Tittle                                    : Lovely Day

 

Author                                : TurtleShfly

 

Twitter/FB                         : @Shfly_3421 / Nurul FatikhahSaranghaeJinyong

 

Blog                                       : http://ImELFChoiYera.wordpress.com

Genre                                  : AU! Gaje, romance

 

Lenght                                : OneShoot

 

Words                                 : 5,595

 

Cast                                     : Kim Yesung; Choi Yera

 

Support Cast                      : All Member Super Junior; Jung Hyun Jin; Jung Young Hwa; Jung Ill Woo; Family of Yesung

Disclaimer                          : FF ini milikku yang ke-6, All Cast milik Tuhan YME,  DAN KIM JONG WOON MILIK CHOI YERA, CHOI YERA MILIK KIM JONG WOON (sudah di daftarkan ke KUA)

 

Dedicated                              : My Oxygen Kim Jong Woon

 

 

 

Gwangjin, August 22nd, 2012

08.00 PM KST

 

 

Di sebuah rumah bergaya klasik terlihat seorang gadis berbalut gaun malam pendek  berwana putih dengan rambut sedikit disanggul membuatnya terlihat cantik ditambah lagi dengan pantulan cahaya lampu yang berada di ruangan itu. Yera – nama gadis itu – berjalan mondar-mandir tanpa arah di depan sebuah pintu di dalam rumahnya. Jari-jarinya diadu-adukan dan terkadang kuku-kuku tangannya tak jarang ia gigit. Raut wajahnya resah. Duduk dan berdiri lagi. Pandangannya ia arahkan keluar jendela. Menunggu. Mendesis kesal, tak ayal menghentakan kaki. Gadis itu marah, kesal dan khawatir menjadi satu. Menghembuskan napas kesal dan menatap bingkai yang terpasang rapi di ruang tamu itu. Foto pernikahannya dengan Kim Jong Woon atau lebih dikenal dengan Yesung Super Junior 6 bulan yang lalu.

“Jinjja!! Kim  Jong Woon!! Senang sekali kau membuatku khawatir??!!!” pekik Yera sembari mengetuk-ngetukkan tangannya di kaca bingkai itu.

1 jam yang lalu Yesung memberi kabar bahwa dirinya akan pulang cepat dari jadwalnya hanya ingin menemui Yera – istri tercintanya – dan berniat untuk makan malam bersama di sebuah restaurant.  Dan selama itu pula Yera terus menunggu kedatangan suaminya itu. Ia mengerti jika ada jadwal mendadak sehingga Yesung tidak bisa tepat waktu, tapi ini aneh. Yesung tak sekalipun memberi kabar apapun padanya dan itu membuat hatinya resah.

Gadis itu juga sempat menghubungi kakaknya – Choi Siwon Super Junior – untuk menanyakan keberadaan sang suami. Tetapi jawaban yang dilontarkan Siwon justru menambah kekhawatirannya. Siwon mengatakan kalau semenjak 1 jam yang lalu hyung-nya itu sudah pulang duluan.

——

Gwangjin, Star Café

August, 22nd 2012

09.00 PM KST

 

 

Yesung mengetuk-ngetukkan jari-jarinya di meja sembari menunggu gadis di hadapannya ini berbicara. Hatinya resah. Ini sudah 1 jam lamanya ia dan gadis itu duduk di sebuah meja café.

“Kalau tidak ada yang kau bicarakan, aku pergi!!” ujar Yesung tegas sembari berdiri. Gadis di depannya tetap diam dan bereaksi ketika Yesung berjalan meninggalkannya.

“Chakkaman!!” Yesung berhenti, tetapi tidak menoleh. Gadis tadi langsung memeluk Yesung dari belakang.

“Jangan tinggalkan aku lagi oppa…” gadis itu mulai terisak. Yesung memejamkan matanya dan melepaskan tangan gadis itu yang melingkar erat di pinggang Yesung.

“Mianhae, kisah kita telah usai. Dan kau tahu aku sudah mempunyai seorang istri yang sangat aku cintai. Kuharap kau mengerti, Hyun Jin-ah. Akan ada lelaki yang lebih baik dariku.” Hyun Jin – nama gadis itu – tetap bersikukuh memeluk Yesung. Yesung yang sudah merasa kalau perlakuannya menimbulkan pandangan negatif dari beberapa pengunjung yang lain memutar tubuhnya dan memegang bahu Hyun Jin.

“Lihat aku!!” perintah Yesung ketika melihat Hyun Jin yang menunduk.

“Haaahhhh,” lenguhnya panjang dan segera menarik tangan gadis itu mengajaknya keluar dari café tersebut.

***

 

 

 

“Apa yang kau inginkan??” Tanya Yesung tajam ketika mereka sampai di dalam mobil Yesung. Hyun Jin bergeming. Ia menggigit keras bibir bawahnya. Yesung sebal ketika melihat arloji-nya menunjuk pukul 10.00 PM.

“Pasti Yera menungguku!! Astagaa.. bahkan ini sudah hampir 2 jam!!!” gumamnya, tetapi tetap fokus pada gadis di sampingnya.

“Akan aku antarkan kau pulang.” Yesung segera menstarter mobilnya menuju kediaman Jung Hyun Jin, wanita yang pernah singgah di hatinya 5 tahun yang lalu. Dan mereka menyudahi hubungan mereka ketika Hyun Jin tidak sanggup lagi menjadi seorang kekasih dari salah satu member boyband terkenal seperti Super Junior padahal jelas-jelas gadis itu berada di lingkungan keluarga yang berkecimpung di dunia hiburan. Sang kakak Jung Ill Woo dan Jung Yong Hwa adalah seorang actor dan vokalis dari group band CN Blue yang sama terkenalnya dengan Super Junior.

Yesung yang saat itu dilanda patah hati mampu melupakan cintanya itu ketika berkenalan dengan sosok dongsaeng dari Choi Siwon. Sosok yang keras kepala, manja, cuek, tetapi sering heboh dan bisa menjadi sangat pendiam. Berbanding 180◦ dengan sifat Siwon. Dan sosok itu yang membuatnya bertekuk lutut dan mencintainya dengan sepenuh hati sehingga dengan sendirinya sosok Hyun Jin pudar di hatinya. Kebisuan Hyun Jin semakin menambah kekesalan pada diri Yesung.

“Benar, tak ada yang ingin kau bicarakan?? Aku akan menghubungi oppa-mu agar ia mau menjemputmu. Aku tidak ingin jika is– “

“Jika istrimu marah, huh?? Istri?? Seharusnya aku yang menjadi istrimu!! Bukan gadis itu!!” pekik Hyun Jin membuat Yesung tergelak karena ini pertama kalinya ia melihat Hyun Jin seperti ini. Dalam setiap katanya seperti terlukis kebencian pada Yera.

“Jika yang kau maksud Choi Yera, apa dirimu sendiri sudah pantas menjadi seorang istri??” Hyun Jin menatap nanar Yesung. Perkataan pria itu membuat hatinya teriris. Ia tahu betul kalau keputusannya 5 tahun yang lalu adalah keputusan yang sangat bodoh.

“Maafkan atas keputusanku 5 tahun yang lalu.” Yesung tersenyum kecut.

“Aku sudah memaafkanmu sejak dulu. Kalau itu yang kau khawatirkan, kau tak perlu pikirkan. Aku sudah mengirim pesan pada Ill Woo untuk menjemputmu. Atau bahkan yang datang menjemputmu Yong Hwa. Aku akan menemanimu di sini sampai mereka datang,” ucapnya datar ketika menghentikan laju mobilnya di sebuah halte. Selang beberapa menit sebuah Porsche hitam  mendekati mereka. Keluarlah seorang pria berbadan cukup sedang memakai t-shirt berwarna orange dengan penyamaran lengkap mengingat pria itu termasuk salah satu actor ternama di Korea.

“Hyun Jin-ah..” sapa Ill Woo membuat mereka berbarengan menoleh pada Ill Woo.

“Annyeong haseyo, hyung..” sapa Ill Woo pada Yesung sembari membungkukkan badannya. Yesung pun membalas sapaan Ill Woo dengan senyuman.

“Baiklah Hyun Jin-ah.. oppa-mu sudah datang menjemputmu, jadi aku harus pulang.” Hyun Jin tetap membisu dan semakin mendalam menunduk. Ill Woo yang tidak tahu apa-apa – di luar-konteks-mereka-sudah-putus – menatap dua orang di depannya ini dengan pandangan tidak mengerti. Ingin sekali ia bertanya apa yang terjadi pada dongsaeng kesayangannya ini, namun logika dan hatinya mensugestikan pada anggota tubuhnya untuk tetap diam.

Selepas kepergian Yesung, Hyun Jin terkulai lemas dan jatuh terduduk dengan deraian air mata. Ill Woo yang ada di samping gadis itu ikut berlutut dan segera menenggelamkan wajah Hyun Jin ke dada bidangnya. Kejadian itu rupanya masih tetap dilihat oleh Yesung dari kaca spion mobilnya.

“Mianhae Hyun Jin-ah.. tapi benar, cinta ini sudah tak ada lagi untukmu,” ujar Yesung sembari mempercepat laju mobilnya.

——

 

 

 

Yera yang lelah menunggu Yesung tanpa ia sadari matanya telah terpejam dan ia tertidur dengan memaanfaatkan tangannya untuk menyangga keplanya. Gadis itu tertidur di depan pintu rumahnya. 2 jam yang lalu gadis itu memutuskan untuk menunggu Yesung di depan pintu yang terhubung dengan pagar rumahnya. Yesung yang telah sampai di rumahnya terhenyak melihat penantian istrinya itu. Dengan hati-hati ia mendekati Yera, menggendong tubuh kecil itu dan membuka pintu rumahnya dengan kaki kanannya pelan agar ia tidak membuat Yera terbangun.

“Mianhae chagi-ya,” gumam Yesung setengah berbisik dan berjalan menuju kamar mereka yang terletak di lantai 2. Sesampainya di kamar yang bernuansa biru muda di tiap dinding kamarnya terpasang foto-foto dirinya dengan Yera sejak pertama bertemu, berpacaran sampai kehidupan rumah tangga 6 bulan yang lalu dengan zig-zag. Yesung meletakkan tubuh istrinya pelan-pelan dan berhenti sejenak saat menarik tangannya yang tertindih tubuh istrinya itu tatkala Yera menggeliat lantas menyelimuti sampai leher ketika sukses menarik tangannya tersebut. Yesung duduk sejenak di samping Yera. Menatap intens pahatan Tuhan yang paling indah pada wajah Yera. Oh… adakah kata selain kata indah untuk mengungkapkan perasaan Yesung saat ini?? Tangan Yesung terulur untuk menyibakkan poni istrinya lantas beranjak menuju lemari. Mengganti pakaiannya dengan piyama dan sekaligus mengambilkan piyama Yera untuk dipakaikannya pada gadis itu.

“Yeobo, kau sudah pulang??” Tanya Yera dengan suara sedikit parau sembari mengerjap-ngerjapkan matanya. Yesung yang sedang memakai piyamanya tersentak dan langsung menoleh pada istrinya.

“Kau kenapa bangun chagi??” Yesung menghampiri Yera dan membelai rambutnya.

“Kau sudah makan??” Yera tidak mengindahkan pertanyaan Yesung dan berbalik bertanya pada suaminya itu. Yesung menggeleng sembari tersenyum berusaha mengatakan pada Yera kalau ‘sudah, kembalilah tidur’.

“Akan kubuatkan makanan.” Yera menyibakkan selimutnya. Berdiri dan berjalan dengan sedikit sempoyongan. Sedikit terlupa kekesalan dan kekhawatirannya tentang keadaan dan ketiada kabar dari Yesung atau mungkin karena alam bawah sadarnya mengontrol emosinya agar tidak meledak. Yesung yang sudah hafal kebiasaan Yera terkikik geli. Dipastikan jika Yera sudah sadar sepenuhnya ia akan mendapat berbagai amukan dari istrinya itu.

 

 

——-

 

 

 

Yera menatap tajam pria di hadapannya yang sedang dengan santainya memakan kimchi. Seolah tidak ingin terburu-buru untuk menghabisakan tiap gigitan kenikmatan makanan itu.

“Kau sudah makan??” Tanya Yesung mencoba mencairkan emosi Yera.

“Tidak bernapsu untuk makan!!! Tapi sedang bernapsu untuk makan orang!!!” ujar Yera dengan nada ketus dan Yesung hanya mengangguk, membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘O’. Yera mendecak sebal. “bukannya minta maaf dan membujukku untuk makan. Ck!! Malah tidak memperdulikanku!!” batin Yera sebal.

“Jawab pertanyaanku Tuan Kim!! Kau kemana saja, huh?? Kenapa tidak memberiku kabar sama sekali?? Jikalaupun kau terlambat pulang dan ponselmu mati, setidaknya kau meminta Siwon oppa untuk meberitahuku kalau KAU BAIK-BAIK SAJA DAN JANGAN MENGKHAWATIRKANKU!!! Aku sangat mengkhawatirkanmu bodoh!! Tidak bisakah kau sekali saja membuat hatiku tidak mengkhawatirkanmu?? Aku menunggumu 2 jam!! Dan kau tahu bukan kalau aku tidak suka menunggu, tetapi demi suami tercintaku aku dengan sabar menunggumu!! Menunggumu di malam yang dingin ini!! Aku bukannya pamer padamu, tapi..arghh..kau menyebalkan!!!” cerocos Yera tanpa jeda dan hanya menarik satu kali napas. Yesung menatapnya tanpa ekspresi, tetapi jauh di libik hatinya ia merasa bersalah sangat bersalah membiarkan istrinya menunggu sedangkan dirinya menemui mantan kekasihnya tanpa memberitahukan terlebih dahulu pada Yera.

“Kau?? Sudah mengamuknya??” Yera terdiam. Ia tahu betul jika Yesung sudah berbicara seperti itu..itu tandanya kalau ia sangat lelah dan marah.

“Tadinya jika kau tidak mengamuk, oppa akan memberitahu satu hal yang penting.” Yera membulatkan matanya. Penasaran.

“Ahh…. Sebaiknya aku memberitahumu jika kau sudah tenang!!” ujarnya sembari beranak dan pergi ke wastafel hendak mencuci piringnya. Yera melongo, namun tak ayal mengekori Yesung dan merebut piring yang ada di tangan Yesung.

“Biar aku saja,” ujarnya lembut. Yesung tersenyum tipis. Inilah istrinya yang dengan cepat mengubah mood-nya.

“Kau istrihatlah. Kau lelah bukan??” Yera memegang dada Yesung ketika ia sudah mencuci piring. Yesung terenyuh. Ia teringat saat di mana dirinya bertemu dengan Hyun Jin di belakang Yera. Bukankah itu termasuk cirri-ciri dari selingkuh?? Yesung lantas memeluk Yera dan berbisik padanya.

“Mianhae…” Yera mengernyitkan dahinya namun tak urung untuk menganggukan kepalanya.

 

 

———–

 

 

Yera mengerjap-ngerjapkan matanya ketika merasakan pantulan cahaya matahari merasuki kamarnya. Ia menggeliatkan tubuhnya sebentar kemudian menatap lembut wajah sang suami yang masih tertidur pulas. Yera mengulurkan tangannya mencoba membelai pipi tirus suaminya itu, namun berhenti di udara ketika otak jahilnya bekerja. Dengan sangat hati-hati ia menyibakkan slimut dan turun dari bed-nya, berjalan beberapalangkah menuju sebuah meja dan membuka laci meja tersebut. Yera menyeringai manakala ia melihat sebuah benda yang ia cari. Sebuah camera digital. Ia pun kembalike samping Yesung. Tersenyum licik dan ia arahkan kamera tersebut tepat di hadapan Yesung.

“Jika Jong Jin tidak bisa membalaskan dendamnya padamu karena kau telah meng-upload foto dirinya ketika tertidur, maka aku yang akan merealisasikan dendam Jong Jin,” Yera terkikik geli dan hampir menekan tombol sampai sebuah tangan menariknya sehingga ia menindih Yesung.

“Apa yang kau lakukan, chagi.. eumh??” Tanya Yesung dengan mata masih sedikit terpejam. Yera mendengus karena usahanya masih saja gagal. Usaha yang entah sudah keberapa kalinya setelah mereka menikah. Entah ilmu apa yang dimiliki Yesung karena selalu tahu usahanya itu. Padahal jelas-jelas ia sengaja melakukan itu dengan rentang waktu yang tidak cukup sering.

“Menyebalkan!!” gerutu Yera sembari menarik dirinya dari tubuh Yesung. Merasa seperti itu, Yesung mengeratkan tangannya memeluk pinggang Yera. Membuat istrinya itu tidak bisa berkutik. Yera menggigit bibir bawahnya menahan degupan jantung yang berdetak kencang. Merutuki kadar ketampanan Yesung yang semakin hari semakin bertambah. Sehingga ia tidak tahu lagi bagaimana mensiasati dirinya ketika menemukan kejadian seperti ini.

“Kurasa aku sendiri satu-satunya istri yang jantungnya terus-terusan berdegup kencang ketika berhadapan dengan suaminya dengan jarak dekat seperti ini,” batin Yera merutuki dirinya sendiri. Yesung membuka matanya dan tersenyum menggoda padaYera membuat jantung Yera merosot. Ia bersumpah jika ada tempat untuk bisa mengganti jantungnya, ia akan mengganti jantungnya sekarang juga yang mungkin telah rusak karena setiap hari terus mendapatkan senyuman lembut, hangat dari Yesung tanpa terduga sebelumnya.

Menahan sepersekian detik napas  saat mendapatkan perhatian-perhatian dan perlakuan manis yang tidak seorang pun tahu seperti apa dari Yesung. Sungguh ia sendiri juga merutuki kerja anggota tubuhnya yang seolah tidak mendengarkan logikanya sehingga tanpa ia sadari ia memejamkan matanya ketika Yesung menarik dalam tengkuknya.

“Apa yang kau pikirkan Nyonya Choi??” bisik Yesung lembut sembari menghembuskan napasnya di telinga Year lantas mengerling mempermainkan. Merasa dirinya dipermainkan lagi oleh Yesung, Yera memelotot pada suaminya itu hendak memarahinya sampai Yesung membekap mulut Yera dengan bibirnya. Menciumnya sekilas.

“Morning kiss….” Ujar Yesung sembari beringsut ke kamar mandi memanfaatkan peluang ketika Yera yang masih mematung. Ia tahu jika dirinya masih berada di situ kemungkinan besar Yera akan menjambak rambutnya kesal.

“YAK!!! Kim Jong Woon!! Awas saja kau!!” pekik Yera ketika sudah tersadar membuat Yesung tertawa.

“Kau mematung sekitar 1 menit Nyonya Choi!! Ckckk!! Lama sekali tersadar oleh pesona seorang Kim Jong Woon!!” ucapnya dengan nada percaya diri. Yera mendesis sebal.

 

 

——–

 

 

“Apa yang ingin kau beritahukan padaku, yeobo…” ujar Yera sembari menyiapkan beberapa helai pakaian untuk Yesung yang sedang mengeringkan rambutnya. Yesung berhenti sejenak kemudian melanjutkan kembali kegiatannya tadi yang sempat tertunda.

“Tidak ada…” dustanya dengan nada dibuat sewajar mungkin. Yera merenggut dan melempar kasar kaus hitam kepada Yesung.

“Aku akan menyiapkan sarapan untukmu!!” dengusnya sembari berlalu ke dapur. Yesung tersenyum getir. “mianhae.. bukannya tidak ingin memberitahumu, tetapi waktunya belum tepat.”

 

 

 

***

 

 

Yera memperhatikan dengan penuh senyuman ketika Yesung memakan masakannya dengan lahap. Yesung yang tahu dirinya diperhatikan menghentikan suapannya dan menatap lekat pada sang istri. Seolah dari tatapannya berbicara ‘ada apa kau menatapku seperti itu??’ Yera hanya nyengir kuda.

“Hari ini oppa pulang cepat atau tidak??” Tanya Yera dengan maksud hati agar Yesung mengganti rencananya yang tadi malam tertunda bisa terealisasikan sekarang. Yesung bergeming sembari melihat arloji-nya.

“Kurasa oppa akan pulang cepat, waeyo??” Yera melongo dengan kata ‘kenapa’ yang dilontarkan Yesung dengan nada datar. Harapannya seolah musnah tanpa bekas. Yera tersenyum kecut lantas menggelengkan kepalanya sampai mereka mendengar sebuah bel dari pagar rumahnya. Yera dan Yesung sama-sama terkesiap dan saling melempar pandangan.

“Siapa yang bertamu pagi-pagi seperti ini?” pikir mereka berdua namun tak ayal bagi Yera untuk menuju ke pintu, menekan tombol guna membukakannya pintu. Setelah dikira sudah terbuka gadis itu langsung masuk tanpa melihat sekalipun pada sosok Yera, ia tetap masuk dan langsung berhambur ke pelukan Yesung yang saat itu sedang berjalan menuju kamarnya. Yera tersentak. Tenggorokannya tercekat. Tangan kanannya menutup mulutnya yang menganga. Hatinya mendesir panas melihat pemandangan di depannya itu. Pandangannya kabur karena air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk matanya. Siapa yang tidak merasakan perih saat suaminya dipeluk oleh wanita lain di hadapannya sendiri?? Dan sang suami pun tak bereaksi sedikitpun!! Yera menahan napasnya mencoba menekan gemuruh emosi yang bertalu kencang di dadanya. Hatinya benar-benar tercabik.

“Yesung oppaa….” Panggil seorang gadis yang memakai setelan jeans dan sebuah tank top berwarna putih dirangkap sebuah cardigan berwarna ungu dipadu dengan high heels tinggi 5cm. Gadis itu nampak cantik dengan rambut yang diikat kuncir kuda sehingga menampilkan lehernya yang berwarna putih. Yesung yang tahu suara itu segera melepaskan cengkraman tangan Hyun Jin dari pinggangnya. Memutar tubuhnya, menatap tajam pada Hyun Jin dan beralih menatap lirih pada Yera berusaha memberitahukan dari tatapan itu kalau tidak ada hubungan apa-apa dengan gadis yang bernama Hyun Jin itu. Yera tidak kuat lagi ketika melihat Hyun Jin yang ia sendiri tahu siapa gadis itu sedang bergelayut manja di lengan Yesung.

Yera tahu siapa Hyun Jin karena saat sebelum Yesung menjadikannya kekasih, Yesung menceritakan semua kisah cintanya dengan Hyun Jin. Bermaksud agar tidak ada kebohongan diantara mereka. Yera berlari ke kamarnya dan terhenti manakala ucapan Hyun Jin membuatnya seperti tersambar petir.

“Oppa… kenapa kau meninggalkanku begitu saja tadi malam??” rengek Hyun Jin sembari menekankan kata ‘tadi malam’ dengan sengaja agar Yera mendengarnya. Yesung sendiri langsung menghempaskan tangan Hyun Jin dan berlari menyusul Yera yang semakin cepat berlari menaiki tangga dengan deraian air mata. Merasa usahanya berhasil, Hyun Jin tersenyum menyeringai dan langsung pergi meninggalkan rumah itu.

 

 

 

***

 

 

“Apa yang kau lakukan, huh??” Tanya Yesung dengan nada kesal ketika sampai di kamarnya dan mendapati sang istri tengah mengemasi barang-barangnya di sebuah kopor berwarna biru. Yera diam. Mengacuhkan semua ucapan dan pandangan tajam Yesung. Yesung geram. Ia mengeluarkan kembali pakaian Yera dan melemparnya ke sembarang arah. Mencengkram kuat behu istrinya itu. Memaksa Yera agar mau membalas tatapan dirinya. Yera pun menurutinya dan menatap dengan tatapan marah bercampur kecewa juga terluka.

“Aku akan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya…” lirih Yesung dan melonggarkan cengkramannya. Yera menggeleng keras dan menghempaskan tangan Yesung. Sungguh ia merasa terkhianati oleh suaminya sendiri.

“Apa yang kau jelaskan, huh?!! Sudah jelas bukan tadi malam kalian berdua bertemu dan KAU TIDAK MEMBERITAHUKU!!! KAU ANGGAP AKU APA, HUH??!! SEORANG ISTRI YANG CUMA SEBAGAI STATUS SAJA??!! LEBIH BAIK KAU CERAIKAN AKU SAJA DAN KEMBALI PADANYA!!!” pekik Yera histeris dan mendudukkan dirinya dengan kasar.

“CHOI YERA SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU WALAU KAU SENDIRI YANG MEMINTANYA!! AKU TETAP AKAN MENGIKATMU DALAM HATI INI!!! AKU MENCINTAIMU!!!” pekik Yesung dengan suara tak kalah keras. Yera menatap sinis wajah Yesung. Berdiri.

“Kau bilang apa?? Kau mencintaiku?? Cinta?? Jika kau mencintaiku tak seharusnya kau membohongiku!! Tak seharusnya kau mengkhianati ikatan suci ini!!!” ujarnya lembut yang justru terdengar sangat menusuk hati Yesung sembari mengelus pipi Yesung.

“Nyatanya apa?!! KAU BERSELINGKUH DENGANNYA KIM JONG WOON-ssi!!!” pekiknya sembari berlari dan menggebrak pintu kamarnya. Ia pergi tanpa membawa apa-apa. Ia pergi dengan rasa marah dan dengan deraian air mata. Ia pergi meninggalkan Yesung. Ia pergi meninggalkan cintanya yang menyalahkan dirinya sendiri. Ia pergi tanpa memaafkan suaminya. Yesung menatap lirih kepergian Yera dan menangis dalam diam.

 

 

———

 

 

Gwangjin-gu, Seoul

 August, 23rd 2012

11.00 PM KST

 

Yesung menatap gusar jam dinding di rumahnya. Sejak kejadian tadi pagi Yera tidak menghubunginya sama sekali sampai sekarang. Ia bahkan sudah mencari kemanapun istrinya itu. Ia yakin ada satu tempat yang belum ia datangi untuk mencari Yera. Rumah kediaman keluarga Choi. Rumah milik kedua orang tua Yera. Wajahnya yang sudah tirus menjadi lebih tirus karena sejak kepergian istrinya itu, tak ada satupun hasrat untuk makan.

“Aish!! Haruskah kau kabur ke rumah orang tuamu?? Tidak bisakah kita menyelesaikan masalah ini berdua saja??” gerutu Yesung,  namun tetap bergegas menuju parkiran mobilnya. Menstarter dan melaju cepat menuju kawasan Gangnam. Fokus Yesung terpecah manakala ponselnya berbunyi menandakan satu panggilan. Pria itu pun segera merogoh ponselnya yang ada di tas ransel yang tergeletak di samping kursi kemudi. Dapat. Yesung menatap kesal nama yang terpampang di ponselnya itu. Jung Hyun Jin. Lama Yesung menimbang dan akhirnya mengangkat sambungan telepon itu. Yesung tercekat saat suara di seberang sana yang ternyata Young Hwa memberitahukan sesuatu yang buruk padanya.

Hati Yesung semakin gusar. Ia memutuskan untuk menghubungi Siwon, memintanya untuk membantu mencari Yera. Dan yeah mau tidak mau menceritakan masalah yang terjadi. Masalah yang tak ingin seorang pun tahu termasuk keluarga sendiri. Ia berprinsip jika sudah berumah tangga dan melewati masalah, ia tak ingin menceritakan kepada siapapun, biarlah ia sendiri yang menyelesaikannya. Sendiri. Tetapi sekarang Yesung tidak ingin terpaku pada prinsip saja, tidak ingin mempertahankan prinsip dan egonya itu. yang terpenting baginya sekarang keselamatan jiwa Yera. Ia tak ingin kehilangan istri yang sangat ia cintai untuk selamanya.

Napas Yesung tertahan ketika bayangan-bayangan buruk menghinggap di otaknya. Bayangan yang merangkap dengan kenangan-kenangan indah bersama Yera. Yesung semakin kalut, dengan kuat ia menginjak pedal gas dan kembali terpecah manakala ponselnya kembali berbunyi. Kali ini nama Siwon yang terpampang di layar ponselnya. Dengan segera ia mengangkatnya dan menjauhkan ponselnya itu dari telinganya. Siwon berteriak memakinya. Hal yang tidak pernah Siwon lakukan jika tidak menyangkut keselamatan dongsaeng-nya itu. terakhir kali Siwon hampir memukulnya sewaktu Yera hampir tertabrak saat hendak menyebrang menemui dirinya-yang-sebenarnya-menyuruh-gadis-itu-untuk-menunggunya-saja. Tetapi karena watak keras kepala gadis itu, ia memaksakan dirinya yang menemui Yesung.

“Bisakah kau tidak berteriak Siwon-ah??” gerutu Yesung yang tidak membuat Siwon di seberang sana bungkam untuk berteriak.

“…”

“MWOYA?!!” Yesung reflek menginjak pedal rem tanpa menepikan mobilnya sehingga membuat kekacauan di jalanan yang hampir lengang itu. Yesung memutuskan sambungan telepon itu dan semikn melajukan cepat mobilnya di atas rata-rata. Kembali ke dorm terlebih dahulu sesuai perintah Siwon.

 

 

 

***

 

 

The Star City Apartement, Tower C, 12th Floor, Han River, 227-7 Jayang Dong, Gwangjin-gu, Seoul

 August, 23rd 2012

11.15 PM KST

 

“Apa yang kau lakukan padanya hyung??” geram Siwon sembari mencengkram baju yang dipakai Yesung ketika tahu Yesung sudah ada di dorm. Leeteuk sebagai hyung tertua mencoba melerai mereka dengan bantuan Sungmin, Eunhyuk dan Donghae. Yesung bergeming. Mendudukan kepalanya.

“Tatap aku hyung!!!” Siwon semakin emosi dan mencoba melayangkan pukulan ke arah Yesung namun ditepis oleh Sungmin yang memang mempunyai keahlian bela diri. Ketegangan yang tercipta membuat wajah para member mau tidak mau mensiratkan ke khawatiran atas apa yang akan terjadi. Ryeowook bahkan sudah tak tahan lagi melihat wajah hyung kesayangannya itu yang muram, kacau, sedih dan menyesal sangat dalam.

“Aku tidak melakukan apa-apa padanya Siwon-ah,” lirihnya sembari terduduk di sofa. Siwon semakin marah dengan Yesung. Bagi Siwon, Yesung seperti tidak menyesal karena tindakannya.

“Mwo?!! Tidak melakukan apa-apa kau bilang?? Lalu maksud pertemuanmu dengan Hyun Jin itu apa, huh??!! Dan kau membohongi adikku hyung!! Adik yang sangat kucintai!!!” ucapan Siwon barusan membuat wajah para member menoleh ke arah Yesung bersamaan. Mereka terkejut dengan nama Hyun Jin. Yeah, mereka sangat tahu cerita cinnta Yesung dan Hyun Jin, jadi tidak heran jika mereka terkejut jika Yesung dan Hyun Jin bertemu. Untuk kali ini mereka sepakat kalau Yesung lah yang salah. Yesung menemui Hyun Jin dan berbohong pada Yera di mana status Yesung adalah sudah beristri. 

“Aku…aku…”

“Kau tahu karena ulahmu, Yera tidak sekalipun mau menyentuh makanannya. Ia terus-terusan menangis di kamarnya. Mengurung diri seharian!!!” Siwon menyela ucapan Yesung sembari kembali mencengkram keraah baju Yesung.

“CUKUP!!!” bentak Heechul. Heechul yang sejak tadi mencoba bersabar dan menahan emosinya tidak tahan lagi ketika mendengar perdebatan antara kedua dongsaeng-nya itu. Pria berwajah tampan dan cantik dalam satu waktu itu menggebrak meja di depannya membuat para member tak terkecuali Yesung dan Siwon menoleh takut-takut ke arahnya. Mereka tahu jika Heechul sudah bersikap seperti ini berarti sudah mengganggu kenyamanan Heechul.

“Apa dengan bertengkar kalian bisa menemukan Yera???” Tanya Heechul menurunkan nada ucapannya, tetapi tidak mengurangi ketegasannya.  Tepat setelah Heechul berbicara seperti itu, ponsel Yesung berbunyi dan kali ini nama yang terpampang membuatnya tertegun dan menatap satu per satu wajah para member.

“Yera…” lirihnya dan segera mengangkat sambungan telepon itu.

“Yeobseyo.. Ra-ya.. neo eodisseo?? Cepat pulang chagi…. Oppa merindukanmu…” ucap Yesung tanpa memberikan celah pada seseorang di seberang telepon untuk berbicara.

“Ckckck… sungguh romantis…” ujar suara seorang gadis yang membuat rahang Yesung tercekat. Mengubah air mukanya dan memberikan tanda tanya besar dari para member.

“Hyu…Hyun..Jin!!!” Para member kompak membelalakan matanya. Hyun Jin hanya tertawa renyah menanggapi kekagetan Yesung. Yesung tersentak ketika mendengar samar-samar suara teriakan ketakutan Yera. Ingatannya kembali mengulang apa yang dikatakan Young Hwa padanya.

‘Hyung..Hyun Jin menghilang tanpa kabar apapun! Kamarnya kacau dan sepertinya ia membawa pistol koleksi milik Ill Woo hyung. Hyung eottokhae?? Di kamarnya penuh foto seorang gadis dengan ciri-ciri rambut hitam panjang dan sedikit curly dan ada tanda silang dari darah di foto tersebut. Aku takut hyung kalau Hyun Jin melakukan hal macam-macam pada gadis itu.’

“Yak!! Kau di mana, huh??!!” ujar Yesung yang semakin membuat tawa Hyun Jin meledak.

“Berhenti tertawa dan jangan sakiti istriku!!!” pekiknya membuat para member ikut mengubah air mukanya menjadi khawatir.

“Istri?? Yeah.. istri.. status yang sangat aku inginkan. Menyandang status itu sebagai istrimu.” Tawa Hyun Jin mereda terganti dengan suara lirihan yang menyayat hati dan suara tembakan membuat Yesung menegang dan membbulatkan matanya. Gadis itu seperti menjelma menjadi seorang psikopat karena cinta.

“YAAKKKK!!”

“Hahahahahahahha…. Tenang saja yeobo…yang kutembak bukan istrimu. Istrimu akan kutembak jika kau sudah datang dan melihatnya sendiri. Datanglah ke Sungai Han. Aku tunggu. 10 menit kau tak datang, nyawa istrimu melayang. DORR!!” Yesung mematikan sambungan itu dan beringsut keluar dorm tanpa memperdulikan perrtanyaan-pertanyaan para member.

 

 

———-

 

 

 

“Ra-ya, kau di mana chagi?? Hyun Jin-ah, jangan sakiti istriku….” Pekik Yesung sembari berlari memutar di kawasan sungai han. Napas Yesung tersengal-sengal, lututnya melemas seketika mendapati sosok istrinya tengah berdiri menggantung di atas pohon. Yesung berlari menghampiri pohon itu. Menaikinya dan meraih tali uang menggantung bebas serta yang terhubung dengan pergelangan tangan Yera. Wajah istrinya itu terlihat pucat, Yesung tahu jika Yera tidak suka berada di tempat ketinggian seperti ini.

“Oppa…aku takut. Aku takut ketinggian. Aku takut jika aku tak bisa bertemu denganmu lagi,” lirih Yera dengan dibarengi isak tangis. Yesung berusaha menenangkan Yera sembari melepaskan ikatan tali itu.

“Bersabarlah chagi… oppa akan menolongmu.”

SRET

Yesung berhasil melepaskan tali itu dan meraih Yera, menggendongnya dan mencoba turun dari pohon itu dengan hati-hati karena akses yang terlalu berbahaya dan Yesung memanfaatkan taliitu sebagai alat untuk membantunya untuk turun.

“Waow…seorang Kim Jong Woon bisa bersikap seperti itu juga,” cibir Hyun Jin tiba-tiba membuat mereka menoleh ke arahnya.

“Jika aku tidak bisa memilikimu, maka orang lain pun tidak boleh memilikmu!!!” pekik Hyun Jin sembari menodongkan sebuah pistol pada Yera. Yesung menegang, dengan cekatan ia berdiri hadapan Yera sebagai tameng untuk istrinya itu.

“Tembak aku saja dan jangan sakiti dirinya!!!” ujar Yesung tegas. Hyun Jin mengangguk dan menarik pelatuk pistol itu. Yesung memejamkan matanya sembari berkata pada Yera yang di belakangnya.

“Sampai kapanpun cinta ini akan selalu untukmu. Hati ini akan selalu terpatri namamu. Walau badai menerjang, walau salju menghujan, kau akan selamanya menjadi istriku, menjadi pelabuhan terakhir akan cintaku. Mianhae, mianhae karena aku telah membohongimu.” Hyun Jin semakin menyeringai. Ia semakin semangat untuk menembakkan.

 “SAENGIL CHUKKAHAMNIDA… SAENGIL CHUKKAHAMNIDA.. SAENGIL CHUKKAE URI YESUNG…” Yesung tersentak dan mendapati wajah dan tubuhnya basah kuyup. Yesung menatap tajam Hyun Jin yang ternyata menembakkan pistol air padanya lantas memutar tubuhnya dan menatap sweatdroop Yera yang ternyata mengguyurnya dengan air botol.

“Apa yang kau lakukan Choi Yera???” Tanya Yesung tajam sembari memicingkan matanya. Yera bergidig ngeri dan segera berlari menjauhi Yesung menghampiri para member Super Junior yang ternyata juga ikut menyiramnya dengan air. Yera bersembunyi di balik badan Siwon yang kekar sembari memberikan sign peace dengan kedua jarinya. Hyun Jin pun tak mau kalah dengan Yera, ia juga ikut bersembunyi di balik tubuh kekasihnya – Zhou Mi -.

“Siapa yang merencanakan ini semua??” Tanya Yesung sembari menatap tajam wajah para member beserta Hyun Jin dan Yera, membuat mereka serempak mengelus bulu kuduk mereka yang tiba-tiba merinding.

“Sepertinya aura hitam Yesung hyung akan meledak,” ujar Kyuhyun setengah berbisik pada Eunhyuk yang menanggapi dengan anggukan.

“Di…di..dia istrimu hyung.” Yera memelotot pada Eunhyuk dan segera menggelengkan tangan pada Yesung. Yesung pun mendekati Yera, menatap seduktif istrinya itu membuat Siwon memilih untuk menghindar meski ujung kaus yang dipakainya ditarik kuat oleh Yera.

Yera menggaruk tengkuknya sembari melemparkan senyuman kikuk dan aegyo-nya agar Yesung tidak menatapnya seperti itu. Sungguh itu terlalu menakutkan baginya. Menurut Yera lebih baik mendapat tatapan tajam dari Yesung dibandingkan mendapat tatapan seperti itu.

“Yeobo…” panggil Yera lirih ketika jarak mereka semakin dekat.

“Aish!! Jangan menatapku seperti itu… Yesung oppa… pria yang paling tampan sedunia, pria yang palin tercute di muka bumi ini, pria dengan suara termerdu di jagat raya ini. Bahkan kau lebih dan lebih dari Siwon oppa, Donghae oppa, Sungmin oppa dan Kyuhyun oppa…” ujar Yera sembari memundurkan langkahnya. Ia mencoba menggunakan cara jitu untuk membuat Yesung tidak marah yang ia pelajari dari Leeteuk. Para member bahkan sudah terkikik geli mendengar ucapan Yera itu, walaupun sebagian dari merekaa banyak yang tidak terima atas ucapannya tersebut.

Sukses. Yesung tersenyum dengan mata yang berbinar. Yera menghembuskan napas lega dan menghentikan langkah mundurnya.

GREBB

Yesung menarik tangan Yera meraihnya ke pelukannya dan segera menyirami istrinya itu dengan air botol yang ia bawa di belakang tubuhnya.

“Suami dan istri itu harus saling bersama.. kering bersama dan basah bersama-sama juga,” bisik Yesung sembari mengerling ke arah Yera yang menganga tak percaya.

“Aish!!! Jinjja!!! Neo!!! Arghh!!!” kesalnya sembari menjauhkan diri dari Yesung. “Yak!!! Kalian jangan tertawa!!!” pekik Yera pada para member dan Hyun Jin yang sudah tertawa tebahak-bahak.

“Itu hukuman untuk istri yang telah merencanakan hal gila seperti ini. Sengaja membuat suami khawatir sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri di ketinggian,” cibir Yesung membuat Yera mendecak sebal.

“Siapa yang mempertaruhkan nyawa?? Lihatlah!!!” tunjuk Yera pada sebuah tanah yang tadi dipijak Yesung saat menolongnya. Terlihatlah dua namja tampan, Jung Ill Woo dan Jung Young Hwa yang melempar cengiran(?) dan tengah membawa sebuah matras yang mirip dengan tanah. Yesung menepuk dahinya. Ia bahkan tidak menyadari matras yang ia pijak karena terlalu khawatir pada istrinya itu.

“Kau gila, Ra-ya…” ujar Yesung sembari mengacak-ngacak rambut Yera yang sedang tetawa penuh kemenangan. Bersamaan dengan itu semua datang kedua orang tua Yesung beserta adiknya, Jong Jin membawakan sebuah kue tart berbentuk kura-kura. Perasaan Yesung campur aduk, ia segera berlari menyongsong keluarganya itu dan berhambur memeluk ibu, ayah dan adiknya secara bergantian.

“Howek…howek…” semua mata tertuju pada Yera yang sedang memegang mulut dan perutnya. Yesung panik. Hal yang sama yang dirasakan oleh semua orang yang berada di situ. Yesung pun segera menghampiri Yera dan melemparinya dengan berbagai pertanyaan.

“Chagi…kau tak apa?? Kau tidak sakit, kan?? Kau sudah makan?” Yesung mengarahkan punggung tangannya ke dahi Yera, mengecek suhu tubuhnya.

“Tidak panas…” ujar Yesung sembari menggelngkan kepalanya dan menatap penuh pertanyaan pada Yera. Yera hanya mengangkat bahu tanda tak mengerti. Ia sendiri juga bingung. Badannya tidak lemah. Tubuhnya tidak meriang jika terkena masuk angin. Tetapi, perutnya terasa terkocok sesuatu dan membuatnya mual seketika mencium aroma wewangian. Nyonya Im Boo Kyung selaku ibu Yesung hanya tersenyum melihat kepolosan anak-anaknya itu. Beliau memegang pundak Yesung dan menatap lembut ke arah Yera.

“Apa ‘tamumu’ sudah datang??” Yera menggeleng dan segera menepuk dahinya.

“Aku…aku…sudah terlambat 2 bulan.” Yesung mengernyitkan dahinya. Tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh dua wanita yang sangat ia cintai. Nyonya Im segera menepuk pundak Yesung dan tersenyum senang.

“Besok…bawalah dia ke dokter kandungan!! Periksa janin yang ada di rahimnya.”

“MWO!!!!” ucap seluruh member serempak terkecuali Yesung dan Yera. Seperti mendapat sesuatu yang berharga, mereka serempak membelalakan matanya dan memerlukan waktu lama untuk mencerna kalimat ibu mereka.

“Ja…jadi…Yera…istriku hamil, eomma??” Tanya Yesung berusaha menyadarkan dirinya bahwa ini bukanlah mimpi belaka. Nyonya Im mengangguk senang membuat Yesung segeraa menmeluk tubuh Yera, mengangkatnya ke udara dan berputar.

“Terima kasih chagiya…terima kasih…calon ibu dari anakku…” ucapnya sembari menyapu seluruh wajah Yera dengan ciuman. Semua orang pun turut senang melihat adegan itu.

“Ini adalah hadiah terindah yang Tuhan dan kau berikan di hari lahirku.. aku berjanji akan menjadi suami yang lebih baik dari sekarang. Aku akan semakin menjagamu dan semakin berada di sisimu. Aku tidak akan meninggalkanmu barang sedikit pun. Demi langit dan bumi beserta isinya. Demi Tuhan!!! Kau akan menjadi yang terakhir untukku!! Demi Tuhan apapun yang tejadi kita akan membesarkan anak kita bersama. Yeah…jika anak kita laki-laki, aku akan memberikannya nama Kim Yee Woon perpaduan dari namamu dan nama kita dan jika perempuan akan kuberikan nama Kim Yee Neul, nama dari sellisih kelahiran kita!!!” cerocos Yesung penuh rasa bahagia. Yera hanya tertawa melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.

“Ckckck!!! Kau terlalu berlebihan hyung….” sela Eunhyuk yang langsung mendapat deathglare dari Yesung, para member sontak tertawa melihat wajah Eunhyuk yang menciut nyalinya.

 

 

 

 

THE END

 

 

Epilog

 

 

Yera menatap penuh harapan pada gadis di hadapannya ini. Melempar jurus aegyo-nya untuk meluluhkan ke-keras kepalaan Hyun Jin.

“Ayolah, eonni… bantu aku untuk memberikan kejutan pada Yesung oppa…” Hyun Jin masih tetap menggeleng. Yera yang berada di rumah Hyun Jin itu memanfaatkan kesempatan ketika melihat Young Hwa dan Ill Woo yang sedang menuruni tangga.

“Oppadeul…” Yera segera berlari menyongsong Ill Woo dan Young Hwa dan kembali melempar ke-aegyo-annya pada dua pria tampan di hadapannya. Ill Woo terenyuh dan melamparkan sebuah pertanyaan.

“Apa ada yang bisa kubantu…” Yera mengangguk semangat.

“Aku mohon pada Ill Woo oppa dan Young Hwa oppa untuk membujuk Hyun Jin eonni agar mau membantuku meberikan kejutan ulang tahun Yesung oppa…” Ill Woo dan Young Hwa saling berpandangan dan kemudian menatap tajam pada Hyun Jin.

“Hyun Jin-ah….” Panggil mereka serempak. Hyun Jin mendengus kesal lantas beranjak dan menghampiri mereka.

“Sebenarnya dongsaeng kalian itu siapa, huh?? Aku atau anak ini??” gerutu Hyun Jin sembari mencubit pipi Yera.

“Aish!!! Appo!! Bukankah Yesung oppa dulu pernah menjadi kekasihmu??” Yera mempuotkan bibirnya kesal. Ia tahu jika Hyun Jin adalah mantan kekasih Yesung, suaminya. Namun, karena hubungnnya dengan Hyun Jin yang sudah akrab sebelum berkenalan dengan Yesung membuat mereka semaakin akrab ketika masing-masing tahu tentang posisinya di hati Yesung. Awalnya Hyun Jin tidak terima, tetapi karena saat itu juga ada seorang pria yang menarik hatinya membuat Hyun Jin mengubah penilaiannya. Zhou Mi, pria yang menaklukan hati Hyun Jin.

“Aish…berhenti berlaku seperti itu, Ra-ya!! Itu terlihat mengerikan!! Baiklah aku kan membantumu dengan syarat!!”

“Mwo…!!!”

“Traktir aku ice cream selam seminggu X 24 jam!! Arraseo!!!” Yera melongo oleh permintaan Hyun Jin sedetik kemudian ia mengangguk stuju. Ill Woo dan Young Hwa hanya tertawa melihat kepolosan kedua adik mereka.

 

 

 

***

 

 

“Begini rencananya… kau Hyun Jin eonni harus bisa menemukan cara untuk bertemu dengan Yesung oppa… bagaimanapun caranya nanti, aku akan berusaha agar Yesung oppa mau berjanji makan malam denganku. Buat dia mengingkari janjinya, yeah… kira-kira 2 jam.”

“Mwo??”

“Dengarkan aku dulu!!!”

“Yesung oppa orangnya tidak suka mengingkari janjinya terutama padaku. Jadi ketika dia datang aku akan mengamuk padanya. Pagi pun kau harus datang ke rumah kami, eonni-ya… cari alas an agar aku benar-benar marah padanya dan kabur ke rumah Appa dan eomma…selebihnya biar Siwon oppa yang bertindak. Dan tugasmu yang terakhir, pura-pura menjadi orang psikopat dan mengikatku di atas pohon. Yesung oppa tahu jika aku takut ketinggian. Dan terakhir aku meminta bantuan pada Ill Woo oppa dan Young Hwaa oppa untuk mencarikan matras yang mirip dengan tanah untuk berjaga-jaga jika aku dan Yesung oppa terjatuh. Oh ya… eonni-ya kau juga harus membawa pistol mainan yang berisi air dan menodongkannya padaku. Berpura-pura untuk menembakku dan saat itu terjadi Yesung oppa pasti akan menjadi tamengku, dannn…ya kau tembak dia bersamaan denganku yang mengguyurnya dengan air botol yang kupersiapkan. Aku juga sudah meminta tolong oppadeul Super Junior serta keluarga Yesung oppa.. eotte rencanaku??”

Baik Ill Woo, Young Hwa dan Hyun Jin, mereka serempak melempar pandangan aneh pada Yera yang sedang tersenyum lebar.

“Sepertinya virus keanehan Yesung hyung terkontaminasi pada istrinya,” ujar Ill Woo sembari menggelengkan kepalanya.

“Nde, hyung.. untung Hyun Jin kita masih bisa terselamatkan,’ ujar Young Hwaa yang langsung mendapat tatapan maut dari Yera dan Hyun Jin.

 

——