Kerajaan Choseon yang dipimpin oleh seorang raja bernama Kim Jong Woon, putra dari seorang Menteri Pendidikan bernama Kim Jong Ill dan ibu bernama Park Shin Hye. Lewat sebuah perjodohan, Jong Woon terpilih sendiri oleh Choi Ji Hoo – raja Choseon sebelumnya – yang mempunyai seorang putri tunggal bernama Choi Ye Ra, buah hatinya bersama Lee Han Byul, orang yang sangat Ji Hoo cintai sehingga Ji Hoo dengan halus menolak untuk mengambil seorang selir guna mendapatkan keturunan laki-laki.

Baik Jong Woon maupun Ye Ra dengan antusias menerima perjodohan ini, karena satu sama lain menyimpan perasaan ketika mereka pertama bertemu di sebuah taman kota.
“Kau menyukainya??” tanya Shin Hye dan Han Byul pada anaknya di lain tempat.

“Apa eomma menilainya seperti itu?” Jawab Jong Woon dan Ye Ra.
Ye Ra biarpun ia seorang putri raja, ketika ia bersama dengan ibunya, ia layaknya seperti putri biasa lainnya yang bermanja ria dengan sang ibu.

“Eomma tahu dari sorot matamu, saat melihat putri Ye Ra dari kejauhan,” ujar Shin Hye sembari mengelus rambut Jong Woon saat putranya itu dengan manja tidur di pangkuannya.

“Ye eomma/mama aku sangat menyukainya,” ujar Jong Woon dan Ye Ra bersamaan dan masih di lain tempat. Seiring berjalannya waktu pernikahan mereka telah dilaksanakan sampai suatu ketika Jong Woon jatuh sakit dan penyakitnya memungkin ia meninggal dunia.

Berita tersebarnya sakit raja, Ye Ra yang mencintai Jong Woon merasa sangat khawatir, terlebih lagi mereka belum mempunyai keturunan dan terancam tahta akan diganti oleh kandidat dari semua menteri yang bernama Lee Jae Bum yang ternyata menaruh hati pada permaisuri. Hal ini pula membuat Ye Ra teramat khawatir, ia takut jika Jae Bum nekat menjadikan dirinya permaisuri dari orang yang tidak ia sukai.

= = = = = = = = = = = = =

Seorang yeoja memakai dangui berwarna merah muda berpola emas di bajunya. Berlambang naga yang terjahit di bahu depan dan belakang, serta memakai seuran chiram yang menjuntai menutup kaki berwarna scarlet yang juga berpola emas.

Tatanan rambutnya pun ditata dengan gelungan kepangan yang diikat dengan tusuk konde panjang bermotif phoenix yang menandakan bahwa ia adalah seorang permasuiri di kerajaan Choseon. Yeoja itu terlihat tergesa-gesa, namun tidak mengurangi keanggunannya saat berjalan menuju kediaman raja yang diiringi oleh beberapa dayang pribadinya.
Saat telah sampai di depan pintu kamar raja, yeoja itu melirik tegas, tapi lembut ke arah kasim pribadi raja yang terus saja menundukkan wajahnya.

“Umumkan kedatanganku pada Yang Mulia.” kasim itu segera mematuhi perintah permaisuri dengan masih membungkukkan badannya sebagai rasa hormatnya terhadap yeoja yang ada di hadapannya.

“Yang Mulia, Yang Mulia Permaisuri datang menghadap.”

“Persilahkan masuk,” ujar Jong Woon terdengar lemah membuat Ye Ra mengubah air mukanya karena khawatir dan dengan cepat melangkah memasuki kamar pribadi Jong Woon dan langsung jatuh terduduk di sisi Jong Woon yang tengah berbaring lemah.

“Yang Mulia,” ujar Ye Ra lirih. Matanya perih menahan air mata di pelupuk matanya yang ia yakini tidak bisa ia tahan.
Jong Woon tersenyum pada yeoja yang ia cintai itu, ia menggenggam kuat tangan Ye Ra dan menepuk pelan sisi kosong di sampingnya menandakan agar Ye Ra juga ikut berbaring. Ye Ra mengangguk.

Lalu ia berbaring di samping Jong Woon dan ia menatap Jong Woon lekat begitupun Jong Woon ia juga menatap Ye Ra dengan tak kalah lekat dan lembutnya. Kemudian mereka tersenyum.

Jong Woon melingkarkan tangan kirinya di pinggang Ye Ra sedangkan tangan kanannya ia tempatkan sebagai alas kepala Ye Ra.

“Permaisuriku, jika langit tidak berkenan untuk menyatukan kita selamanya. Percayalah sampai kehidupan selanjutnya pun cintaku akan terikat dengan cintamu,” ujar Jong Woon membelai rambut Ye Ra.

“Apa yang Anda katakan yang mulia?” ujar Ye Ra dengan nada sedikit khawatir, bagaimanapun juga perlakuan Jong Woon hari ini padanya sungguh berbeda.

“Adakalanya matahari meninggalkan bumi saat malam membiarkan dirinya tergantikan oleh sang bulan namun tetap memberikan sinarnya secara sembunyi-sembunyi melalui bulan. Jika raja adalah matahari, maka ratu adalah bulan. Ya, mungkin itu berlaku untuk kita sekarang. Matahari dan bulan akan bertemu kembali suatu saat nanti. Saranghae.” Jong Woon mencium kening Ye Ra dan ia menutup mata untuk selamanya. Ye Ra tidak bergeming. Ia tatap lekat wajah Jong Woon berharap kalau namja di depannya ini hanya pura-pura.
1 menit

5 menit

10 menit

Jong Woon masih tidak membuka matanya. Ye Ra mengguncang pelan tubuh Jong Woon, tapi nihil. Jong Woon sama sekali tidak bergerak. Dengan perasaan tidak rela, Ye Ra menangis dan berteriak histeris membuat para pelayan masuk dan mereka serempak terkulai lemas dan menangis.

= = = = = = = = = = = = = = = =

In The Futures

The Star City Apartement, Tower C, 12th Floor, Han River, 227-7 Jayang Dong, Gwangjin-gu, Seoul.

Ye Sung  terbangun dari tidurnya. Ia memijit pelan pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing. Lalu ia sandarkan kepalanya di dashboard. Kaki kanannya ia tekuk dan tangan kanannya ia letakkan di kakinya tersebut. Ia memejamkan matanya dan menghembuskan napas dengan kasar. Lalu ia berjalan keluar menuju dapur dan mengambil air mineral dan yang langsung ditenggaknya habis.

“Siapa yeoja itu? Dia selalu hadir dalam mimpiku. Ahh rasanya benar-benar frustasi selalu diteror dalam mimpi.” Jong Woon kembali menenggak air mineral itu sampai Kyu Hyun datang dan membuatnya tersedak.

“Yak!! Kyu Hyun-ah, ada apa kau kemari?”

“Aish!! Aku haus hyung,” ujar Kyu Hyun sembari membuka kulkas dan mengambil botol air mineral.

“Kyu-ah, apa kau sering bermimpi seorang yeoja?” Kyu Hyun tersedak dan menatap Jong Woon dengan pandangan heran.

“Ahh lupakan!!” Ye Sung pergi meninggalkan Kyu Hyun yang masih menatapnya heran.

“Dasar, kura-kura aneh,” cibir Kyu Hyun lalu ia pun melangkah pergi.

= = = = = = = = = = = = = = = =

Sembilan namja dari sebuah member boyband Super Junior tengah tenggelam dalam aktivitasnya membuat suasana di ruang santai tersebut sedikit hening karena ada beberapa dari mereka sedang beradu argumen. Pintu terbuka membuat kesembilan namja itu serempak menoleh dan tersentak saat menampakkan sosok namja berkepala besar yang berbalut baju hitam pendek dan celana jeans pendek dengan penampilan cukup berantakan.

Namja itu langsung berbaring di sofa dengan pandangan entah berkelana kemana. Tangan kirinya ia arahkan di keningnya, sedangkan tangan kanannya ia arahkan ke mulutnya sebagai mainan.

Semua member yang ada di ruangan tersebut saling melempar pandangan satu sama lain dan serempak mengangkat bahu. Mereka tahu kalau Ye Sung – namja itu – sedang dalam mood tidak baik. 5 menit kemudian Ye Sung bangun kemudian menatap wajah semua member satu per satu dengan matanya yang sipit dan tajam membuat semua member merasakan aura gelap sehingga bulu kuduk mereka meremang.

Ye Sung kemudian membuang napas dengan kasar dan mengacak-acak rambutnya. Lalu Ye Sung menghampiri Dong Hae yang sedang duduk di samping Eun Hyuk sembari bermain dengan Bada atau lebih tepatnya berpura-pura tidak mengetahui bahwa Ye Sung akan menghampirinya.

“Hae-ya,” panggil Ye Sung dengan suara lirih membuat Eun Hyuk berdiri dan segera melesat ke arah Sung Min yang menonton televisi.

“Hae-ya,” panggil Ye Sung sekali lagi.

“Iya Hyung, wae?” tanya Dong Hae hati-hati sembari memegang tengkuknya yang tiba-tiba saja sedikit geli. Dari sudut mata Dong Hae, ia melirik sekilas Si Won sedang berkomat-kamit tidak jelas. Lee Teuk, Eun Hyuk yang menajamkan pendengarannya. Kyu Hyun yang entah kerasukan apa ikut menajamkan pendengarannya dan mematikan PSP-nya.

Shin Dong dan Kang In yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Ye Sung. Dan Sung Min juga tidak ikut kalah, ia juga menajamkan pendengarannya sembari mata tertuju pada acara televisi. Bagi mereka ini pertama kalinya Ye Sung bersikap lebih aneh seperti itu. Ryeo Wook yang baru saja datang dari dapur dan membawa makanan tertegun melihat para hyung dan dongsaeng-nya seperti orang yang ingin mengintip sesuatu. Ryeo Wook akan membuka mulutnya sampai Kyu Hyun membekapnya dan membisikkan sesuatu.

“Diamlah Wookie kecil.” Ryeo Wook hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk di samping Sung Min.

“Hae-ya… Ehm… Pernahkah kau memimpikan seorang yeoja terus menerus?” tanya Ye Sung membuat semua member menelan ludah karena terkejut.

“Ma..ma..maksud hyung?” tanya Dong Hae tergagap dan membiarkan anjingnya melompat pergi.

“Kau kan terkenal dengan caramu memperlakukan seorang yeoja…err..maksudku.. Ah sudahlah tinggal jawab pertanyaanku.” Yesung segera berbalik bermaksud memunggungi Dong Hae, tapi naas ia justru bertatap muka dengan Kang In dan Shin Dong.

“Sedang apa kalian?” tanya Ye Sung polos. Sedangkan yang ditanya hanya salah tingkah dan pura-pura menghampiri member lainnya yang juga sama salah tingkahnya.

“Hyung jatuh cinta?” tanya Dong Hae dengan sorot mata polos. Semua member yang tadinya salah tingkah mendadak hening kembali dan menajamkan pendengarannya lagi.

“Anni, hanya saja seorang yeoja memakai hanbok seperti permaisuri selalu datang dalam mimpiku setiap aku tertidur,” ujar Ye Sung dengan wajah sendu sedangkan Kyu Hyun sudah tertawa mendengarnya membuat Ye Sung meliriknya tajam untuk menghentikan tawanya. Ajaib, Kyu Hyun langsung berhenti tertawa dan melesat di balik punggung Sung Min.

“Itu hanya mimpi Ye Sung-ah,” ujar Lee Teuk sembari berdiri menghampiri Ye Sung dan menepuk pundak Ye Sung.

“Kuharap juga seperti itu,” ujar Ye Sung sembari menundukkan kepalanya.

“Yak!! Kalian sedang apa?” tanya Hee Chul tiba-tiba dan langsung bergabung dengan EunTeuk.

“Oh ya tadi di bawah aku melihat seorang yeoja aneh memakai hanbok seperti putri kerajaan. Awalnya kukira dia sedang melakukan shooting, tapi setelah aku melihat sekitar tak ada kamera dan kru film,” ujar Hee Chul membuat semua member membulatkan matanya.

“MWO?!!!” ujar semua member serntak dan langsung menghampiti Hee Chul.

“Hahahha… Lihatlah wajah kalian! Hei, aku hanya bercanda tidak usah serius seperti itu!! Lagipula benarkah ceritamu tadi?! Ah sudahlah aku mau makan,” ujar Hee Chul santai sembari memakan makanannya dan mengacuhkan tatapan kesal Ye Sung dan semua member.

Ye Sung sendiri langsung menuju kamarnya dan membanting pintu sehingga membuat Hee Chul tersedak hebat.

= = = = = = = = = = = = = = = = =

H&G 09.30 PM KST

Ye Sung merenggangkan tubuhnya yang seperti akan remuk. Ia juga melihat sekilas jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya.

“Pantas saja sepi, ini sudah hampir mendekati jam tutup cafe,” gumamnya lalu ia membereskan semua peralatan yang kotor dan mengedarkan pandangannya mencari eomma dan adiknya.

Lalu sekilas ia menatap di luar cafe dan melihat seorang yeoja yang berada dalam mimpinya selama ini. Dengan langkah tergesa ia mencoba mengecek keluar. Ia berlari ke segala arah untuk mencari yeoja tersebut, namun pandangan matanya sama sekali tidak menemukan jejak yeoja itu. Ia berniat untuk kembali sembari menendang kerikil sampai sebuah yeoja berteriak meminta pertolongan.

Ye Sung tersentak dan ia segera berlari ke arah sumber suara. Sebuah gang sempit dan gelap. Ye Sung membulatkan matanya saat dua orang preman yang sedang mabuk mencoba menyakiti seorang yeoja. Ye Sung tidak tahu siapa yeoja itu karena penerangan yang kurang. Ye Sung menahan kuat tangan seorang preman saat preman tersebut mencoba melepas paksa pakaian yang dikenakan yeoja itu.

Preman itu berbalik bermaksud mengetahui siapa yang mengganggunya dan mendelik pada Ye Sung lalu mencoba melayangkan pukulannya, tapi Ye Sung berhasil menghindar dan dengan cekatan ia menendang keras perut preman itu sampai terkapar. Preman kedua tidak tinggal diam, ia mengambil sebuah balok kayu bermaksud memukul punggung Ye Sung, tapi Ye Sung yang memang selalu peka justru dengan reflek menendang kepala preman itu. Setelah dirasa kedua preman itu pingsan, Ye Sung segera menghampiri yeoja itu yang menundukkan kepalanya dan menangis.

“Lain kali hati-hati. Jangan berkeliaran sendirian jika sudah malam,” ujar Ye Sung menepuk pelan bahu yeoja tersebut membuat yeoja itu mengangkat kepalanya. Ye Sung tercekat, ia terlonjak kaget sampai jatuh terduduk, pasalnya yeoja itu yang selalu hadir dalam mimpinya.

“Yang Mulia, hiks.. Syukurlah aku menemukanmu,” ujar yeoja itu sembari menatap Ye Sung dengan mata berbinar.

“Neo..neo nuguya?” Ye Sung tergagap dan menunjuk lurus jarinya ke arah yeoja tersebut.

“Yang Mulia, Anda tidak ingat hamba??” yeoja itu berdiri dan mencoba menghampiri Ye Sung, tapi naas tubuhnya oleng dan Ye Sung segera menahannya sebelum tubuh yeoja itu tersungkur ke tanah. Ya, gadis itu pingsan.
Ye Sung segera membopong tubuh yeoja itu dan pergh meninggalkan gang tersebut untuk kembali ke cafe-nya dan memberitahu pada keluarganya.