aku dapat copas dari Kumpulan Fan Fiction

Tittle                                     : Y’s Hurt

 

Author                                  : raeHEEchul

 

FB – Twitter                       : raeHEEchul —- @twoHEEinONE / @nagita0412

 

Genre                                   : Love-Hurt

 

Rating                                   : T-15

 

Lenght                                  : Oneshoot

 

Words                                  : 4,184

 

Main Cast                            : Kim Ye Sung ; Choi Ye Ra

 

Other Cast                          : Choi Si Won ; Jung Hyun Jin ;  Kim Hee Chul ; Choi Rae Hee ; Shin Hye Bin

 

Disclaimer                          : Choi Rae Hee milik Kim Hee Chul. Other cast ? for you guys ^^ . FF nya punya saya.

 

Note                                      : Authorfic, Copyright*

 

Dedicated To                     : Nurul Fatikhah

 

Happy Reading ^^

================================

~Plak!!

Kepala pria itu miring ke kanan karena baru saja mendapatkan tamparan dari sang gadis. Napas gadis itu memburu marah. Matanya merah karena menangis. Hatinya terluka hanya karena satu kata.

Cinta.

“Mulai sekarang hubungan kita berakhir..” ucap si  gadis dengan lantang dan berlalu pergi. Sang pria menoleh dan mengikuti arah gadis itu pergi. Menatap punggung sang gadis dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.

Si pria berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan dengan sang gadis. Menendang sebuah batu kecil untuk melepaskan kesalnya.

Tak jauh dari sana, tanpa sengaja dan tanpa direncanakan, sepasang kekasih yang sudah menjalin sebuah hubungan selama lima tahun lamanya, menatap pertengkaran si pria dan si gadis dengan pandangan prihatin.

Choi Ye Ra dan Kim Ye Sung.

Yera mendongak saat merasakan tangan Yesung menyentuh puncak kepalanya, mengusapnya perlahan. Yera tersenyum saat pria berpandangan kosong itu menatapnya.

“Aku harap kita akan bersamanya, oppa..”

Yesung mengangguk, menyetujui harapan Yera. Lantas keduanya pergi meninggalkan tempat itu.

===========================================

Kim Ye Sung adalah manajer lapangan sebuah perusahaan besar bidang traktor. Petals Enterprise Group. Tugasnya memantau keadaan dimana proyek sedang dilangsungkan. Kali ini, ia masih duduk di balik mejanya, menyelesaikan beberapa laporan sebelum diserahkan kepada atasannya. Dan hanya menunggu perintah untuk bergegas meninggalkan Seoul. Menuju Busan, tempat dimana proyek sedang dilangsungkan.

Yesung mengetuk pintu dan menunggu. Terdengar suara perintah untuknya masuk, lantas ia membuka pintu dan masuk ke ruangan tersebut.

Yesung membungkuk sebentar dan menyerahkan sebuah map berisi dokumen laporan yang baru saja ia selesaikan. Atasannya yang bernama Kim Hee Chul tampak membuka map itu, membalikan lembar demi lembar laporan ditangannya.

Heechul mengambil bolpoinnya di atas meja dan Yesung berkeringat dingin. Sesuai dugaannya, Heechul mencorat-coret beberapa bagian pada laporan Yesung. Sesak. Tapi Yesung memang harus terima itu.

Heechul melempar map itu ke atas meja, nyaris terjatuh jika Yesung tidak segera menangkapnya. “Perbaiki. Ada beberapa kesalahan..” ucap Heechul tampak sibuk lagi dengan pekerjaannya.

“Arraseumnida.. (Saya mengerti)

Yesung pamit dan keluar ruangan. Membuka laporannya dan tersenyum singkat. Setidaknya, coretan itu tidak sebanyak biasanya, yang artinya, kesalahannya semakin hari semakin berkurang bukan? Lantas Yesung melihat jam di tangannya. Waktu menunjukkan pukul dua siang dan ia harus cepat. Hanya punya tiga jam lagi, dan.. ia bisa pulang untuk mengajak Yera makan malam.

****

Heechul menarik bolpoinnya lagi. Yesung tentu saja gugup. Bagaimana jika masih salah? Berarti malam ini ia harus lembur dan membatalkan rencana makan malamnya bukan?

Namun Yesung bernapas lega karena Heechul menandatangani laporannya. Heechul menyerahkan laporan itu dengan ‘layak’ ke tangan Yesung, “minta pada Raehee cap perusahaan. Dan besok pagi kau bisa segera berangkat ke Busan,” ucap Heechul tampak memakai jasnya, bersiap untuk pulang.

Yesung menyahut mengerti. Dia sudah biasa jika mendapatkan tugas secara mendadak untuk pergi ke luar kota. Yesung bergeser dari tempatnya berdiri dan mempersilahkan Heechul untuk berjalan duluan. Yesung menutup pintu dan segera berlari ke tempat Raehee. Syukurnya, gadis itu baru bersiap untuk pulang.

“Minta cap. Kwanjangnim (Direktur/atasan) sudah menandatanganinya..” pinta Yesung sambil menyodorkan map itu pada Raehee. Gadis itu menghembuskan napasnya sekilas dan merogoh tas kecilnya, mencari benda yang dibutuhkan.

“Gomawo..”

“Ne..” balas Raehee singkat.

Yesung kembali ke ruangannya dan bersiap untuk pulang. Sebelum keluar, ia menelepon Yera untuk bersiap karena Yesung akan segera menjemputnya.

======================================

“Kali ini kemana?” tanya Yera membelai rambut Yesung yang menjadikan pahanya sebagai sandaran kepala.

“Busan. Besok pagi..” jawab Yesung, matanya masih terpejam merasakan belaian kasih dari Yera.

“Berapa hari?”

“Mollaseo. Jika cepat selesai maka akan cepat pulang juga. Atau, jika kwanjangnim menyuruhku kembali walau perkerjaannya belum selesai, aku juga akan kembali.. Waeyo??” Yesung membuka matanya dan menatap wajah Yera.

“Anniya.. Hanya saja, aku merasa kalau aku akan sangat merindukanmu..” jawab Yera pelan, menghentikan gerakan tangannya di kepala Yesung.

“Memangnya setiap hari  kau tidak merindukanku?” Yesung cemberut, namun tetap tidak merubah ekspresi Yera yang terlihat murung. Merasa tidak diacuhkan, Yesung menegakkan tubuhnya dan membimbing wajah Yera untuk menatap Yesung.

“Aku akan kembali, Yera-ya. Hal ini kan sudah biasa. Ada apa denganmu?”

“Mollaseo, oppa.. Hanya saja aku merasa, aku tidak ingin kau pergi..”

Yesung tersenyum dan menarik kepala Yera dalam dekapannya. “Geokjonghajima.. (jangan khawatir).. Aku selalu ada bersamamu..”

Yera mengangguk dan Yesung mengecup puncak kepala Yera dengan lembut.

========================================

Seoul.

Yera mengunci pintu apartemennya dan berbalik. Langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sangat dikenalnya sedang berdiri dengan wajah yang tersenyum pada Yera. Yera balas tersenyum dan mendekati pria itu.

“Siwon-ah.. Etteohkke jiseyo (apa kabarmu) ?” sapa Yera pada Siwon. Pria itu mengangkat bahunya sekilas.

“Seperti yang kau lihat. Baik-baik saja.. Kau sendiri?” tanya Siwon balik.

“Sangat baik. Kapan kau tiba di Seoul?”

“Bagaimana kalau minum kopi? Mengobrol seperti ini tidak terlalu nyaman.. Apa kau sibuk? Sepertinya kau ingin pergi?” tawar Siwon yang dibalas anggukan oleh Yera, “ne. Aku hanya ingin ke supermarket saja. Kajja..” ujar Yera dan mereka berdua bergegas pergi dari gedung apartemen Yera.

****

“Gelar master-ku sudah kutempuh dalam waktu 3 tahun. Dan aku bekerja di perusahaan di Amerika selama 4 tahun. Tapi merasa bosan, aku memutuskan keluar dan mencari pekerjaan disini. Bagaimana dengan kau?” Siwon menatap Yera.

Yera adalah kekasih Siwon tujuh tahun yang lalu. Mereka berpisah baik-baik karena Siwon harus meneruskan S-2 nya di Amerika. Keduanya sama sekali tidak bisa long distance relationship, maka.. perpisahan yang menyakitkan harus dipilih juga.

“Aku? Guru musik di salah satu sekolah..” jawab Yera seadanya dan Siwon mengangguk. Lama Siwon menatap Yera hingga membuat gadis itu risih.

“Yera-ya.. Bogoshippo…” ucap Siwon lembut. Pria itu menggenggam tangan Yera yang terbebas di atas meja. Siwon merasa aneh karena Yera hanya tersenyum, gadis itu meloloskan tangannya dari genggaman Siwon.

“Wae geurae (ada apa) ?” Siwon mengernyit.

“Mianhae, Siwon-ah.. Aku sudah punya kekasih..” ucap Yera yang membuat Siwon membelalakan matanya. Seharusnya ia tidak harus terkejut karena hubungan mereka memang sudah berakhir lama. Tapi mengetahui kalau Yera sudah mempunyai hubungan dengan pria lain, membuat Siwon sedikit sesak.

Siwon berusaha menampilkan wajah normalnya lagi. Lantas ia menyenderkan punggungnya di senderan bangku di belakangnya.

===========================================

Busan.

“Tuan Kim?”

Yesung tersentak saat sekretarisnya selama di Busan mengagetkannya. Yesung buru-buru meraih kertas-kertas di atas mejanya dan menelitinya lagi. Lantas sadar satu hal, Yesung mendongak.

“Err.. Hyunjin-ssi, hubungi semua kepala bagian. Aku akan mengadakan rapat sekarang..”

“Arraseumnida..”

Hyunjin berbalik dan melangkah pergi, menjalankan perintah atasannya.

****

Yesung menatap kopi yang berada di hadapan wajahnya, lantas mendongak untuk melihat siapa yang menyodorkan kopi tersebut. Yesung menemukan Hyunjin –sekretarisnya- sedang tersenyum. Lantas Yesung mengambil gelas itu dengan tersenyum juga.

“Gomawo..”

“Ne. Apa Tuan sedang dalam masalah? Sejak tadi siang tiba, saya melihat Anda begitu murung. Maaf atas kelancangan saya..”

“Anniya (tidak). Nan gwaenchana (Aku baik-baik saja). Geokjonghajima,”

Hyunjin mengerti dan pamit pergi. Meninggalkan Yesung yang kembali termenung di kursi pemantau proyek.

=================================

Seminggu sudah Yesung berada di Busan. Yesung dan Yera sudah terbiasa dengan keadan seperti ini. Hanya mengandalkan ponsel dan jaringan internet untuk saling berhubungan. Kepercayaan adalah kunci yang di pegang Yesung dan Yera dalam menjalankan hubungan mereka. Maka dari itu, meski keduanya sering terpisah jarak dan terlibat dalam waktu yang sama-sama sibuk, mereka tetap saling memiliki hingga hubungan mereka berjalan selama lima tahun.

Keduanya merasakan rindu tentu saja. Dan biasanya, jika Yesung sudah pulang dari kota, Heechul akan memberikannya libur satu hari untuk beristirahat yang sama sekali tak pernah di manfaatkan Yesung. Pria itu akan menemui Yera dan berada di samping gadis itu sepanjang hari. Obat dari rindu yang sudah menjalar hingga dasar hatinya.

Namun keadaannya sekarang berbeda. Pesan singkat yang biasa dikirimkan setiap dua jam sekali, kini berganti menjadi paling banyak tiga kali sehari. Saat keduanya saling mengingatkan untuk ‘tidak lupa makan’.

Yesung. Proyek di Busan ini terlalu banyak menyita waktu dan tenaganya. Fokus dan konsentrasi tinggi sangat di butuhkan disini. Terlalu banyak masalah dalam pembangunan di Busan. Mulai dari tanah yang sukar digali. Bahan-bahan bangunan yang ternyata sempat dicuri secara diam-diam oleh pekerja dan lain sebagainya.

Beruntungnya, Yesung mempunyai sekretaris yang cerdas dan cekatan, sehingga Yesung tidak harus menggunakan 100 persen kemampuan yang ada di dirinya. Hyunjin juga memenuhi kebutuhan hidupnya di Busan. Makanan yang dimakan Yesung sehari-hari adalah buatan Hyunjin. Jika Yesung kelelahan, Hyunjin juga-lah yang akan menyelesaikan tugas-tugas Yesung.

Dan Yera. Guru musik yang juga sedang sibuk mempersiapkan dan menjalankan ujian praktek murid-muridnya. Konsentrasinya sangat dibutuhkan dalam menilai musikalitas murid-muridnya. Yera pun tak jarang lupa waktu makan dan sempat membuat gadis itu terserang flu.

Siwon –sang mantan yang sudah menetap lagi di Seoul- sempat memarahi Yera karena sakitnya itu. Dan sejak saat itu, Siwon selalu mengingatkan Yera untuk makan, tak jarang juga Siwon ‘menculik’ Yera dari sekolah hanya untuk memaksa gadis itu makan.

Pengujian hubungan Yera dan Yesung. Disaat keduanya terpisah jarak dan hanya mengandalkan teknologi untuk saling menghubungi. Sedangkan keduanya sudah terbiasa untuk saling melengkapi, kini.. semua itu mencapai titiknya.

Berbeda dengan ‘perpisahan’ sebelumnya. Jika mereka terpisah, setidaknya rasa rindu karena benar-benar merasakan seseorang yang dibutuhkan itu terasa nyata. Sayangnya, baik di kedua belah pihak, posisi itu sudah tertempati.

Yesung, yang akan selalu merasa rindu akan masakan Yera, perhatian Yera dan senyuman Yera yang membuatnya semangat menyelesaikan tugasnya agar bisa kembali ke Seoul dengan cepat. Kini semua itu tergantikan oleh kehadiran Hyunjin.

Yera, yang terbiasa dengan sikap hangat Yesung, pujian Yesung akan masakanya, perhatian Yesung yang membuatnya tetap tersenyum dan semangat. Kini semua itu tergantikan oleh kehadiran Siwon.

Keduanya masih merasakan rindu. Tapi tidak lagi setebal biasanya. Inikah cobaan hubungan mereka?

Sampai pada akhirnya, hubungan itu harus berakhir karena suatu alasan.

Hari itu, saat Siwon jatuh sakit. Baik Yesung maupun Yera, keduanya merasakan sesak di dada.

=======================================

Satu Tahun Kemudian.

 

Yera masih bekerja sebagai guru musik. Namun aksi ajarnya tidak-lah seperti satu tahun lalu, atau tahun-tahun sebelumnya. Yera lebih menjadi pendiam jika kelas sudah berakhir. Gadis itu juga sudah tidak terlihat aktif lagi.

Tujuh bulan yang lalu, tepat saat Yesung mengakhiri hubungan cinta mereka yang sudah berjalan selama lima tahun, Yera jatuh sakit. Dia dilarikan kerumah sakit karena ditemukan pingsan di apartemennya. Rekan guru-nya, Shin Hyebin, merasa heran karena sudah tiga hari Yera tidak juga datang ke sekolah, maka Hyebin memutuskan melihat Yera di apartemennya dan menemukan gadis itu pingsan di bednya. Dokter mengatakan, kalau Yera dehidrasi parah. Tubuh Yera sama sekali tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman.

Tentu saja. Mana bisa ia makan disaat hatinya hancur? Mana bisa ia minum disaat air dari matanya terus mengalir? Mana bisa ia beraktivitas disaat nyawa dan jiwanya berada di tempat terpisah dari raganya?

Tubuh Yera kurus kering dan ia sering sakit. Hyebin sudah meminta cuti akan aktivitas mengajar Yera di sekolah dan gadis itu tinggal di apartemen Yera karena sang dokter mengatakan, Yera jangan sampai ditinggal sendiri.

Patah hati.

Begitu buruk ya??

Saat itu, Siwon –orang yang menghancurkan hubungan Yera dengan Yesung- datang ke apartemen Yera. Tentu saja Yera marah dan mengusir pria itu. Yera benci. Sangat membenci Siwon dengan segenap hatinya. Ia muak dan benar-benar memaksa Siwon untuk tidak pernah menampakkan wajahnya lagi di hadapan Yera.

Keterpurukkan bukan hanya dirasakan oleh Yera, Yesung-pun merasakan hal yang sama. Keduanya, tanpa disadari masing-masing, masih terikat dalam suatu hubungan yang sulit untuk dijelaskan. Koneksi hati dan pikiran mereka masih tersambung. Jika yang satu merasakan, yang lain juga ikut merasakan.

Apa yang terjadi pada Yera, Yesung bisa merasakannya. Saat Yera jatuh sakit, Yesung juga demam tinggi. Saat Yera tiba-tiba kehabisan napas, Yesung merasakan sesak. Saat jari Yera teriris sebilah pisau, Yesung merasakan nyeri pada jari yang sama.

Begitu juga sebaliknya. Saat Yesung terjatuh dari lantai dua di tempat proyek dan kakinya patah, Yera tidak bisa berjalan tanpa suatu sebab yang jelas. Saat Yesung merindukan Yera, gadis itu tiba-tiba menangis karena juga merasakan hal yang sama.

CINTA.

Satu kata yang juga menyebabkan tumbuhnya keegoisan. Keduanya, sama-sama bertahan dalam posisi kesendirian. Yera tentu saja, masih mencintai Yesung dan berharap hubungan mereka kembali membaik. Yesung, pria yang memutuskan Yera, lebih mempertahankan ego dan gengsi untuk tetap bertahan sendiri. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, Yesung masih mencintai Yera, dengan sangat.

Berbeda dengan Yera yang menjalani hidup selama satu tahun sendirian, Yesung mempunyai Hyunjin yang bisa membangkitkannya dari keterpurukkan. Yesung menyayangi sekretarisnya itu meski rasa cinta untuk Yera jauh lebih besar.

Siapa yang sangka kalau ternyata Hyunjin adalah cinta pertama Yesung yang terpisah. Keduanya terpisah karena Hyunjin harus pindah ke luar negeri saat mereka sama-sama berumur 17 tahun. Yesung tak menyadari kalau cinta pertamanya adalah Hyunjin  yang menjadi sekretarisnya. Semua itu terungkap saat Hyunjin menemani Yesung dalam saat-saat keterpurukkan Yesung yang berpisah dengan Yera.

Hari itu, saat Yesung demam tinggi, Hyunjin berada di apartemen Yesung dan menjaga serta merawat pria itu. Saat itu Hyunjin menemukan sebuah gelang yang pernah diberikan Hyunjin sebelum mereka berpisah. Dari situlah, kenyataan itu terungkap.

Hyunjin tahu posisinya dan Yesung yang baru saja ditinggalkan. Hyunjin selalu menghibur Yesung hingga pada akhirnya keduanya menjalin cinta dua bulan yang lalu.

Mendengar hal itu tentu saja Yera lebih terpuruk lagi. Walau cinta diantara mereka masih begitu besar, namun saat takdir mengatakan kalau mereka harus berpisah dan tidak mungkin kembali karena ada orang ketiga diantara mereka, apa yang bisa mereka lakukan?

Keduanya hanya menjalani kehidupan sebagaimana mestinya dijalankan.

Selain mendengar kalau Hyunjin adalah cinta pertama Yesung, hal lebih menyakitkan terkuak. Yesung mendekati Yera karena saat Yesung pertama kali melihat Yera, gadis itu mirip dengan Hyunjin yang baru dua tahun pergi dari Yesung.

Pertemuan mereka saat perkenalan kampus. Saat itu Yera berusia 17 tahun dan Yesung 19 tahun. Yesung yang masih belum bisa melupakan Hyunjin, mencoba mendekati Yera dengan harapan kalau dirinya bisa terus mengingat Hyunjin. Tapi kenyataannya, pelampiasan itu justru berbuah suatu hubungan dengan cinta yang dalam. Yesung justru bisa melupakan keberadaan Hyunjin yang perrnah ada di hidupnya.

===================================

=FlashBack=

 

“Yeoboseyo?” Yera mengangkat panggilan yang menampakkan nama Siwon di layar ponselnya.

 

“Yeoboseyo, Yera-ya..” Yera mengernyit saat mendengar suara Siwon yang sedikit serak. “Siwon-ah.. musem iriya? (Ada apa?)” tanya Yera kemudian.

 

“Nan.. Appo (Aku sakit).. ehem.. bisa kau menolongku? Aku sendirian..”

“Neo? YA! Siwon-ah.. ne, aku kesana. Telepon dokter oke?” Yera menyahut cemas. Sebagai teman dan seseorang yang pernah berhubungan dekat dengan Siwon, tentu saja Yera merasa cemas. Sambil menelepon, gadis itu mengambil sweaternya dan berjalan keluar apartemen, menuju apartemen Siwon.

 

“Ne. Aku tunggu. Gomawo~ (Terima kasih)

“Ne.”

****

“YAK! Badan saja yang besar tapi ternyata kau mudah sakit, payah.” Yera mencibir sambil meletakkan handuk dingin untuk mengompres dahi Siwon. Pria itu hanya tersenyum simpul.

“Untung saja hari ini aku sedang tidak sibuk. Jadi aku bisa datang..”

“Memangnyya kalau kau sibuk, kau tidak akan datang?”

“Tentu saja tidak..”

Siwon merengut. Pria itu masih menyayangi Yera. Saat tahu kalau Yera mempunyai seorang pria dalam hidupnya yang menggantikan posisi Siwon, tentu saja Siwon tidak terima begitu saja. Pria itu seringkali menghabiskan waktu bersama Yera untuk mencoba menyadarkan Yera kalau Siwon-lah yang berada di dekatnya. Tapi, Siwon merasa kalau hal itu sia-sia. Yera sama sekali tak mengacuhkannya. Masih sama. Hanya menganggap Siwon sebagai mantan dan seorang teman.

“Waeyo?” tanya Yera saat menyadari Siwon hanya terdiam menatap Yera.

“Anniya..” jawab Siwon, masih melihat Yera. Merasa tak nyaman, gadis itu berdiri.

“Aku akan memasak makanan untukmu, jadi aku bisa pulang. Tunggu sebentar oke?”

Yera berbalik dan tiba-tiba tangannya di genggam Siwon cukup erat. Sebelum menyadari apa yang terjadi, tubuh Yera sudah terkunci diatas bed dengan Siwon berada di jarak yang cukup dekat diatas tubuh Yera.

“Si-Siwon-ah.. a-apa yang aku lakukan??” tanya Yera dengan tergagap. Tangannya tidak bisa digerakkan karena cengkraman Siwon yang cukup kencang.

“Nan.. Aku.. Aku masih mencintaimu, Yera-ya..”

Tanpa aba-aba lagi, Siwon melumat bibir Yera. Membungkam kata apapun yang hendak keluar dari mulut gadis itu. Memaksa. Dan Yera berontak. Sulit karena posisinya tidak menguntungkan terlebih lagi kekuatan Siwon yang luar biasa. Yera membuka mulutnya dan menggigit bibir Siwon sekencang yang ia bisa dan merasakan anyir darah dimulutnya.

Siwon melepaskan ciumannya dan meringis keskitan. Hal itu memberikan kesempatan Yera untuk menendang pria itu. Siwon oleng karena memang kondisi tubuhnya yang sedang demam tidak menguntungkan. Yera berlari keluar apartemen Siwon dengan wajah yang basah. Ketakutan dan kecemasan. Serta airmata.

Yera merogoh tasnya dan menemukan nama Yesung berkedip-kedip di layar.

Di Busan, perasaan Yesung mendadak tidak nyaman. Pria itu terus saja gelisah seharian dan membuat seluruh konsentrasinya terpecah. Merasa ada yang tidak beres dan perasaannya mengatakan terjadi sesuatu pada Yera, pria itu memutuskan untuk menelepon Yera.

Cukup lama Yesung menunggu. Dan membuatnya bertambah cemas. Setelah percobaan panggilan kedua, akhirnya Yesung bisa mendengar suara Yera.

“Yera-ya? Neo gwaenchana?” tanya Yesung dengan cemas saat mendengar suara Yera yang sedikit berat.

 

“Eung (ya). Hanya sedikit flu, sudah mendingan.. Ada apa, oppa?”

“Anniya.. hanya tiba-tiba aku gelisah dan terpikir dirimu. Ternyata benar kalau kau sakit..”

 

“Tapi sudah mendingan kok..”

“Syukurlah..”

Keduanya sama-sama tediam, lalu Yesung tiba-tiba berbicara, “Oh iya, besok aku akan kembali ke Seoul selama dua hari dan setelah itu kembali lagi ke Busan karena pekerjaan disini memang belum selesai. Kita jalan?”

Yera terdiam.

“Yera-ya?”

 

“Ne?”

“Kau benar-benar baik-baik saja?”

 

“Ne, oppa. Nan gwaenchana. Ehm.. besok? Ya, baiklah. Tentu saja.. Sampai ketemu besok, oppa..”

“Ne. Jaga dirimu, chagi (sayang.. [untuk panggilan])..”

 

“Ne, oppa..”

Yesung mematikan sambungannya dan tersenyum saat melihat foto Yera terpampang menjadiwallpaper layar ponselnya.

Di Seoul, Yera terduduk lemas dan menangis. Ia dicium oleh Siwon yang artinya mengkhianati Yesung kan? Meski semua itu murni karena Siwon yang memaksa, tetap saja Yera tidak bisa menolak. Lalu dia harus bagaimana? Masih sanggupkah Yera untuk bertemu muka dengan Yesung disaat hatinya merasa berdosa?

****

“Jaljayo.. (selamt malam/selamat tidur)” Yesung mengecup kening Yera lembut saat mereka sudah sampai di pintu apartemen Yera. Yera terpejam, semakin merasa bersalah kepada Yesung yang sudah bersikap sangat hangat kepadanya. Tanpa disadari, Yera merasakan tangan Yesung mengusap pipinya yang ternyata telah ternodai oleh airmata.

“Kau kenapa? Kenapa menangis? Apa masih sakit?” tanya Yesung cemas

“Anni. Hanya saja aku merasa bahagia bisa bersamamu, oppa..”

Yera melihat Yesung tersenyum. Oh Tuhan.. bisakah ia menyimpan kejadian lalu untuk selamanya? Sanggupkah??

Yesung menarik Yera kedalam pelukannya, mengusap rambut gadis itu perlahan. Lantas mengecup lembut puncak kepala Yera.

“Na do..” ucap Yesung kemudian.

****

Di Busan, Yesung masih saja merasa gelisah. Sejak empat hari yang lalu ia mengajak Yera jalan-jalan dan gadis itu lebih banyak diam, Yesung merasa kalau Yera menyembunyikan sesuatu. Tapi gadis itu sama sekali tidak mengatakan apapun kepada Yesung dan membuat Yesung semakin penasaran.

Sejak hari itu, Yesung terus menanyakan keadaan Yera yang selalu dibalas dengan kata ‘baik-baik saja’. Dan hati Yesung mengatakan, ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Yera tapi gadis itu bersikukuh mengatakan tidak ada apa-apa.

Yesungpun semakin gentar memaksa Yera untuk mengatakan apa yang terjadi. Sampai saat itu ditelepon, Yera mengatakan semuanya.

Yera mengatakan kehadiran Siwon.

Yera mengatakan siapa Siwon.

Yera mengatakan apa yang Siwon lakukan untuk membuat rasa rindu Yera akan Yesung sedikit terbayar.

Yera mengatakan ciuman itu.

Dan Yesung. Ia marah dan sakit hati.

Kenapa Yera tidak pernah mengatakan itu padanya?

Jika Yesung tidak bertanya, Yera tidak akan menceritakannya kan?

Lalu untuk apa hubungan selama lima tahun ini jika masih saja ada yang disembunyikan?

Bukankah kejujuran dan kepercayaan yang selalu mereka junjung?

Dan perbuatan Yera kali ini, yang telah membohongi Yesung dan juga berniat untuk menyembunyikannya, membuat Yesung memutuskan hubungan mereka.

Pria itu marah, tentu saja. Dan juga sakit hati.

 

=FlashBack END=

 

==========================================

Han Park. Waktu Sekarang.

 

Yera tak tahan lagi. Antara Yera dan Yesung seringkali bertemu secara tidak sengaja, tapi keduanya seperti orang asing yang tidak saling kenal. Perasaan cinta itu masih ada dan masih sama besarnya seperti dulu.

Yera duduk dan menunggu. Hari ini gadis itu meminta Yesung untuk menemuinya. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya untuk diungkapkan. Setidaknya, sebelum ia meninggalkan negara ini dan mencoba melupakan apa yang sudah terjadi.

“Sudah lama? Maaf… Tadi ada rapat..”

Yera menoleh dan melihat Yesung berdiri tanpa menatapnya. Yesung melihat kearah sungai atau mungkin ke arah orang-orang di sekitar tempat mereka berada sekarang.

“Gwaenchana.. aku juga baru datang. Duduklah..” ucap Yera. Sekuat hati mengontrol emosinya agar tangisnya tidak pecah. Ia juga tidak memandang ke arah Yesung karena takut pertahannya runtuh. Yera bergeser sedikit menjauh saat Yesung sudah mulai duduk di kursi taman disebelahnya.

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Yesung, masih menghadap kurus kedepan.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Yera, mencoba menciptakan suasana rileks di sore ini.

“Baik-baik saja. Kau?”

“Seperti yang mungkin kau lihat…”

Yesung menoleh sekilas, lantas menghadap kedepan lagi, “Sepertinya juga baik-baik saja..” ucap Yesung kemudian.

“Begitulah..”

Jeda sejenak diantara mereka. Yera menarik napasnya dalam dan menghembuskannya perlahan.

“Bagaimana hubunganmu dengan cinta pertamamu?”

Yesung menoleh dan menatap Yera cukup lama. Lebih lama dari tatapan sebelumnya. Gadis yang merasa di perhatikan itu juga menoleh, melihat ke arah Yesung juga. Sungguh, keduanya saling merindukan dan sangat ingin saling memeluk, tapi perbedaan itu begitu nyata.

Bersamaan, keduanya membuang pandangannya kedepan.

“Baik-baik saja. Jika tidak ada hal yang penting, aku ingin pergi. Aku ada janji..” ucap Yesung dan ia segera berdiri. Sabelum melangkah lebih jauh, kakinya terhenti saat Yera berbicara..

“Aku tidak menyangka saat kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, itu adalah alasanmu untuk melupakan cinta pertamamu yang meninggalkanmu. Kau tahu? Mendengar hal itu membuatku bertambah sakit. Sangat sakit hingga aku tak punya keinginan untuk hidup lagi. Tapi aku berpikir, jika aku mati karena dirimu, hidupku akan sangat tidak berharga bukan? Mati untuk orang yang kucintai, sekaligus kubenci sekarang.”

Yesung masih diam. Ia masih berdiri membelakangi Yera yang sudah menitikkan air matanya. Gadis itu melanjutkan..

“Kenapa aku membencimu? Tentu saja ! Siapa manusia di dunia yang tidak merasa benci jika mengetahui kenyataan itu? Aku berusaha setia dan percaya padamu. Aku mengatakan hal-hal yang jujur selama hubungan kita –diluar insiden terakhir yang sama sekali tidak sanggup untuk kukatakan- tapi ternyata pada akhirnya aku mengetahui kalau pernyataan cintamu padaku dulu hanya sebuah pelampiasan.. Betapa bodohnya aku bukan?”

Masih bergeming. Yesung menutup matanya. Ia merasakan sakit di hatinya saat Yera mengatakan hal itu. Tentu saja ketika Yera mengatakan semua hal yang baru saja ia dengar, gadis itu juga merasakan pisau mencabik-cabik hatinya.

“Aku mohon.. Katakan kata-kata yang bisa membuatku membencimu. Aku sungguh ingin melupakanmu dan belajar untuk membencimu. Aku sangat tersiksa karena setiap hari, setiap aku memikirkanmu, aku menangis. Aku terus memimpikanmu berada disisiku lagi. Dan itu menyakitkan kau tahu? Karena apa yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang kulihat di dalam mimpi. Tapi yang aku sadari.. Semakin aku mencoba untuk membencimu, aku semakin menyadari betapa aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu..”

Yera berdiri dan bergegas pergi tepat saat Yesung berbalik dan memanggil gadis itu dengan lantang.

“Yera-ya !!”

Yera berhenti namun tak berbalik. Ia tidak mau terlihat lemah dihadapan Yesung saat ia baru saja mengatakan hal-hal buruk tentang pria itu.

“Aku minta maaf. Waktu itu aku memang melihatmu yang mirip dengan Hyunjin, maka aku mendekatimu. Tapi seiring berjalannya waktu dan hubungan kita yang semakin dekat. Aku melihatmu. Aku melihat Choi Ye Ra seutuhnya. Aku melihat kalau Yera bukanlah Jung Hyun Jin yang meninggalkan aku. Aku mencintaimu dengan tulus. Aku mencintaimu sebagai Choi Ye Ra. Itu yang harus kau tahu. Dan yang perlu kau ketahui juga, baik aku maupun kau, kita sama-sama tidak bisa saling membenci, karena aku juga mencintaimu..”

Buliran bening mengalir dari mata indah Yesung. Ia juga terluka, tentu saja. Jika kau berada diposisinya saat ini, hal itu pasti menyakitkan bukan?

Yesung melihat Yera berjalan semakin menjauh. Ia pun juga berbalik pergi menuju mobilnya terparkir. Meletakkan kedua tangannya di stir kemudi. Mengabaikan panggilan telepon dari Hyunjin. Pikirannya hanya terfokus ke masa lalu. Saat dirinya bertemu dengan Yera.

 

Yera yang saat itu menjadi mahasiswi baru dan langsung menarik perhatian Yesung.

“Namaku Kim  Ye Sung..”

 

“Aku Choi Ye Ra, sunbaenim..”

 

Yera yang saat itu kelelahan dan nyaris pingsan saat berlari keliling lapangan.

“Kau tidak lihat dia sudah pucat hah? Bawa keruang dokter!!”

 

Saat Yesung menyanyikan lagu cinta untuk Yera namun gadis itu tidak menyadarinya.

 

“Eh?  Apa kau bilang? Siapa yang bernyanyi barusan?”

 

 

 

Yera yang saat itu begitu terkejut atas pernyataan cinta Yesung.

 

“Maukah kau menjadi yeojachinguku?”

 

“A-aku.. Aku..Aku mau sunbaenim..”

 

 

 

Yera yang selalu ada disaat Yesung merasakan lelah.

 

“Jangan lupa makan, oppa. Aku menyayangimu..”

 

 

 

Yera yang begitu terluka.

 

“Aku mohon.. Katakan kata-kata yang bisa membuatku membencimu. Aku sungguh ingin melupakanmu dan belajar untuk membencimu. Aku sangat tersiksa karena setiap hari, setiap aku memikirkanmu, aku menangis. Aku terus memimpikanmu berada disisiku lagi. Dan itu menyakitkan kau tahu? Karena apa yang terjadi tidaklah sesuai dengan apa yang kulihat di dalam mimpi. Tapi yang aku sadari.. Semakin aku mencoba untuk membencimu, aku semakin menyadari betapa aku sangan mencintaimu. Aku mencintaimu..”

 

 

“Mianhae (maafkan aku).. Yera-ya..” ucap Yesung lirih.

“SARANGHAE..” ucap keduanya bersamaan di tempat yang berbeda. Dengan rasa yang sama. Terluka.

THE END___________________________________________

*) Copyright adalah Hak hukum (dalam hal ini) seorang penulis untuk memperbanyak, menerbitkan, mengedarkan hasil tulisannya. Ia memiliki hak atas tokoh-tokoh ciptaannya, berikut jalinan ceritanya. Penulis FF tidak mempunyai hak hukum atas tokoh-tokoh canon, ia hanya bisa meng-klaim OC-nya dan ide cerita.  

Jangan cuma jadi SILENT readers, jadilah readers yang baik. Apalagi yang termasuk kedalam Beta Reader.

 

Beta Reader yaitu  pembaca suatu FF yang menganalisis kelemahan dan keunggulan FF tersebut. So, SHOW YOUR WORDS, GUYS ^^