Tittle                                    : No Other

 

Author                                : TurtleShfly

 

Twitter/FB                         : @Shfly_3421 / Nurul FatikhahSaranghaeJinyong

Genre                                  : Romance(?), gaje

 

Lenght                                : OneShoot

 

Words                                 : 3,305

 

Cast                                     : Choi Yera, Kim Yesung

 

Support Cast                      : All Member Super Junior, Choi Rae Hee, Park Soo Jae, Kim Jung Hoon, Family of Yesung

 

Disclaimer                          : FF ini milikku, All Cast milik Tuhan YME, FF waras ke 4 ku. DAN KIM JONG WOON MILIK CHOI YEAR, CHOI YEAR MILIK KIM JONG WOON (sudah di daftarkan ke KUA)

 

Warning      : banyak typo

Gadis itu menatap nanar layar laptop di hadapannya. Tangannya yang gemetar meremas kuat ujung kaos yang ia pakai sehingga membuat kuku-kuku panjangnya menembus bahan kaosnya dan menyatu dengan kulit telapak tangannya. Gadis itu tersungkur ke lantai yang dari awalnya ia duduk di sofa, kakinya ia tekuk dan menenggelamkan wajahnya di lutut.

Air mata merembes keluar dari pelupuk matanya. Seperti merasakan oksigen yang tiba-tiba entah habis atau apa, ia merasakan sesak dan gemeta. Ia mengigit kuat bibir bawahnya yang tanpa sadar membuat darah segar keluar dari bibirnya.

Ia mendongak kembali menatap layar laptop-nya dan tangan kanannya ia ulurkan untuk menggerakkan kursor laptop-nya. Sekali lagi gadis itu mencoba menguatkan hati walau air mata terus mengalir menutup pandangan matanya.

Ia membaca perlahan setiap kata dalam berita itu mencoba mencerna makna dari berita tersebut menyalurkannya ke logika, tapi nihil. Logikanya benar-benar tertutup oleh satu kata. Cinta. Tangisnya benar-benar pecah sekarang.

Ia memgang dadanya yang sesak, perih dan sakit dalam waktu bersamaan Berita itu membuat paginya kacau. Berita itu membuat pikirannya hilang entah kemana. Sebuah berita yang benar-benar menjelma seperti ribuan jarum yang menohok dan mengubrak-abrik hatinya.

‘Super Junior Yesung berpacaran dengan T-ara JiYeon?’

Kalimat itu terus menggaung kuat di benaknya. Gadis itu bangkit dari duduknya menuju ke kamar mandi apartement-nya dengan langkah lunglai. Sesampainya ia di kamar mandi dan masih memakai lengkap pakaiannya, gadis itu – Choi Yera –  menyalakan shower dan berdiri membelakangi dinding kamar mandinya.

‘Mungkin dengan air, ia bisa mendinginkan kepalanya yang serasa ingin ia hancurkan.’ pikir Yera. Ia sandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi. Lagi. Ia jatuh merosot ke lantai dengan deraian air mata.

1 jam ia menangis dan tersiram air shower. Bibirnya bahkan sudah membiru.
Tangan yang semula meremas lututnya, kini jatuh terhempas ke lantai. Pandangannya menatap kosong.

= = = = = = = = =

Yesung berjalan tergesa-gesa menuju apartement yeojachingu-nya – Choi Yera – ia seperti merasakan perasaan tidak enak. Ia memencet tombol password apartement tersebut.

Ia edarkan pandangannya mencari sosok Yera. Nihil. Tak ada siapa-siapa, ia semakin khawatir. Lalu pandangannya menemukan sebuah layar laptop yang dirasa masih menyala dan Yesung pun membelalakan matanya setelah membaca berita tersebut. Mungkin inilah yang jadi penyebab ‘hilang’nya Yera.

“Aish!!! Kenapa kau membaca berita murahan ini??” gumam Yesung.

Yesung terhenyak saat mendengar suara shower. Ia bergegas menuju kamar mandi dan pemandangan di depannya sukses membuatnya menumpahkan air mata. Dengan segera Yesung mematikan shower dan membopong keluar tubuh Yera menuju kamarnya. Ia baringkan perlahan Yera lalu berjalan ke lemari untuk mengambil handuk dan pakaian kering. Yesung mengambil ponsel miliknya di kantong blazer yang ia pakai lalu memencet beberapa digit nomor yang ia hafal dan menghubungi seseorang.

Tak sampai 15 menit, seorang yeoja masuk menemui mereka – Yesung dan Yera – dan langsung menatap bingung Yesung.

“Noona, cepat gantikan ia baju,” perintah Yesung.

“Baiklah!!”

= = = = = = =

Yesung mencoba membaca kembali postingan berita itu, ia mengutuk bagi siapa saja yang memposting berita ini sehingga membuat kekasihnya langsung stress.

“Oppa…” panggil sebuah suara seorang gadis membuat Yesung menoleh dan tersenyum.

“Bagaiman keadaanya Jae-ya??” tanya Yesung kepada gadis itu yang bernama Park Soo Jae – kakak sepupu Yera.

“Lebih buruk dari yang kau kira!! Suhu badannya tinggi dan ia menggigil.” Yesung tersentak dan segera berdiri. Ia mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja lalu ia lempar kunci tersebut ke Soo Jae.

“Kau bawa mobilku, aku akan membopong Yera dan kita bawa dia ke rumah sakit.” Yesung langsung masuk ke kamar Yera dan ia menatap nanar wajah Year yang polos dan pucat.

Setelah ia sampai di dalam mobil, dengan cepat Yesung mengendarai mobilnya menuju ke Seoul Hospital. Hatinya benar-benar seperti teriris melihat keadaan kekasihnya seperti itu, terlebih lagi ini karena kesalahannya.

Dengan masih fokus mengendarai mobilnya, Yesung menghubungi seseorang yang sama khawatirnya dengan dirinya. Choi Siwon – kakak dari Choi Yera -.

“Yeobseyo…”

“….”

“Siwon-ah, Yera sakit. Sekarang aku akan membawanya ke rumah sakit terdekat.”

“…”

“Ne..”

Yesung meletakkan ponselnya dan kembali memfokuskan kemudinya.

“Oppa, sebenarnya apa yang terjadi dengannya??” ujar Soo Jae sembari membelai anak rambut Yera yang berantakan dan membuat Yesung menoleh dari kaca spion. Kemudian Yesung mengambil ponselnya dan menghubungkannya ke internet.

“Lihatlah!!” Soo Jae pun mengambilnya dan ia reflek menutup mulutnya.

“Oppa… ini?? Itu tidak benar kan??”

“Tentu saja, aku dan JiYeon hanya sebatas hubungan kakak adik tidak lebih.”

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit dan Yesung yang memang mengkhawatirkan keadaan Yera segera membawa tubuh gadis itu ke ruang perawatan dan berteriak memanggil dokter.

= = = = = = = =

“Yera tak apa??” tanya Leeteuk saat member Super Junior sampai.

“Molla Hyung..”

“Hyung bagaiman bisa dia sakit? Bukankah tadi pagi ia masih bisa menjahiliku?” tanya Siwon sembari menghampiri ruangan Yera dan mengintip dari balik kaca di pintunya.

“Ini semua karena aku, mianhae Siwon-ah..” ujar Yesung tertunduk.

“Maksudmu??” Siwon menatap tajam Yesung.

“Kau lihat berita tadi pagi??”

“Astagaaaa…” ujar member Super Junior berbarengan.

“Hyung jangan bilang kalau kabar kedekatanmu dengan JiYeon?” tebak Sungmin. Yesung hanya menghela napas. Baik Sungmin maupun member Super Junior mengerti dan mereka tidak ingin melanjutkan pertanyaan lagi walau banyak sekali yang ingin mereka tanyakan.

“Siapa disini anggota keluarga dari nona Choi Yera??” tanya uisa membuat mereka menghampiri uisa tersebut.

“ Apa yang terjadi dengannya?? Saya kakaknya” tanya Siwon dan Soo Jae antusias.

“Apakah ada yang membuatnya stress?? Adik anda mengalami stress, tapi untungnya tidak parah. Dia hanya butuh istirahat. Oh ya, ada yang bernama Yesung di antara kalian? Pasien terus mengigau namanya.”

“Gamsahmnida..” ujar mereka berbarengan.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Yesung duduk di samping ranjang Yera, tangannya ia ulurkan untuk menggenggam tangan kanan Yera. Yesung terus menatap wajah Yera yang polos. Entah kenapa ia merasa apa yang terjadi dengan Yera ada hubungannya dengan dirinya.
“Yera-ya, jebal ireona!!”

Yesung menangis melihat kekasihnya itu, perlahan ia usap tangan Yera dan menciumnya.
= = = = = = = = =

Yera PoV

 

Kepalaku terasa berat, mataku sulit untuk kubuka. Aku seperti mendengar isak tangis seseorang.
Yesung oppa, apakah ia menangisi aku?

Oh Tuhan tolong berikan aku kekuatan untuk menggerakkan jemari tanganku agar Yesung oppa tahu kalau aku sudah sadar, tidak tepatnya aku tidak mau melihat ia menangis. Hatiku hancur jika ia sampai mengeluarkan air mata.

Rupanya ia menyadari gerakan jariku dan samar-samar aku membuka mataku.
Oh Tuhan makhluk di depanku tersenyum manis ketika aku sempurna membuka mataku.
Tapi bayangan artikel itu membuatku merasa sesak kembali. Bagaimanpun juga kami sudah memiliki hubungan dan berita itu sukses membuatku terpuruk. Aku meragukannya?? Tidak. Aku hanya sakit membaca postingan itu seolah-olah aku tidak ada. Aku tidak ada sebagai yeojachingu dari Kim Jong Woon.

“Chagi-ya, kau sudah sadar?” ucapnya sembari membelai rambutku.

“Kau menangis?” ujarnya sembari menghapus air mataku dengan jarinya.
Hentikan oppa, kau tahu? Kau menyakitiku dengan berlaku seperti itu. Oppa kau tahu aku mencintaimu, tapi aku masih terus terbayang akan artikel itu.

Kini keadaanku cukup membaik dari beberapa menit yang lalu. Kutepis bayangan buruk itu. Kulihat pintu terbuka dan Siwon oppa serta oppadeul masuk. Kulihat Eun Hyuk oppa memamerkan gummy smile-nya. Dan kurasakan Siwon oppa membelai rambutku, ia mengecup dahiku.

“Syukurlah kau sudah sadar, chagi. Oppa takut terjadi apa-apa denganmu.”

“Kalau kau sudah sehat, oppa akan membelikanmu ice cream,” tawar Eunhyuk oppa.

“Dan juga coklat,” lanjut Leeteuk oppa. Aku hanya mengernyitkan dahi.

“Hahahaha lihatlah hyung, Yera saja tidak percaaya kau akan mentraktirnya,” ujar Kyuhyun oppa yang langsung mendapat jitakan dari EunTeuk oppa dan aku hanya bisa tersenyum karena tidak mungkin kan aku tertawa terbahak-bahak disaat kondisiku seperti ini.
= = = = = = = = =

Author PoV
“Yera-ya…” Yesung menatap lembut mata Yera.

“Kau percaya oppa?? Oppa sama sekali tidak ada hubungan dengan JiYeon. Kalaupun gelang dan cincin kami sama, itu tidak membuktikan kalu kita ada hubungan. Cinta oppa hanya untukmu. Tidak ada yang lain,” ujar Yesung sembari membantu Year untuk duduk di ranjangnya.

“ Aku percaya oppa. Aku hanya takut jika itu benar. Lagi pula Jiyeon memang cantik tidak seperti–“

“sssttt!! Jangan bilang seperti itu. Oppa mencintaimu bukan dari cantikmu. Naega Jeongmalyo saranghanda.”

“Oppa itu lirik dari From U.” Yera mengerucutkan bibirnya dan membuat Yesung gemas untuk mencubitnya.

“Appo!!! Ya!!” Gadis itu melempar Yesung dengan sebuah bantal.

= = = = = = = = = = =

Yera merasakan sesak kembali, ia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat.
Ia berjalan mendekati jendela ruang rawatnya kemudian ia membuka sedikit celah jendela agar udara berhembus ke dalam ruangannya dan menyapu wajahnya.

Entah kenapa, hatinya benar-benar merasa tidak nyaman. Ia seolah merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Pikirannya terfokus pada kekasihnya – Yesung – namun buru-buru ia tepis pikiran buruk itu dan memberikan sugesti pada pikiran juga hatinya sendiri bahwa Yesung baik-baik saja.

Yera memejamkan mata dan menarik napas kemudian menghembuskannya kembali agar ia merasa sedikit tenang sampai seseorang membuka pintu dan mengagetkannya.
CKLEK
“Bagaimana keadaanmu??” tanya seorang gadis berwajah cantik dan berpakaian feminim.
“Yak!! Kau mengagetkanku!!” pekik Yera dan ia duduk di ranjangnya.
“Mianhae, aku hanya menjenguk sepupuku yang tengil ini,” Rae Hee terkekeh dan membuat Yera mendeliknya.
“Ini kubawakan ramyun pedas kesukaanmu.” Rae Hee meletakkan bawaannya ke sebuah meja samping ranjang Yera.
“Kau ingin membunuhku??” selidik Yera namun tidak mengurangi niatnya untuk memakan ramyun tersebut.
“Ish!! Kau sendiri yang bilang, bahwa kau tidak akan pernah memakan bubur atau makanan rumah sakit jika kau sakit.” Yera hanya terkekeh melihat Rae Hee karena terkena ulah jahilnya.
“Kau sudah dengar berita tentang Yesung oppa?” tanya Rae Hee sembari memainkan ponselnya.
“Yesung dan JiYeon?” ujar Yera datar dan tetap melanjutkan memakan ramyun-nya.
“Bukan, tapi dia cidera saat prerecord mucore hari ini dan katanya dia juga pingsan. Untungnya dia sudah dilarikan ke rumah sakit.” Yera yang mendengar ucapan Rae Hee tersedak hebat dan memutar kedua bola matanya untuk memastikan apa yang diucapkan Rae Hee benar. Rae Hee yang sedari tadi memainkan ponselnya segera memberikan minum untuk Yera.
“Yak!! Makan yang benar!!” pekik Rae Hee yang tidak digubris Yera.
“Yak!! Kau mau kemana, huh?!” tanya Rae Hee saat menyadari Yera yang berlari meninggalkan ruangannya.
“Aku mau menemui namja babo itu!!” teriak Yera dan ia terus berlari yang masih memakai pakaian rumah sakit dan tanpa alas.
“Setidaknya kau memakai sendal,” desis Rae Hee.

= = = = = = = = = = =

Di jalan Yera terus berlari tanpa memperdulikan pandangan aneh dari orang-orang sekitarnya. Perasaan buruk tadi menjadi nyata, terjadi sesuatu yang buruk pada Yesung-nya. Air matanya sudah tumpah ruah menghalangi pandangannya. Ia tidak perduli jika kakinya sekarang sudah menginjak duri.

Ia tidak perduli jika ia terpeleset atau terjerembab sekarang. Ia tidak perduli jika ia sudah dianggap gila. Ia tidak perduli teriakan-teriakan pengemudi kendaraan saat ia dengan egonya dengan acuhnya menyebrang jalan. Baginya yang terpenting, baginya yang perdulikan hanyalah Yesung. Ia ingin mengetahui keadaan namja babo itu.

“Hosh…hosh..” napas Yera tersengal saat ia sudah sampai di tempat diadakannya prerecord tersebut.

Yera menarik napas singkat dan langsung mencari salah satu member Super Junior. Matanya terfokus pada sosok namja berwajah tampan dan manis. Lee Donghae.

“Donghae oppa,” pekik Yera disela tarikan napasnya yang cepat.

Donghae menoleh ke arah sumber suara tersebut kemudian ia menghampiri Yera dan melihat gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia terhenyak. Pasalnya penampilan Year sungguhlah sangat kacau

“Yera-ya, kau ap-” belum selesai Donghae berbicara, Yera sudah menyelanya.
“Jangan perdulikan aku. Yesung oppa bagaimana keadaannya? Dia tidak apa-apa kan? Dia akan sembuhkan? Dia–“

“Pelan-pelan Ra-ya. Yesung hyung dia sudah dilarikan ke rumah sakit. Dia juga menyuruh oppa untuk menyampaikan pesan padamu, agar kau jangan terlalu mengkhawatirkannya. Bukankah kau sendiri sedang sakit?”

“Kubilang jangan perdulikan aku. Dimana dia dirawat??” lirih Yera.
Hatinya sekarang benar-benar tidak nyaman. Air mata pun kembali merembes dari pelupuk matanya. Donghae yang memang tidak tegaan segera memeluk Yera yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.

“Tenanglah, Yesung hyung kuat. Setelah ini akan oppa antarkan.” Donghae mengelus pelan punggung Yera.

“Dia, kenapa bisa cidera?” tanya Yera disela tangisnya.

“Dia terjatuh saat menari.” Donghae memapah Yera untuk duduk di sebuah kursi.

“Namja babo! Kura-kura kepala besar bodoh!! Sudah tahu dia tidak ahli menari, kenapa dia memaksa? Sudah tahu dia sedang sakit pinggang, kenapa dia tetap begitu??” gerutu Yera sembari meremas ujung bajunya.

“Itu karena Yesung hyung mempunyai tanggung jawab besar sebagai lead vocal.” Donghae masih membelai rambut Yera.

“Tapi dia juga tidak harus memaksakan diri!! Sudah tahu jadwal Super Junior padat, ia tidak bisa menjaga kesehatan!!” gumam Yera sembari menggigit kuku-kukunya. Donghae hanya menghela napas pasrah percuma berbicara dengan gadis itu jika ia sudah merasa khawatir, keras kepalanya dua kali lebih keras dari sebelumnya.

“Kau istirahatlah di sini, oppa akan ke stage lagi.”

= = = = = = = =

@Hospital

Setelah mereka turun dari Van milik Super Junior, Yera langsung beringsut dan berlari menuju ruang rawat Yesung. Dengan kekuatan yang masih tersisa ia menghampiri ruangan VVIP dan ia melihat keluarga Yesung yang sedang menunggu dokter untuk keluar.

“Eommonim..” panggil Yera pada eomma Yesung. Ya hubungan Yera dan eomma Yesung sudah sangat dekat dan eomma Yesung menyuruh Yera memanggilnya ‘eommonim’. Eomma Yesung pun menoleh dan tersenyum pada ‘anak’nya tersebut. Sedangkan Yera sudah menghambur ke pelukan eomma-nya dan ia kembali terisak.

“Gwenchana, dia pasti baik-baik saja,” ujar eomma Yesung lembut dan membelai rambut Yera.

“Ne noona, hyung pasti akan sadar,” sahut Jong Jin.

“Tenang chagi… Anak itu tidak akan apa-apa,” ujar appa Yesung sembari tersenyum.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar dan dia menghampiri keluarga Yesung.

“Dia sudah sadar dan kalian boleh menemuinya.” Yera yang memang sangat khawatir segera menemui Yesung dan duduk di sisi Yesung.

“Kura-kura bodoh!! Bagaimana bisa kau membuatku khawatir setengah mati, huh? Bagaimana bisa kau tidak memberitahukan keadaanmu padaku, huh? Bagaimana bisa, huh? Kau anggap aku apa? Cukup kau membuatku stres dengan berita kedekatanmu dengan Jiyeon!! Sekarang kau membuatku seperti itu lagi? Namja bodoh!! Egois! Sok kuat!!” pekik Yera tanpa jeda membuat member Super Junior dan keluarga Yesung menahan tawa geli.

“Aigoo, di sini aku itu pasien. Pantaskah kau memarahiku seperti itu?” ujar Yesung dengan wajah memelas.

“Lihatlah dirimu!! Kau bahkan kurus!! Kau makan apa, huh?? Pantas saja di Sukira tadi malam, aku melihat keanehan dalam dirimu!! Kau menyendiri, tidak gila seperti yang lain!! Kenapa kau tidak memberitahuku, huh??”

“Yak!! Bahkan eomma saja belum berbicara apa-apa, kau sudah dua kali memarahiku!!” pekik Yesung membuat Yera membalikan tubuhnya menatap eomma Yesung.

“Mianhamnida eomma, tapi izinkan aku untuk memarahinya lagi,” ujar Yera polos membuat keluarga Yesung terkekeh.

“Tentu saja chagi,” ujar eomma Yesung membuat Yesung mendengus kesal.

“Lihatlah! Eomma sudah menyetujuinya dan kau akan habis hari ini oleh aku!!” pekik Yera kesal sembari mengacak-acak rambut Yesung dengan kasar.

“YAK!! Kau jangan berlebihan bodoh! Aku sudah tidak apa-apa. Lagipula aku juga sudah meminum suplemen yang bagus untuk tubuhku,” ujar Yesung lembut sembari merapikan kembali rambutnya.

“Kau itu manusia bukan robot yang hanya meminum suplemen. Kau juga butuh asupan gizi!!” Yera mendengus kesal sampai seseorang mengetuk pintu dan semua orang yang ada di kamar Yesung menoleh.

“Chogi, aku bawakan makanan untuk pasien,” ujar seorang suster, Yera langsung turun dari ranjang dan mengambil nampan yang berisi makanan tersebut.

“Gamsahamnida,” ujar Yera lembut dan tersenyum sangat berbanding terbalik dengan Yera beberapa menit yang lalu membuat beberapa member berkasak-kusuk tentangnya.

“Hyung, benarkah itu adikmu??” tanya Kyuhyun ke Siwon dan mempause-kan PSPnya.
Yera yang mendengar langsung menghampiri Kyuhyun dan mengambil PSP Kyuhyun kemudian menggetokkannya ke kepala Kyuhyun.

“Dan sepertinya aku lebih cocok menjadi adikmu, oppa,” ujar Yera ketus sembari meletakkan kembali PSP ke tangan Kyuhyun dan sontak membuat member lain tertawa.

“YAK! Jangan mentertawaiku!” dengus Kyuhyun dan menghempaskan dirinya ke sofa dan memainkan kembali PSP-nya, tak jarang pula ia menggerutu kesal.

“Kau juga Kyu, kita sudah mengenal Yera lama. Dan kita juga tahu jika ia sudah khawatir dan emosi dalam waktu bersamaan, dia akan…” putus Eunhyuk dan menempelkan mulutnya ke telinga Kyuhyun.

“lebih aneh dari Yesung hyung,” lanjut Eunhyuk sambil berbisik membuat Kyuhyun terkikik, sementara itu Eunhyuk sudah bergidig ngeri ketika ia mendapat tatapan tajam beraura kelam(?) dari Yesung.

= = = = = = =

“Oppa, makanlah!!” perintah Yera dengan nada lembut sembari menyuapkan makanan ke mulut Yesung. Yesung tersenyum oleh perhatian Yera, sedangkan Yera kembali berlinang air mata.

“Kenapa menangis lagi?” tanya Yesung lembut sembari mengusap air mata yang turun di kedua pipi Yera dengan jemarinya yang mungil.

“Aku tidak mau oppa sakit, aku khawatir padamu oppa.” Yesung langsung meraih Yera ke dalam pelukannya.

“Uljima, oppa berjanji tidak akan sakit lagi.” Yesung terus membelai kepala Yera.

“Yesung-ah,” ujar appa Yesung mengagetkan dan mereka pun melepaskan pelukannya.
Eomma Yesung sendiri menghampiri anaknya dan mencium kening Yesung.

“Kami pergi, jaga kesehatanmu, chagi..” Eomma Yesung lalu menatap Yera kemudian tersenyum.

“Ra-ya, jagalah Yesung, ne?” Yera dengan antusias menganggukan kepalanya kemudian ia memeluk eomma-nya.

“Hati-hati eommonim, appanim, Jong Jin-ah,” ujar Yera sembari mencium tangan kedua orang tua Yesung.

Setelah kepergian keluarga Yesung, Yera kembali menyuapi Yesung.

“Makan yang banyak! Agar oppa cepat sembuh,” ujar Yera sembari menatap lekat mata Yesung.

“Ne chagi.” Yesung menarik lengan Yera agar mendekatinya lalu mencium sekilas bibir Yera.

“YAK! Hyung, jangan bermesraan di depan kami!!” pekik Eunhyuk sambil mengerucutkan bibirnya.

“Sudah jangan bertengkar. Yesung-ah, apa kau serius ingin hadir ke festival di Yeonsu Expo?” tanya Leeteuk yang berhasil membuat Yera membulatkan matanya menatap tajam Yesung. Yesung yang ditatap seperti itu hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa.

“Aku akan ikut!!” ujar Yera atau lebih tepat disebut keputusan sepihak.
Yesung sendiri hanya mengangkat bahu.

“Minta izin dengan yang lain,” perintah Yesung dan Yera menganggukkan kepalanya.
Lalu ia menelungkupkan kedua tangan di depan dadanya dan memasang wajah aegyo di hadapan para member. Sukses. Yera berhasil mendapat izin dari para member.

“Tapi kau harus meminta Jung Hoon hyung, baru kau kami izinkan.” tantang Leeteuk. Setelah Leeteuk menantang Yera tibalah Jung Hoon – manajer Super Junior – dan  Yera langsung menghampirinya.

“Oppa, izinkan aku ikut, ne?” ujar Yera sambil masih mengandalkan aegyo-nya.

“Tidak! kau juga harus istirahat,” tolak Jung Hoon tegas membuat Yera menghela napas.

“Oppa…” Jung Hoon tetap menggelengkan kepalanya.

“Ahjussi!!” dengus Yera sembari mengerucutkan bibirnya dan member Super Junior sudah tertawa terbahak-bahak. Lalu Yera berbalik dan pura-pura menangis membuat Jung Hoon tidak tega.

“Baiklah!! Tapi jangan panggil aku ahjussi,” ujar Jung Hoon membuat Yera tersenyum penuh kemenangan dan mengedipkan sebelah matanya dan mengacungkan jempolnya ke para member dan Yesung. Para member pun terkikik geli.

“Gomapta, oppa..” ujar Yera dan tersenyum pada Jung Hoon.

= = = = = = = = =

“Oppa kau harus kembali istirahat!! Ini minumlah vitamin!!” perintah Yera pada Yesung sembari memberikan sebuah tablet kecil.

“Ne, suster.” Yera tersenyum dan duduk di samping Yesung.

“Kau lelah?” tanya Yesung sembari menuntun kepala Yera agar bersandar di bahunya.

“Tidak. Aku tidak pernah lelah jika harus merawatmu oppa.” Yesung tersenyum mendengar ucapan polos Yera.

“Gomawo..”

“Untuk apa??” tanya Yera dengan mata terpejam.

“You always stay with me.”

“Because, I Love You, oppa.”

“Me too. I Love You So much.” Yesung membelai rambut Yera.

= = = = = = =

120722 SJ’s Fansign and Fanmeet.

“Lelah oppa?” tanya Yera mengusap keringat Yesung.

“Tidak terlalu chagiya…” ujar Yesung sembari menggenggam tangan Yera.

“Jeongmal??” selidik Yera.

“Ne, kkajja kita pulang. Oppa sudah meminta izin untuk cepat pulang dan tidur.” Yesung menarik tangan Yera menuju mobilnya.

“Oppa bersyukur memilikimu,” ujar Yesung namun tetap fokus menyetir.

“Ya??”

“Oppa mencintaimu…” Yera hanya tersenyum. Baginya cinta tidak mesti terus diucapkan melainkan dilakukan.

= = = = = =

“Ra-ya, kemarilah,” ujar Yesung ketika ia berdiri di depan beranda kamarnya saat malam hari. Yesung langsung memeluk Yera dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Yera.

“Terima kasih karena kau selalu menemani oppa. Terima kasih karena kau selalu mengkhawatirkan oppa. Terima kasih karena kau selalu mencintai oppa,” bisik Yesung. Yera segera membalikkan badannya lalu mengalungkan tangannya di leher Yesung dan Yesung meraih pinggang Yera.

“Cintaku tulus dan tidak butuh kata terima kasih.”

Yesung langsung memeluk Yera dan melumat bibir gadis itu dengan lembut dan Yera pun membalasnya.

“Jangan sekali kau meninggalkanku, oppa. Terlebih lagi karena orang ketiga,” ujar Yera dan mereka menautkan kelingking mereka.