dan kau tahu??

Kata itu membuatku menangis selama dua hari.

Selama itu pula penyakit sialan ini terus mengerogotiku.

Disaat aku sudah hidup tenang tanpa sakit sial ini.

Aku menangis oppa…

Menyedihkan bukan??

Lebih menyedihkan lagi aku dibilang iri karena aku tidak bisa mengekspresikan cintaku padamu.

Kenapa jika aku tidak bisa, aku merasakan sakit ini?? Merasakan peraasaan senang ini??

Aku memang tidak bisa bagaimana cara pengaplikasiannya.

Dia bisa dengan mudah melukiskan cintanya pada sebuah cerita…

Pada sebuah foto dan lain sebagainya.

Aku??

Butuh beberapa waktu untuk mengekspresikannya.

Aku bukan orang yang dengan mudah mengekspresikannya dengan berbagai cara.

Tetapi sungguh jika ada dirimu dihadapanku aku akan mengungkapkannya dengan tingkah yang nyata.

Payah kan oppa??

Menyedihkan bukan???

Alasan sebenarnya, aku ingin menamengi diriku untuk kemungkinan yang terburuk. Aku sadar kalau kau itu tidak bisa kujamah.

Oppa…

Pertama aku mengenal Super Junior itu…

Dari suaramu yang menggetaarkan hatiku.

Kemudian….

Dari mataku yang hanya terfokus pada sosok dirimu ketika sahabatku mengenalkan seluruh member.

Aku tertarik padamu…

Tuhan….

Apa yang sebenarnya kurasa padamu??

Sungguh banyak hal yang ingin aku tulis tentangmu

Tapi itu sulit..

Apa itu harus dibilang iri??

Aku tahu dengaan pasti kesalahanku.

Aku tahu itu…

Tapi, kenapa mereka tidak membiarkanku untuk menatanya sendiri??

Membiarkanku memperbaiki semuanya sendiri???

Ucapan mereka sungguh menyakitiku.

Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan mereka.

Dia…

Awalnya aku berpikir dia itu lemah…

Ya… lemah.

Aku bahkan sampai tidak tega untuk menyakitinya.

Anni..sebenarnya aku tidak bisa menyakiti siapapun.

Tapi entahlah kemarin aku juga tidak tahu aku siapa??

Setelah aku bisa mengontrol emosiku..

Aku bahkan sampai berucap lagi.

“Dia itu lebih rapuh daripada aku…

Biarkan aku yang merasakannya…(sakit ini)

Mungkin ini terbilang aku….”

 

Itu kalimat yang ingin aku tegaskan padanya.

Sungguh, aku tidak ingin dia merasakan sakit yang lebih daripada ini.

Aku menyayanginya…

Oppa…

Maafkan jika karena aku, CLOUDS-MU berkurang..

Aku ingin menghilang…

Menghilang darimu…

Ada seseorang yang berkata padaku

“Jangan membuat Clouds mengingat namamu sebagai fans yang tiddak baik..”

 

MENYAKITKAN oppa…

Obsesi?? Apa aku seperti itu??

Aku TIDAK SAYANG padamu!!! Aku HANYA OBSESI padamu!!!

Sumpah Demi Tuhan…

Kata-kata itu menamparku.

Aku tidak sekuat itu oppa…

Tapi aku juga tidak ingin membuat orang mengenalku karena kasihan padaku.

Aku tidak ingin dianggap lemah walau sebenarnya aku…

Mianhae oppa…

Jeongmal mianhae…

Aku mencoba berhenti di takdirku ini.

Aku ingin mencari takdirku yang lain.

Hahaha aku menulis ini sampai membuat basah tombol keyboard.

Saranghae Kim Jong Woon

Saranghae…

Jeongmalyo saranghanda… :’)