Drrt     Drrttt   Drrttt

Getar ponsel membuat seorang gadis seketika tersentak dan terbangun dari lelapnya tidur. Gadis itu mengernyit sesaat setelah ia membaca pesan tersebut. Sekilas ia melirik jam yang bertengger pada dinding kamarnya, waktu masih menunjukkan pukul 06.00 KST, kembali ia memastikan pesan tersebut dan ia menyunggingkan seulas senyum setelah membaca pesan dari kekasihnya.

From: My Turtle Prince

Good Morning my love. Don’t forget to breakfast, aku juga sudah memasakkan sarapan untukmu. Kiss love for you.:*


Yera – nama gadis itu – turun dari tempat tidurnya, ia juga masih memakai piyama birunya, ia ingin mengambil segelas air putih untuk ia minum, kebiasaan paginya.

Saat ia membuka pintu kamarnya, kakinya tidak sengaja menendang sebuah kotak berukuran sedang dibungkus dengan kado berwarna biru, ia ambil kotak itu dan berlari kecil ke dapur dan kembali lagi ke kamarnya.

Yera membuka kotak itu dan tersenyum manis saat melihat isinya, sebuah gaun cantik nan indah berwarna putih murni selutut dengan bagian dada sedikit terbuka, gaun itu disanggah (?) dengan tali spagheti, pada bagian pinggang terdapat beberapa renda dan manik-manik yang berasal dari arah bagian dada, terlalu minim pikir gadis itu, karena memang ia tidak menyukai pakaian minim selain di rumah, ia juga menemukan sepasang sepatu high heels 15 cm, sangat tipis lebarnya, warnanya senada dengan gaun tersebut dengan tali mengikat pada kaki saat dikenakan. Ia mengernyit saat ada selembar kartu ucapan berbentuk love berwarna muda jatuh di pangkuannya. Gadis itu membuka dan membaca isinya.

Mentari pagi begitu cerah, tapi ia tak mampu mencerahkan hatiku selain dirimu. Berikanlah senyum manismu padaku agar sang mentari merasa tak bisa lagi tersenyum seperti dirimu, sehingga ia tak mampu lagi mencoba menelisik pada jiwaku. Aku merindukanmu, begitu merindukanmu, tak pernah ku hentikan hati ini untuk mencintaimu, merindukanmu. Pakailah gaun ini, aku tahu kau tak suka berpakaian terlalu minim, tapi setidaknya kau bisa menunjukannya HANYA PADAKU.

Cepatlah mandi, di depan sudah ada supir yang akan mengantarmu, menuju ke tempatku berada, jangan tanya aku ada di mana, tapi tanyalah pada hatimu, di mana aku berada.

Your Turtle Prince

-Yesung- 

 


Gadis itu kembali tersenyum oleh tingkah kekasihnya, ia tak tahu dari mana kekasihnya belajar romantis seperti ini, bukankah ia terlalu diam tanpa tahu bagaimana memperlakukan seorang gadis dengan begitu romantis. Mungkinkah Lee Donghae yang mengajarinya? Pikir gadis itu. Ya, Yesung adalah salah satu member dari sebuah boyband terkenal Super Junior, Yera bertemu dengan Yesung saat sebelum Yesung bergabung dengan pihak SMent, tetapi hubungan mereka harus berakhir karena ego masing-masing.

~oOo~

Saat Yera sedang memoles wajahnya dengan make-up natural, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

From: My Turtle Prince

Jangan terlalu cantik saat berdandan, kau sudah cantik nan indah. Jika kau berdandan terlalu cantik, yang ada semua mata mengagumi keindahan wajahmu. Aku tidak suka itu, keindahan wajahmu hanya untuk pandangan mataku saja.


Yera kembali tersenyum setelah membaca pesan tersebut. Diedarkannya pandangan mata Yera mencari sosok kekasihnya dan kembali tersentak saat sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya.

From: My Turtle Prince

hahaha kau mencariku? Jangan kau cari di mana aku, tentu saja aku tahu karena aku berada di hatimu, selamanya di hatimu. Jadi turuti saja apa kataku. Arra?!!

To: My Turtle Prince

ye ye ye, arrasseo!

Usai membalas pesan tersebut, Yera kembali memoles wajahnya dan sentuhan terakhirnya adalah ia memakai Lipbalm warna merah muda pada bibirnya yang tipis nan mungil. Dan ia tersenyum manakala kembali sebuah pesan masuk ke ponselnya.

From: My Turtle Prince

sudah kubilang bukan? Kau jangan terlalu cantik. Apa kau sengaja membuat semua namja menginginkan bibirmu yang mungil itu? Apa kau sengaja membuatku bernapsu untuk menciummu? Hahahaha

Yera mengernyit kesal saat membaca pesan itu. Kenapa Yesung kekasihnya juga menjadi evil seperti ini? Apakah ini ajaran CHO KYUHYUN namja evil dongsaeng kesayangannya di Super Junior? Pikir Yera. Ia pun membalasnya.

To: My Turtle Prince

ini agar semua namja melihatku dan bernapsu untuk menciumku!! Hahaha, tapi hanya satu yang akan aku izinkan. Namja beruntung itu adalah kau oppa! JADI BERHENTILAH MENGAWASIKU DENGAN TELEPATI ANEHMU ITU!!  :p

 

~oOo~

Yera berjalan menuju ruang makannya, terlihat begitu sepi, karena memang Yera hanya tinggal sendiri di sebuah apartemen, orang tuanya ada di Eropa untuk menjalankan bisnis mereka, sedangkan sang kakak Choi Siwon sibuk dengan aktifitas Super Juniornya, terlebih lagi kegiatan syutingnya.

Yera melanjutkan studinya di Universitas Seoul jurusan manajemen. Sesampainya di ruang makan, Yera menggeser kursinya untuk duduk dan mengambil sarapannya berupa bubur kacang hijau kesukaannya, yang dimasak oleh sang kekasih.

Alih alih menyantap bubur kacangnya, ia mendapat satu pesan lagi dari kekasihnya – Yesung.

From: My Turtle Prince

enak? Itu masakanku, yang Wookie ajarkan semalam. Habiskan! Kalau tidak oppa akan menciummu habis-habisan.

Hahahaha

 


To: My Turtle Prince

oppa, apa kau tidak ada pekerjaan huh?! Selalu mengawasiku!!

 

From: My Turtle Prince

tak ada. Selain di Super Junior, pekerjaanku hanya memandang wajah indahmu, dan memperhatikan setiap senyuman manis yang terukir oleh bibirmu dan kupastikan tak ada rasa bosan dalam hatiku untuk itu.

To: My Turtle Prince

kau berlebihan oppa!!!


Wajah Yera bersemu merah oleh kalimat-kalimat yang dilontarkan Yesung melalui semua pesannya, untung saja Yesung tak ada di sini, jika ada Yera pasti mendapat ejekan oleh Yesung.

Usai sarapan, Yera kembali ke kamarnya dan mengambil tas miliknya, namun pandangannya terhenti saat melihat sosok dirinya pada pantulan cermin, terlalu aneh berpenampilan seperti ini, dengan mengikat tinggi-tinggi rambutnya.

Pikirnya. Ia memutuskan untuk menggeraikan rambut hitam lurus panjangnya tanpa di apa-apakan dan hanya memakai bando putih sebagai hiasan rambutnya.

Yera segera keluar kamarnya, dan segera menemui supir yang diutus oleh Yesung kekasihnya, saat ia akan membuka pintu apartemennya, seseorang telah terlebih dahulu menekan bel pintunya.

Yera membuka pintu tersebut dan tebelalak saat sosok namja tinggi berkulit putih membawa sebuket anggrek kesukaannya. Siapa namja tersebut, Yesung kah?? Pikir Yera. Namun dugaannya salah, namja tersebut adalah CHO KYUHYUN, Yera menahan tawanya, ia sangat hafal betul kalau Kyuhyun tidak suka diperintah, kalau bukan karena ancaman game miliknya dimusnahkan atau disita.

“Yera-ya, ini untukmu! Cepat temui Yesung hyung dan memberitahu pada namja gila itu, bahwa aku sudah menuruti perintahnya dan cepat kembalikan gameku,” ujar Kyuhyun yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yera. Tentu Yera kesal karena kekasihnya dikatakan sebagai namja gila di hadapannya.

“Ye, arraseo! Aku tak ‘kan berkata ia namja gila lagi,” tambah Kyuhyun menegaskan.

“Gomawo oppa,” ujar Yera tersenyum tulus.

Kyuhyun pun pergi meninggalkan Yera di pintu apartemennya yang sedang tersenyum sendiri. Saat akan meletakkan kiriman bunga itu, ia tersentak oleh selembar kertas bentuk hati jatuh ke lantai, ia pun mengambil dan membukanya, dan kembali Yera dibuat tersenyum setelah membaca isinya.

Bukankah Anggrek bunga yang indah? Tapi keindahanmu jauh beribu-ribu kali lipat. My Angel.

 


Ini pertama kalinya Yesung seperti ini setelah mereka kembali menjadi sepasang kekasih. Yera kembali melanjutkan langkahnya menuju lift. Saat pintu lift terbuka, ia tercengang karena melihat begitu banyak hiasan di dinding lift dan taburan kelopak mawar merah pada lantai lift membentuk love. Yera membaca tulisan di dinding lift.

Jika kau mencintaiku, masuklah ke lingkaran love itu.

Yera pun menurut dan melangkahkan kakinya ke tengah bentuk love itu dan merasakan kakinya seperti menginjak sesuatu dan berjongkok memungut selembar kartu ucapan.

Kau sangat cantik. Lihatlah kelopak-kelopak mawar pun turut merasa tersaingi oleh kecantikanmu.


Bersama dengan isi yang Yera baca, beribu kelopak mawar dengan berbagai warna menghujani Yera. Ia mencium harum bunga tersebut. Ia mendongakkan wajahnya dan memejamkan matanya menikmati hujan kelopak mawar yang jatuh berguguran dan menerpa wajahnya.

Tidak cukup dengan wajah, tangannya ia rentangkan untuk menikmati kelopak-kelopak tersebut agar jatuh tidak sia-sia. Kembali. Tangannya merasakan sebuah benda yang sedikit kasar, ia membuka matanya dan melihat selembar kartu ucapan yang sama. Ia membuka dan membaca isinya.

Indah kelopak bunga, harum baunya, lembut serat tiap kelopaknya, tapi itu tidak bisa menggambarkan wajahmu, menggambarkan sosok dirimu. Yera-ya saranghae.


“Na do oppa,” ujar Yera kemudian.

TING

pintu lift terbuka, Yera tersenyum saat ada sebuah karpet merah dengan di setiap sisinya dijejeri oleh lilin. Rupanya kejutan dari Yesung tidak cukup di sini saja, tiba-tiba ada kerumunan anak kecil membawa balon berwarna-warni dengan disetiap senar dari balon tersebut ada kerajinan tangan dari anak-anak itu berbentuk sebuah burung. Dan dari kerumunan anak kecil tersebut, muncul sosok namja kecil membawa balon berukuran sedang menghampiri Yera.

“Noona, jika kau ingin bertemu dengan kekasihmu letuskan balon ini,” ujar namja kecil itu yang membuat Yera membelalakan matanya.

“Chagi, tapi noona takut. Jangankan meletuskannya, meniupnya pun noona takut,” ujar Yera.

“Ya sudah! Jangan harap noona bisa bertemu dengan kekasih noona,” ujar namja kecil itu sembari pergi meninggalkan Yera.

“Yak! Chakkaman! Ye, noona akan meletuskannya,” ujar Yera membuat namja kecil itu berhenti.

“Awas saja kau Kim Jong Woon, jika kita sudah bertemu, akan kuhabisi kau,” batin Yera.

Yera pun dengan siap akan meledakan balon itu, terlihat dari raut wajahnya yang pucat pasi menandakan ia sangat takut. Ia memejamkan matanya dan ia pula menggigit bibir bawahnya, tangannya berkeringat dan……

DUARRR

jantung Yera berdetak kencang akibat terhenyak suara letusan dari balon tersebut, tetapi kekagetannya tidak berlangsung lama karena dari balon itu terdapat ribuan kelopak mawar dan manik-manik menghujani Yera, dari hujan itu pula terdapat selembar kartu ucapan.

HAHAHAHAHA lucu sekali wajahmu, aku di sini sudah menangis membayangkan wajah takutmu yang terlihat konyol.

BUAHAHAHAHAHA

Lihatlah di depanmu!


Yera hanya menghela napas pasrah dan menuruti perintah Yesung. Tidak mungkin kan baginya marah-marah pada orang yang tak ada sosok di depannya. Pandangannya ia arah ke depan. Kekesalan yang ia rasakan musnah seiring dengan pemandangan di depannya, dan seulas senyuman kembali terlukis di wajah Yera.

Pasalnya ada beberapa orang yang membentuk setengah lingkaran, masing-masing dari mereka membawa setangkai mawar merah dengan sebuah kartu ucapan.

Yera mengambil semua bunga dan kartu ucapan tersebut, ia membuka dan membacanya satu-satu. Ia mengernyit, karena setiap kartu hanya terdapat satu kata. Yera mencoba merangkai semua kata itu, hingga menjadi sebuah kalimat yang mampu membuat Yera bersemu merah.

Jika aku harus memilih, antara dirimu atau hidupku. Aku akan memilihmu, karena hidupku akan lebih hidup dan berarti jika ada kau disetiap langkahku, disetiap hembusan nafasku, di dalam detak jantungku dan ada disetiap aliran darahku. Kau adalah pelengkap dalam hidupku, seperti puzzle yang harus disusun dengan benar, dan dari tiap satuannya menyusun sebuah makna, aku denganmu sama halnya dengan puzzle, yang saling menyusun dan melengkapi untuk menjadi satu. Maka dari itu lengkapi satu puzzle itu.

Usai Yera merangkai dan membaca kartu ucapan itu, ia edarkan pandangannya mencari sebuah puzzle yang dimaksud. Sampai kerumunan orang itu berpisah terbagi dua membentuk sebuah jalan dan yang paling ujung ada beribu kelopak mawar membentuk love, Yera berjalan menghampiri dan menemukan sebuah puzzle, ia melengkapi puzzle tersebut. Ia tersenyum membaca apa yang dimaksud Yesung, karena pada puzzle tersebut ada sebuah kalimat I LOVE YOU. Lagi dan lagi, wajah Yera bersemu merah.

~oOo~

Yera masuk ke dalam sebuah limousin mewah yang terparkir indah di depan apartementnya, setelah beberapa jam yang lalu ia disuguhi kejutan-kejutan indah dari kekasihnya Yesung. Di dalam, Yera kembali menerawang kejadian-kejadian itu, ia sendiri tersenyum geli oleh tingkah Yesung. Mengingat kejadian-kejadian itu membuat Yera bertanya-tanya sendiri, apakah hari ini ada yang spesial.

Ia langsung menghubungi kakaknya Choi Siwon untuk memastikan apa ada yang ‘salah’ dengan Yesung? Namun, sebelum ia menghubungi Siwon, sebuah pesan terlebih dulu masuk ke ponselnya. Dan kini bukan hanya tersenyum saat membaca isi pesan itu melainkan tawa kecil.

From: My Turtle Prince

Apakah kau sedang memikirkan tingkahku ini? Jangan sekali-kali kau beranggapan kalau aku sudah gila! Kalaupun aku gila itu semua karenamu.

“Apakah di sini ada kamera pengintai??” pikir Yera.

Tetapi sejurus dengan pikiran itu, ia mentertawakan kebodohannya sendiri.

“Mana ada kamera pengintai untuk mengintai ucapan hati” gumam Yera pelan seraya memukul kepalanya.

Suasana kota Seoul siang itu tidaklah begitu ramai, Yera tidak berminat melihat-lihat jalanan, ia hanya tertuju pada ipadnya.

Tak khawatir untuknya, kemana ia akan pergi. Karena satu yang ia tahu, ia akan diantar ke Handel & Gretel. Coffee shop milik orang tua Yesung.

“Agashi, saya diminta oleh Yesung-ssi untuk menyuruh anda melihat samping kanan kiri anda,” ujar seorang namja yang tak lain adalah supir yang diutus oleh Yesung, membuat Yera menghentikan aktifitasnya.

Yera menuruti apa yang diucapkan supir itu. Ia tertegun kemudian tersenyum saat semua orang yang ada dipinggir jalan raya yang dilewati Yera merentangkan banner bertuliskan “Yesung Love Yera”, “Yera-ya saranghae”, “Yera, you are my first and last love”, “Yera, kau gadis bodoh, gadis aneh” dan bermacam-macam kalimat yang tertulis dalam banner tersebut.

“Oppa, kau ada-ada saja. Kau bahkan lebih aneh dariku,” gumam Yera pelan.

~oOo~

Yera telah sampai disebuah coffee shop ternama. Handle&Gretel. Ia buru-buru masuk menemui eomma Yesung. Alih-alih ingin memberi kejutan, eomma Yesung justru terlebih dahulu menyambut kedatangan Yera. Pengunjung H&G pun ikut menoleh saat Yera membuka pintunya.

Yera tersenyum manakala eomma Yesung merentangkan tangannya tanda ingin memeluk gadis itu. Seakan mengerti, dengan cepat Yera menghambur ke pelukan eomma Yesung.

“Annyeong ahjumma,” sapa Yera seraya membungkukan badannya.

“Tidak usah seformal itu, panggil saja eomma,” ucap eomma Yesung dengan lembut.

“Ah, baiklah. Ahjum, ish! Maksudku eomma,” ujar Yera dengan senyum mengembang dibibirnya.

Mengerti maksud kedatangan Yera, eomma Yesung bertanya tepat sasaran kepada Yera.

“Kau mencari Yesung?” tanya eomma Yesung.

“Mianhamnida eomma, eomma jangan memberi tahuku di mana Yesung oppa berada, karena hatiku sudah tahu ia ada di mana,” ujar Yera sedikit terkekeh.

“kekeke, baiklah. Kalian memang pasangan aneh,” ujar eomma Yesung sembari menyuruh Yera masuk ke sebuah ruangan.

Dengan sopan Yera meminta izin untuk meninggalkan eomma Yesung yang dibalas oleh senyuman hangat eomma Yesung.

~oOo~

Yera melangkah menuju sebuah ruangan. Ia tertegun saat membuka pintunya, ia melihat sebuah sepeda. Sebuah sepeda yang mempunyai banyak kenangan dengan Yesung dulu. Saat ia masih menjadi yeoja tomboy dan berpenampilan cuek, saat ia dan Yesung beradu naik sepeda, saat ia mulai jatuh cinta dengan Yesung, saat ia mencoba berubah menjadi yeoja feminim demi Yesung, dan saat mereka merajut kasih.

Yera makin masuk, ia memegang sepeda itu dan tersenyum. Puas dengan kenangan atas sepeda itu, ia berniat keluar dari ruangan itu, namun ia tercengang saat melihat semua foto dirinya dengan Yesung ketika bersama, ketika awal pertemuan sampai hari kemarin mereka bersama. Ribuan foto telah terpasang di dinding secara zig zag, dan terpasang berbentuk love seperti MV No Other part Kyuhyun.

Yera menghampiri foto-foto tersebut. Diedarkan pandangannya melihat ribuan foto tersebut, namun terhenti saat pandangannya tertuju pada sebuah foto yang membuatnya mengernyitkan dahi juga mengerucutkan bibirnya.

Saat tangan Yera ingin meraih foto tersebut, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

From: My Turtle Prince

 

 

HUAHAHAHAHAHAHAHA kuyakin kau pasti kesal, bahkan saking kesalnya kau ingin menendangku. Foto itu? Kau ingat bukan? Perlukah aku mengingatkanmu?

Oh, ayolah jangan pasang muka konyolmu itu. Aku tak bisa menghentikan tawa ini. HUAHAHAHAHAHA


 

“DASAR KAU GILAAA….” teriak Yera sembari merobek foto itu. Foto di mana dirinya jatuh tersungkur dari sepeda saat balap sepeda dengan Yesung, dan posisi jatuhnya yang tidak etis, ia jatuh menindih seorang kakek dan ketika ia hendak berdiri, ia kepentok sebuah tiang listrik sehingga membuat jidatnya dihinggapi(?) telur ungu(?).

Yera menggumamkan kalimat yang tak jelas sembari merobek kecil-kecil foto itu. Ia segera keluar dari ruangan itu untuk menenangkan pikirannya, namun ia terhenti dan kemudian tertawa mengingat tingkah konyolnya dulu. Puas mentertawakan dirinya, ia kembali melangkah menuju ‘eomma-nya’.

“eomma….. Biarkan hari ini aku membantumu!” ujar Yera sembari melakukan aegyonya yang justru terlihat aneh.

“Shireo!! Kau harus temui Yesung” tolak eomma Yesung yang juga ‘eomma-nya’.

“Tapi eomma, aku akan jadi anak durhaka jika tidak membantumu…” ujar Yera kemudian.

“Gwenchana.. Eomma juga tak akan mengutukmu. Kekeke. Lagipula masih ada Jong Jin untuk membantu eomma,” ujar eomma Yesung.

“Tenanglah noona, masih ada aku,” sambar Jong Jin.

“Yak!! Jangan panggil aku noona! Bahkan usiaku lebih muda daripadamu,” ralat Yera atas ucapan Jong Jin.

“Hahaha, kau ini sebentar lagi akan dilamar oleh Yesung hyung, jadi…” ujar Jong Jin keceplosan sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

“MWO!!” ujar Yera kaget.

“Anniya, aku hanya bercanda, tapi kau ini kan kekasih dari hyung-ku, pantas saja kan aku memanggilmu noona?” ujar Jong Jin segera meralat ucapannya. Yera yang mendengar penjelasan Jong Jin hanya manggut-manggut mengerti. Terlihat Jong Jin menghembuskan napas kelegaan, sedangkan eomma mereka hanya terkekeh melihat kepolosan Yera.

“Chagiya…..” panggil eomma Yesung.

“Ne eomma?”

“Kau sangat cantik, eomma benar-benar menginginkanmu menjadi menantu eomma, maukah kau menjadi menantu eomma?” ujar eomma Yesung yang sukses membuat Yera salah tingkah dengan pipi yang bersemu merah oleh pujian sang calon ibu mertua. Getar suara ponsel kembali mengagetkan Yera.

From: My Turtle Prince

Apa kau ingin mengabulkan keinginan eomma? Jika iya, lihatlah di belakangmu.


Setelah membaca pesan itu, Yera menuruti perintah Yesung tanpa curiga, dan ketika ia melihat ke belakang, ia mengernyitkan dahi, pasalnya tak ada siapapun di belakangnya, sampai ada……

“Gug gug gug,” suara anjing mengagetkan Yera, ia melihat ke bawah dan terperanjat. Yera reflek berteriak dan naik ke sebuah kursi sembari menekuk kakinya agar menjauhi jangkauan anjing itu, ia pula melempari anjing itu dengan barang- barang yang dekat dengan jangkauannya.

BUAHAHAHAHAHAHAHAHA. Gelak tawa pengunjung membahana di H&G termasuk Jong Jin, ia justru sudah menangis karena tawanya, sedangkan eomma Yesung hanya menahan tawa. Tawa itu terhenti, manakala terdengar suara isak tangis dari bibir Yera. Eomma Yesung menghampiri Yera kemudian memeluk untuk menenangkannya.

LAGI. Anjing itu menghampiri Yera dan seperti ingin memberikan sesuatu. Kkoming – nama anjing itu – kembali menggonggong agar Yera mau mengambil sebuah kertas dari mulutnya.

Dengan sangat takut dan masih terisak, Yera mengambil kertas itu dan membaca isinya.

HUAHAHAHAHAHAHA yeoja yang dulu sangat tomboy, sekarang bisa histeris dan menangis. Hahahaha hebat bukan kkoming? Ia membalaskan dendamnya yang dulu sering kau tendang.


Yera hanya menghela napas berat. Sungguh. Dalam hati ia merutuki ulah Yesung. Ingin sekali ia mencincang ddangkoma untuk melampiaskan kekesalannya. 2x, ya. 2x ia dipermainkan oleh Yesung melalui hal-hal yang ia takutkan.

Lain hal dengan Yera, justru eomma Yesung tertawa melihat tingkah mereka.

Aktifitas mereka – Yera, eomma Yesung dan pengunjung – terhenti manakala pintu H&G terbuka menampakkan sosok namja memakai setelan celana jeans dan kemeja kotak-kotak berwarna hitam dengan membawa sebuket mawar merah menutupi wajahnya, serta sekotak white chocolate kesukaan Yera. Namja itu menyanyikan sebuah lagu. Lagu dari Super Junior.

Neo gateun saram tto eopseo

juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram

neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi

Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae

Neoui ganghaetdeon geu maeumi nal karopge sangcheo badasseul ttae

Naega jaba julge anajulge salmyeoshi, geugeoseuro jakeun iroman dwendamyeon johgesseo

Eonjena deo maneun geol haejugo shipeun nae mam neon da mollado dwae

Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon

Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Neomu dahaeng iya aesseo neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo eodiseo channi

Na gatchi haengbokhan nom na gatchi haengbokhan nom na gatchi unneun geureon choegoro haengbokhan nom

Naui ganan haetdeon maeumi nunbushige jeomjeom byeonhaegal ttae

Jakeun yokshimdeuri deoneun neomchiji anhge nae mamui geureut keojyeogalttae

Argo isseo geu modeun iyuneun bunmyeonghi nega isseo ju-eotdaneun geot geu, geot ttak hana ppun

Eonjena gamsahae naega mankeum geuri jalhal su iggenni yeah

Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon

Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

Saat bernyanyi namja itu terus melangkah menghampiri Yera, kemudian berhenti di depan Yera sambil berlutut bersamaan dengan usainya lagu. Ia menyingkirkan buket bunga itu agar tidak lagi menutupi wajahnya.

[backsound: Saranghaeyo ost. Sassy Girl Chun Hyang]

Antara haru, kesal, rindu, bahagia. Itulah perasaan yang dialami Yera sekarang. Namja itu adalah Yesung. Ingin sekali ia menendang namja yang tengah berlutut dihadapannya. Tapi, ia hanya bisa memarahinya saja.

“Ka…” belum sempat Yera melanjutkan ucapannya, Yesung terlebih dahulu menyelanya.

“My Orchid Princess. Maukah kau memaafkanku?” ujar Yesung masih berlutut sembari tersenyum dan menyerahkan buket bunga itu kepada Yera.

Yera mengambil buket bunga itu lalu menggelengkan kepalanya tanda “TIDAK” membuat Yesung lemas dan ‘pingsan’. Panik. Yera duduk mendekati Yesung dan mengguncang-guncangkan tubuh Yesung berharap ia tersadar, tapi Yesung tak kunjung sadar.

“Yak!! Oppa, sadarlah. Aku memaafkanmu, cepat bangun!” teriak Yera khawatir membuat Yesung terbangun dan langsung memeluk Yera. Suara tepuk tangan pun riuh dari semua orang yang berada di H&G. Merasa dirinya ‘dipermainkan’ lagi oleh Yesung, Yera mendorong pelan tubuh Yesung sampai kepala Yesung sedikit terbentur lantai.

“Yak!! Sakit bodoh!” ujar Yesung sambil memegang kepalanya. Bukan rasa iba yang tercipta, melainkan gelak tawa membahana di dalam H&G. Yera sendiri hanya menahan tawanya. Ia pura-pura marah dan meminta izin kepada eomma Yesung juga Jong Jin untuk pergi.

“eomma, aku pamit. Mianhamnida aku tak bisa membantu eomma. Jong Jin-ah, noona pamit.” dan dibalas dengan senyuman oleh eomma Yesung dan Jong Jin.

Yera pergi meninggalkan Yesung yang masih tercengang oleh aksi ‘ngambek’ Yera.

~oOo~

Yera melangkah menyusuri jalanan kota. Waktu masih menunjukkan pukul 11.30 KST, sebentar lagi setengah hari akan dilalui. Para penikmat jalan tengah sibuk dengan aktifitasnya, begitupun Yera. Ia terus berjalan dengan langkah kesal sembari merutuki tingkah Yesung. Memainkan jari. Itulah yang ia lakukan kala gelisah dan kesal.

Kerikil pun tak luput dari korban kekesalannya, walau memakai sepatu high heels, ia tetap bisa menendang kerikil sekecil apapun. Sungguh bodoh dan payah, seorang yeoja yang dulu tomboy justru takut oleh suara ledakan balon dan anjing. Tak jarang ia berbicara sendiri dengan nada kesal yang justru mengundang pandangan aneh para pejalan kaki.

“Yera-ya…” panggil Yesung dengan nada sedikit tinggi, tapi tidak diindahkan oleh Yera, Yera justru menambah kecepatannya. Namun tiba-tiba…..

GREBBB

Seorang namja memeluk Yera dari belakang, dengan sigap Yera akan membanting namja itu mengingat dulu Yera yeoja tomboy dan menguasai bela diri.

“Yak! Jangan kau banting aku,” ujar namja itu menghentikan aksi Yera, namja yang tak lain Yesung itu pula menyentil dahi Yera saat Yera berbalik kearah namja itu.

Yera segera memuntahkan apa yang ingin ia lampiaskan ke Yesung. Baru membuka mulut, tiba-tiba, sesuatu membekap bibir Yera, sesuatu yang hangat dan lembut.

Yesung mencium bibir Yera tepat saat Yera akan memarahinya.

Usaha yang bagus oleh Yesung agar Yera tidak bisa berkutik dan tidak bisa menumpahkan amarahnya. Adegan Yesung mencium Yera ternyata membuat perhatian para pejalan kaki bahkan pengendara keadaan ikut menyaksikannya.

ELF yang berada disekitar juga ikut tercengang oleh aksi Yesung, namja aneh dan pendiam dikalangan yeoja. Mereka yang menyaksikan serempak berucap “WHOAAAAA”.

Yera sendiri terpaku sesaat dan tersadar ketika semua orang mengagetkannya dengan ucapan mereka. Langsung saja Yera menundukan kepalanya dan tersenyum kikuk, pipinya pun merah merona. Sedangkan Yesung, ia salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Lama-lama merasa diri mereka – Yesung dan Yera – menjadi tontonan gratis semua orang, dengan cepat Yesung menarik tangan Yera dan meninggalkan tempat itu.

Kiranya sudah jauh mereka berjalan meninggalkan kerumunan orang itu, Yera yang masih kesal ditambah aksi Yesung yang menciumnya tiba-tiba langsung menghentikan langkahnya dan ‘menyemprot’ Yesung.

“Yak!! Kau sudah mempermainkanku dan tadi menciumku secara tiba-tiba di depan banyak orang!! Oppa menyebalkan!!” pekik Yera dan mengerucutkan bibirnya.

“Kau lebih menyebalkan!! Kau akan memarahiku kan? Jadi oppa melakukan itu agar kau tidak jadi memarahi oppa. Dan sudah kukatakan bukan kalau kau tidak usah berdandan cantik,” sanggah Yesung yang justru membuat Yera mengacuhkannya dan melanjutkan langkahnya.

“Yak! Yak! Berhenti mengacuhkanku!!” pekik Yesung membuat Yera berbalik dan menatap tajam kepadanya.

“Kau lupa bahwa aku diciptakan Tuhan menjadi yeoja yang cantik?” ujar Yera dengan PDnya.*readers say “howeeeeekkk”😄

“Hahaha oppa percaya kau cantik, tapi apa kau tidak takut kalau tadi ada dua orang namja hidung belang mengikutimu?” ujar Yesung mencoba mencairkan suasana hati Yera.

“Lalu apa urusannya denganku?” ujar Yera seraya kembali meninggalkan Yesung.

“Bodoh!! Tentu saja mereka akan menyakitimu!!”

“Begitukah??” ujar Yera meremehkan.

Merasa usahanya sia-sia dan tidak menghentikan langkah Yera, Yesung memotong jalan Yera. Usahanya berhasil dan kini mereka berhadapan.

“Yera-ya…” panggil Yesung.

“hemm..” Yera menjawab dengan ogah-ogahan.

“Sebagai tanda maafku. Ayo kita berkencan!!” ajak Yesung sembari menggandeng tangan Yera. “Yak! Tunggu! Ini tanda maaf atau ajakan paksa?” tanya Yera.

“Tergantung dari sudut mana yang kau pandang,” jawab Yesung dengan senyuman lebar dan dibalas oleh tatapan tajam Yera kemudian senyuman manisnya.

Entah kemana mereka akan pergi kencan. Satu yang pasti mereka masih berjalanan menyusuri kota dengan cerianya. Tak jarang mereka memasuki sebuah butik, toko kacamata, toko aksesoris, toko sepatu dan toko-toko lain HANYA untuk berselca ria meminjam properti-properti dari toko-toko tersebut.

~oOo~

Lama mereka berjalan membuat Yera sedikit kelelahan. Jika hanya memakai sepatu biasa, sepanjang apapun jalan akan Yera lewati tanpa kelelahan, tetapi sekarang ia memakai high heels, baru setengah jalan saja ia sudah kelelahan. Entah apa yang dipikirkan Yesung sampai-sampai ‘menyiksa’ Yera seperti ini.

Disela-sela istirahatnya Yera memijit-mijit kakinya perlahan. Yesung yang mengerti segera mengangkat tubuh Yera untuk digendongnya. Yera yang tersentak oleh aksi Yesung kali ini, segera memberontak untuk diturunkan. Benar saja, orang-orang disekitar mereka memandang mereka dengan pandangan aneh, pandangan ikut senang dan pandangan iri.

“Oppa, cepat turunkan aku,” ujar Yera merasa risih oleh pandangan semua orang.

“Wae? Kau kelelahan kan?” tanya Yesung.

“Ne, tapi aku bisa jalan sendiri,” ujar Yera sembari menatap lembut tiap lekukan Yesung yang justru menatap jalanan dan mengacuhkan ucapan Yera.

“Pantas saja semua yeoja tertarik padamu. Kau tampan dan sangat imut, tak ada yang percaya kalau usiamu sudah 28 tahun.” batin Yera.

Yesung yang merasa dirinya diperhatikan Yera, segera berbalik menatap Yera membuat Yera gelagapan.

“Hahaha, kau kenapa? Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Yesung menyelidik.

“Ah? Eh? Hemh, kau bilang apa oppa?” ujar Yera salah tingkah.

“Hahahaha kau lucu sekali Yera-ya. Sudah jelas kau menatapku tanpa bisa berkedip, malah mau menyangkal,” ujar Yesung tepat sasaran membuat Yera menundukkan kepalanya. Kini berganti, Yesung tersenyum melihat tingkah Yera, ia pun mencium kening Yera agar Yera tidak menunduk.

Kini mereka saling menatap satu sama lain, mereka juga mengacuhkan berbagai pandangan semua orang, bagi mereka dunia hanya milik sendiri.

“Oppa, jika kau menatapku seperti ini terus, kita bisa menabrak sesuatu…” ujar Yera dengan terus menatap Yesung.

“Hahaha biarkanlah kita menabrak dan jatuh. Kalau itu masih tetap melihatmu. Oppa rela…” ujar Yesung.

“Tapi aku haus, ppaliwa turunkan aku,” ujar Yera membuat Yesung menurunkannya dan mengacak-acak rambut Yera pelan.

“Tunggu disini, aku akan membelikan beberapa snack dan air mineral,” ujar Yera sembari berjalan menuju mini market.

Yera yang tengah sibuk mencari cemilan yang enak, sedangkan Yesung masih tetap dengan aktifitasnya memainkan ipad dan mendengarkan musik melalui headset dari ipadnya.

Yesung menyenderkan kepalanya di batang pohon dengan kaki sebelah ditekuk ke pohon itu, sesekali ia ikut bernyanyi dan menengadahkan wajahnya ke langit dan memejamkan matanya. Saat ia menatap jalanan, pandangannya tertuju pada sebuah sepeda di seberang jalan. Dengan cepat ia menuju sepeda itu dan membelinya. Yera yang sudah tiba di tempat di mana ia dan Yesung beristirahat dibuat panik dengan keberadaan Yesung yang tiba-tiba hilang.

“Oppa kau di mana?” ujar Yera sembari mengitari tempat itu.

Tapi naas saat ia akan kembali ke tempatnya tiba-tiba ada sebuah sepeda akan menabraknya.

CIIIITTTT

suara rem dadakan dari pengendara sepeda itu bersamaan dengan teriakan kaget dari Yera.

Yera yang kaget hanya bisa melongo ketika tahu siapa yang mengendarai sepeda itu. Yesung.

“Yera-ya, ayo kita balap sepeda lagi…” ajak Yesung membuat Yera bingung dan mencari sepeda satunya.

“Hanya satu? Aku masih memakai gaun dan high heels. Kau curang oppa!” sungut Yera.

“Mau saja kau oppa kerjai. Ppaliwa!” ajak Yesung sembari menepuk boncengan di depannya.

“Tak adakah sepeda yang boncengannya di belakang agar aku tidak capek kalau duduk di depan.” Yera melancarkan protesnya.

“Berani kau protes lagi. Oppa akan menciummu!” ancam Yesung.

“Ah baiklah,” ujar Yera pasrah menghembuskan nafasnya.

Siang itu walau cuaca cukup terik tidak mengurangi semangat sepasang kekasih ini. Yesung terus mengayuh sepedanya, sesekali ia dan Yera bercanda dan bernyanyi. Tak jarang pula Yesung melontarkan aksi narsisnya.

“Chagi….” panggil Yesung seraya mencium puncak kepala Yera.

“Ne, ada apa?” tanya Yera menatap Yesung. Dalam hati ia tertegun dan tidak tega melihat Yesung yang kelelahan dan berkeringat. Yera segera mengambil sapu tangan biru miliknya dan mengusapkan ke wajah Yesung dengan pelan. Yesung hanya tersenyum melihat perhatian yang diberikan oleh Yera.

“Kalau kau berkeringat bukan mengurangi ketampananmu, tapi justru menambah daya pikatmu oppa,” batin Yera disela-sela aktifitasnya mengusap wajah Yesung.

CHU~

Yesung mencium sekilas bibir Yera membuat jiwa Yera jauh dari raganya.

“Kenapa diam? Mau lagi?” goda Yesung berhasil membuat Yera kembali ke alam sadarnya. Pipi Yera kembali bersemu merah, itulah yang Yesung inginkan, membuat gadisnya salah tingkah.

“Oppa apa kita terus bersepeda. Lebih baik kita naik taxi, kau kelelahan oppa. Berat badanku juga cukup berat,” ujar Yera sembari terus mengusap peluh keringat di wajah dan leher Yesung.

“Anni, jika oppa kelelahan masih ada kau yang mau mengusap keringat oppa,” tolak Yesung memberikan senyum manisnya.

“Kalau masalah berat badan, hemh makanya kau berdietlah!!” tambah Yesung cekikikan yang justru mendapat cubitan di pipinya oleh Yera.

“Oppa, kau dan aku sama. Sama-sama suka makan. Jadi lihatlah dirimu sendiri,” sungut Yera sembari mengerucutkan bibirnya.

Melihat tingkah lucu Yera, Yesung hanya tersenyum dan mengacak pelan rambut Yera.

~oOo~

Sebuah menara terlihat ramai oleh beberapa pasangan. Namsan tower itulah nama menara tersebut. Terlihat mereka menikmati waktu berdua. Beberapa dari pasangan itu ada sepasang anak sekolah, rekan kerja, kakek nenek, orang tua.

Adapula dari mereka merupakan sahabat. Mereka terlihat bahagia, ada yang membawa ice cream, melumat lolipop dan lain sebagainya. Tak lain halnya dengan Yesung dan Yera, mereka mempunyai cara sendiri menikmati waktu berdua.

Di tempat itu rupanya sedang berlangsung sebuah acara.

Acara yang bertajuk “TEMUKAN KEKASIHMU, MAKA KALIAN BERJODOH”, diikuti oleh banyak pasangan. Mereka antusias untuk mengikutinya, rela mengantri untuk mendapatkan nomor urut. Aturan mainnya cukup mudah, si pria cukup menebak di mana letak kekasihnya berada diantara 3 tirai.

Tapi sebelumnya sepasang kekasih itu harus memakai pakaian pengantin, yang terletak di samping panggung dan juga tersedia ruang ganti.

Pasangan pertama adalah Kim Nara dan Jung JinYoung. JinYoung yang memakai setelan tuxedo hitam dengan rambut menutup alis kanan, mata sipit tajam, dengan postur tubuh tinggi dan kulit berwarna putih terlihat sangat tampan. Kekasihnya Kim Nara, gadis berkulit putih susu, bermata indah dengan bulu mata menjulang ke atas sangat lentik, tinggi terpaut 2cm dari si pria, berambut hitam pekat gelombang terlihat sangat cantik dengan gaun putih panjang tanpa lengan, dengan tangan memakai sarung tangan membawa bunga, tatanan rambutnya pun diikat agar mudah memakai tudung pengantin.

Dituntun menuju tirai 2 yang tentunya Jinyoung tidak tahu itu. Permainan pun mulai, MC menyuruh Jinyoung memejamkan matanya dan memilih tiga bola yang telah tertulis nomor tirai di dalam sebuah tempat kaca. Jinyoung mengulurkan tangannya dan mengambil bola berwarna merah yang tertulis nomor 2. Sorak sorai pun membahana melihat takjubnya acara itu. Adapula yang tidak berjodoh dan membuat mereka putus seketika. Yera yang awalnya hanya menonton, tertarik dan menarik tangan Yesung yang ogah-ogahan.

Dengan berbagai cara Yera gencarkan agar Yesung luluh, dan usahanya berhasil, Yesung mengiyakan. Nomor antrian mereka pun mereka dapatkan dengan susah payah. 21, nomor mereka.

“21??” ujar Yera bingung.

“Ne, wae??” tanya Yesung yang juga ikut bingung.

“Ini angka kesukaanku juga tanggal lahirku. Tunggu ini bulan apa?” tanya Yera memastikan.

Yesung yang awalnya ikut bingung seolah mendapatkan sesuatu yang membuatnya segera mengalihkan topik.

“Ah, kkaja, nomor kita dipanggil,” ajak Yesung menarik Yera agar Yera melupakan apa yang ia ingin ditanyakan, Yera pun mengangguk ceria.

1 menit

5 menit

10 menit

15 menit

Yera selesai berdandan, ia hanya menambah sedikit riasannya dan hanya memakai tudung kepala dengan tatanan rambut sedikit dimodel, mengingat ia sudah memakai gaun putih, atau lebih tepatnya Yera menolak memakai gaun pengantin.

Baginya gaun pengantin bukan untuk dijadikan permainan, dan hanya dipakai satu kali yakni pernikahannya kelak.

Yera memasuki sebuah tirai. Di luar tirai telah berdiri sosok namja dengan postur cukup tinggi, rambut lurus pendek sebawah telinga, memakai tuxedo putih, dibagian kiri dada terlihat sebuah bunga menghiasi kantong jas kirinya. Sangat tampan.

Yesung segera memejamkan matanya dan mengambil bola berwarna biru. Sebelum ia memperlihatkannya kepada MC acara tersebut, ia mengatakan sesuatu membuat semua orang yang menyaksikan bertepuk tangan.

“Yera-ya, aku mencintaimu bukan dengan mataku, bukan dengan nafsuku, melainkan dengan hatiku yang telah memilihmu. Jika permainan ini membuktikan kita tidak berjodoh, aku tidak perduli. Karena bagiku kau lebih dari sekedar jodohku,” ujar Yesung yang diakhiri dengan ia menyanyikan sebait lagu.

Naega jikyeojul saram

naega saranghal saram nan

geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka

neo hanaman saranghanikka

Semua orang yang mendengarkan ikut hanyut dalam sebait lagu itu, mereka serempak bertepuk tangan.

Usai Yesung menyanyikan sebuah lagu itu, ia menyerahkan bola yang ia genggam ke seorang MC.

Entahlah, awalnya Yesung menganggap permainan ini bodoh, tetapi setelah ia jalankan, ia sedikit tegang. MC pun mengumumkan nomor berapa yang Yesung ambil.

“Apakah mereka berjodoh? Entahlah, tapi kita buktikan sendiri. Apakah Yesung-ssi mengambil bola yang benar, nomornya adalah TIGAAAAA,” ujar MC itu membuat penonton ikut tegang. Setelah MC mengumumkan nomor yang Yesung ambil, tirai terbuka dan terlihatlah sesosok gadis cantik manis membelakangi penonton yang penasaran.

Yesung yang hafal postur Yera setelah tirai terbuka lebar, Yesung segera menghampiri Yera dan membalikan badan Yera agar berhadapan dengannya dan memeluk Yera.

Yera pun hanya tersenyum bahagia dan membalas pelukan Yesung, sorak sorai pun kembali membahana.

“Wahahahahaha Chukkae Yesung-ssi, kau telah berhasil menemukannya,” ujar MC itu

“Mereka pasangan serasi,” celetuk sepasang namja dan yeoja.

“Kalian akan menjadi pasangan untuk selamanya,” ujar seorang nenek-nenek sembari menggumamkan doa.

~oOo~

Yesung dan Yera melanjutkan kencannya menuju gembok cinta.

“Oppa…” panggil Yera sembari bergelayut manja di lengan Yesung.

“Ne…” jawab Yesung dengan senyum sembari membelai rambut Yera.

“Belikan aku ice cream coklat..” ujar Yera dengan wajah aegyo.

“Baiklah, kau tunggu di sini,” perintah Yesung.

“Ne, ppaliwa!”

Yera menunggu Yesung disuatu bangku di bawah sebuah pohon. Yera menggerak-gerakan kakinya dan memejamkan matanya merasakan hembusan angin.

“Noona, ini untukmu.” suara seorang namja kecil mengagetkan Yera.

“Mawar? Untukku?” tanya Yera memastikan.

“Ne.” “Gomawo,” ujar Yera mengelus pipi namja kecil itu.

Setelah kepergian namja kecil itu, datanglah seorang namja sekolah memberikan mawar. Begitu seterusnya membuat Yera bingung.

“Itu bunga dari siapa?” tanya Yesung mengagetkan Yera sembari memberikan ice cream pesanan Yera.

“Mollayo, aku kira darimu oppa,” ujar Yera memakan ice creamnya.

“Kau mempunyai namja lain?” tanya Yesung menyelidik.

“YAK!! Aku tak punya selain dirimu,” sungut Yera kesal.

“Benarkah ini bukan ulahmu?” tanya Year kembali.

“Anni, itu ulah Kim Jong Woon!” jawab Yesung dengan cengiran.

“YAK! Kau mempermainkanku lagi. Kau tahu tadi aku sedikit takut siapa yang mengirim mawar-mawar ini! Takut kau menuduhku macam-macam!!!” pekik Yera sembari mengotori mulut Yesung dengan ice creamnya dan segera berlari sebelum Yesung membalasnya.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” pekik Yesung sembari mengusap cream di mulutnya, menyisakan cream di mulutnya dan mengejar Yera.

GREB

“Kau kutangkap!!” ujar Yesung kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Yera agar Yera juga terkena cream yang sengaja disisakan oleh Yesung.

“Kyaaaaaa, uwooooo,” teriak Yera saat keseimbangan tubuhnya goyah setelah ditangkap dan dicium Yesung.

BRUUUKK

Yera terjatuh di atas tubuh Yesung. Saat Yera akan terjatuh Yesung sengaja memutar badan Yera agar tidak terjatuh secara langsung dan tertindihnya.

Wajah Yera dan Yesung berjarak hanya beberapa centi, deru nafas Yera yang sedikit terlonjak terasa begitu hangat di wajah Yesung. Kembali. Adegan itu menjadi tontonan gratis para pengunjung. Yesung sesaat mendekap Yera dan membelainya kemudian menuntunya berdiri.

~oOo~

Mereka telah sampai ke atas menara. Sebelumnya mereka membeli dua gembok cinta dan spidol untuk menulisnya.

Yera menulis beberapa kalimat. “Yesung Love Yera, always together forever.” Yesung pun menulis hal yang tidak jauh dari apa yang Yera tulis. “SARANGHAE YERA-YA”.


Kemudian mereka mengunci gembok tersebut dicelah-celah ribuan gembok yang ada dan mereka membuang kunci gemboknya jauh-jauh agar tercampur dengan kunci lain.

“Kau lelah?” tanya Yesung mengusap ujung kepala Yera.

“Ne, oppa…”

“kkaja kita pulang,” ujar Yesung menggenggam tangan Yera dan Yera hanya mengangguk.

~oOo~

Sesampainya di depan apartemen Yera, Yesung kembali menggendong Yera yang kelelahan. Yesung menempatkan Yera ke sofa.

“Kau beristirahatlah!!” ujar Yesung mengelus rambut Yera.

“Oppa, hati-hati ya di jalan.”

“Ne, saranghae,” ujar Yesung mengecup sekilas bibir Yera.

“Na do oppa,” ujar Yera tersenyum.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Seorang namja bertubuh tinggi kekar dan berlesung pipi membuka sebuah pintu apartemen, di sana terlihat sesosok yeoja yang tengah terbaring di atas sofa yang sedang mendengarkan musik dari ipadnya melalui headset, mata yeoja tersebut terfokus pada layar tv 21 inch yang sedang menyiarkan serial drama.

Yeoja itu pula hanya memakai pakaian santai, beberapa cemilan dan segelas cappucino tergeletak rapi di meja, sesekali yeoja tersebut menyesap cappucino kesukaannya.

“Choi Yera…” panggil seorang namja kepada yeoja yang bernama Choi Yera, tetapi tidak diindahkan oleh Yera.

Satu kali

Dua kali

Tiga kali

tetap tidak diindahkan, kesabaran namja itu pun habis dan berteriak.

“CHOI YERAAAA,” teriak namja itu sembari melepas headset yang terpasang di telinga gadis itu membuat Yera gelagapan.

“Ah? Eh? YAK! Kau bisakah tidak berteriak?” pekik Yera pada namja yang di panggil oppa.

“Kau juga sudah oppa panggil tetapi tetap saja kau acuhkan,” sungut Siwon – namja itu – membuat Yera memberikan cengiran.

“Wae??” tanya Yera to the point.

“Kau tidak sopan sekali, oppa hanya ingin melihat keadaanmu,” ujar Siwon mengacak pelan rambut Yera. Year yang memang merindukan Siwon segera memeluknya.

“Bogoshippoyo oppa,” ujar Yera memeluk Siwon.

“Na do chagi,” ujar Siwon mengecup pucuk kepala Yera.

“Duduklah aku akan menyiapkan makanan kecil untukmu,” ujar Yera berlalu kearah dapur yang tidak jauh dari ruangan tv.

“Yera-ya….” panggil Siwon dengan nada sedikit berteriak.

“Ne… Ada apa?” tanya Yera yang tetap berkutat dengan alat-alat dapur.

“Nanti malam temani oppa menghadiri pesta…”

“Kemana yeojachingumu??”

“Dia sedang sibuk, ayolah…” bujuk Siwon sembari mengutak atik ponselnya.

“Shireo!!!” tolak Yera.

“YAK!! Anggap oppa memaksamu.”

“Dan juga memaksaku memakai gaun dan high heels, huh?” ujar Yera saat sudah duduk di samping Siwon membuat Siwon terlonjak kaget dan reflek menjitak Yera.

“Appo…” ujar Yera sembari meringis memegangi kepalanya yang dijitak Siwon dan mengerucutkan bibirnya.

“Ahahahaha mianhae, kau juga mengagetkan oppa,” sesal Siwon menyodorkan sebuah kotak berwarna merah muda.

“Apa ini??”

“Buka saja,” ujar Siwon menyesap espresso yang disediakan Yera. Saat Yera membuka isi kotak itu ia membulatkan matanya menatap Siwon meminta penjelasan.

“Kenapa? Kau tidak suka?”

“Kau sudah tahu pasti oppa!!”

“Huh, dasar yeoja jadi-jadian!!”

“Kau pendeta jadi-jadian!” ujar Yera segera berlari ke kamarnya sebelum Siwon melayangkan jitakannya lagi.

“Yera-ya,” panggil Siwon dari balik pintu kamar Yera.

“Wae? Kau mau memakaikan gaun ini padaku seperti kita kecil dulu?” sungut Yera sembari cekikikan dari dalam kamarnya.

“Kalau kau mau, oppa akan pakaikan!!” ujar Siwon terkekeh.

“YAK!! Kau tertular virus yadongnya Eunhyuk oppa!” pekik Yera sembari membuka pintu kamarnya dan mencubit perut six pact Siwon.

“Kyaaaa, mimpi apa aku sampai mempunyai yeodongsaeng gila sepertimu?” ujar Siwon kesal.

“Dan mimpi apa aku mempunyai oppa sepertimu?” balas Yera.

“Ahh serahlah!! Asal kau tahu, aku disuruh Yesung hyung untuk memberikan gaun itu kepadamu agar kau juga ikut dalam pesta itu!!” ujar Siwon sembari melangkah dan menghempaskan badanya ke bed Yera.

“Yesung oppa? Lagi?” tanya Yera memastikan dan duduk menghampiri Siwon.

“Sepertinya kau benar-benar harus menjadi yeoja,” ujar Siwon setengah mengejek.

“Apa maksudmu aku bukan yeoja?” ujar Yera menyipitkan matanya dan Siwon hanya mengangkat bahu kemudian tersenyum mengejek.

“Yera-ya, kau tetap tidak ingin memakai gaun ini?” tanya Siwon kemudian ikut duduk di samping Yera.

“Ne oppa, sepertinya aku benar-benar harus berubah,” ujar Yera menghempaskan tubuhnya ke bed.

“Hahahaha itu baru dongsaeng oppa,” ujar Siwon ikut menghempaskan tubuhnya lagi di bed.

“Ppaliwa bersiap-siap. Yesung hyung sudah menunggumu di sana,” ujar Siwon sembari memejamkan matanya.

“Lalu kau kenapa tidak pergi dari kamarku oppa,” pekik Yera tajam.

“Ahahahaha arra!! Oppa juga harus ikut bersiap-siap,” ujar Siwon mencubit pipi Yera dan berlari keluar kamar sebelum Yera menendangnya.

Walaupun saudara, tapi sifat mereka jauh berbeda. Sifat Siwon yang tenang, dewasa dan berwibawa sangat jauh berbeda dengan Yera yang sifatnya tomboy tapi pendiam, ceroboh, cuek, tapi jauh dari dalam dirinya ia terlihat dewasa ketika ada seseorang yang meminta pendapatnya saat susah.

Yera terlihat lebih sama sifatnya dengan Yesung, sama-sama susah ditebak wataknya.

Siwon selesai bersiap-siap, ia memakai setelan jas hitam dan memakai sepatu pantovel. Ia berjalan menuju kamar Yera.

“Yera-ya,” panggil Siwon sambil mengetuk pintu, namun pintu itu justru terbuka. Terlihat di depan meja rias seorang yeoja memakai gaun malam berwarna biru satin panjang sedikit menyapu lantai tanpa lengan tengah berdandan menangani tatanan rambutnya. Yeoja itu pula memakai high heels tinggi 10cm warna senada.

“Neomu yeppeo,” puji Siwon sambil melangkah menghampiri Yera.

“Ah ye, kau Choi Yera bukan? Ahaha yeosaeng oppa rupanya pintar berdandan juga,” ujar Siwon sembari memegang pundak Yera dan Yera hanya tersenyum.

“Ppaliwa, kita hampir terlambat,” tambah Siwon sembari menekuk tangannya ke pinggang tanda agar Yera memegang lengannya.

Sesampainya di depan pintu lift, Siwon gusar, pasalnya lift itu rusak membuat Yera menekuk mulutnya.

“Aish!! Oppa lupa kalau pintu lift sedang rusak.”

“Maksudmu kita harus melewati tangga? KAU GILA oppa! Kau ingat ini di lantai berapa? Lantai 5 oppa, L.I.M.A!! Dan kau menyuruhku menuruni tangga ini!! Apa kau juga lupa aku memakai gaun panjang dan high heels? Kau menyiksaku oppa!! Aku tak mau ikut, Yesung oppa biar aku saja yang memberitahunya,” cerocos Yera panjang lebar.

“Dan kau mau membuatnya kecewa?” satu kalimat membuat Yera terdiam.

“Baiklah, aku menuruti omonganmu demi Yesung oppa bukan karenamu oppa!!” ujar Yera kesal sambil menuju tangga apartement-nya.

“Kau duluan saja, ada barang yang lupa oppa bawa!” ujar Siwon menambah kekesalan Yera.

Yera hanya menghela nafas pasrah, ia merutuki tingkah sang kakak dan menggerutu tak jelas. Namun gerutuan tak jelas itu terhenti manakala melihat tangga apartement-nya dihiasi pita berwarna merah muda dan ada sebuah karpet merah yang sudah ditaburi kelopak mawar. Merasa ini bukan untuknya.

(Karena tadi pagi Yera tahu dari pesan singkat Yesung). Yera menoleh di sekitar tempatnya berdiri dan tidak ada siapa-siapa kecuali dirinya. Ia mengedarkan pandangannya mencari petunjuk seperti yang ia dapatkan tadi pagi agar ia tahu itu untuknya atau bukan. Sebuah gulungan kertas yang tertempel di dinding jatuh menjuntai ke lantai. Tertulis.

Yera-ya, ini semua untukmu.

-Yesung-

Bukannya tersenyum, Yera justru menambah gerutuannya(?).

“Jika ini untukku kenapa kau malah menyuruhku menuruni tangga sambil memakai high heels oppa?” tiba-tiba lampu kelap-kelip menyala di samping gulungan kertas itu membentuk sebuah kalimat.

KAU JANGAN PROTES!!

Membuat Yera ‘menurutinya’.

Dan tiap tangga yang ia lewati, ia mendapat setangkai demi setangkai mawar. Entahlah sudah berapa banyak mawar yang ia dapatkan hari ini, dan semuanya dari Yesung.

Semula rasa kesal yang ada berubah menjadi rasa senang yang tak bisa diungkapkan dengan kata.

~oOo~

Yera telah sampai di parkiran apartement-nya, terlihat ia membawa beberapa tangkai mawar, ia memasuki sebuah mobil audi hitam milik Siwon, sesuai perintah Siwon, ia harus menunggu oppa-nya.

“Agashi, kau sudah siap?” tanya seorang namja memakai topi menutupi wajahnya bersamaan dengan Yera memasuki mobil itu.

“Mianhamnida, mungkin saya salah masuk mobil…” ujar Yera hendak keluar dari mobil itu.

“Kau tidak salah masuk chagiya…” ujar namja itu sembari membuka topinya membuat Yera menahan nafas tanda kesalnya.

“Kau! Siwon oppa! Yak! Kau lewat mana, huh? Jangan bilang kalau kau lewat…” ujar Yera menggantungkan kalimatnya sembari menghempaskan punggungnya ke sandaran jok mobil. Sungguh. Ia dipermainkan oleh dua namja yang ia cintai – Siwon dan Yesung.

Siwon melajukan mobilnya dengan cukup cepat, sesekali ia mencoba menghibur Yera agar tidak kesal lagi oleh ulahnya. Namun hasilnya nihil, Yera tidak meresponnya. Diperjalanan tidak ada suara apapun diantara mereka selain suara mesin mobil.

“Yera-ya…” panggil Siwon memecah keheningan.

“Hemh…” jawab Yera acuh.

“Kita telah sampai,” ujar Siwon berhasil membuat Yera meresponnya.

“Pantai??” jawab Yera sambil melihat ke sekitarnya.

“Ne, tunggulah di sana. Oppa ke dorm dulu menjemput member lainnya. Di sana pula Yesung hyung sudah menunggumu,” ujar Siwon membuat Yera menyipitkan matanya tanda ‘benarkah?’.

Siwon yang mengerti maksud tatapan mata itu buru-buru berbicara untuk meyakinkan Yera.

“Kali ini oppa tidak menjahilimu.”

Benar saja, setelah mendengar ucapan Siwon, Yera tersenyum dan keluar dari mobil.

~oOo~

Yera terus melangkah menyisiri mulut pantai mencari di mana letak pestanya. Ia melihat sebuah meja bundar dengan dua buah kursi saling berhadapan. Di atas meja tersebut terdapat sebuah lilin dan beberapa hiasan juga terdapat bunga.

Merasa itu bukan untuknya, Yera terus berjalan dan berhenti pada suatu tempat, udara malam di pantai sangatlah dingin. Yera mengusap-ngusapkan kedua telapak tangannya untuk menghangatkan diri.

Tak jarang ia pula merapatkan dekapan tangannya. Ia mulai menggerutu sendiri.

“Malam-malam memakai gaun terbuka, tidak membawa mantel, dan hanya sendiri? Katanya Yesung oppa menungguku? Di mana? Tidak ada. Ah Siwon oppa kau menyebalkan.”

Tiba-tiba dari belakang Yera ada seorang namja berpakaian setelan jas hitam melingkarkan tangan kanannya di bagian pinggang Yera serta tangan kirinya melingkar di atas dada Yera memeluk Yera dan menyandarkan kepalanya di bahu Yera.

Merasa tidak aman, Yera mencoba melepaskan tangan namja itu, tapi sia-sia saja, dekapan namja itu semakin kuat.

“Biarkan! Biarkan aku menikmati harum khasmu. Biarkan aku menjadi mantelmu,” ujar namja itu. Yera yang tahu siapa pemilik suara berat tapi terdengar lembut itu membiarkan namja itu memeluknya lebih lama. Mereka memandang deburan ombak dan merasakan hembusan angin malam di pantai.

“Oppa, apa kita tetap seperti ini?” ujar Yera memecah keheningan.

Yesung hanya terkekeh dan mengajak Yera menghampiri sebuah meja yang Yera lihat tadi.

Yesung menarik kursi dan mempersilahkan Yera untuk duduk, kemudian ia juga ikut duduk di hadapan Yera. Yesung menjentikan jarinya dan tibalah sosok namja berpakaian pelayan membawakan hidangan malam untuk mereka. Yera mengernyitkan dahi dan tidak lama kemudian ia tertawa melihat siapa sosok namja itu. Kyuhyun.

“Selamat menikmati,” ujar Kyuhyun tidak ikhlas dan berlalu dari hadapan mereka.

Setelah Kyuhyun pergi, Yera bertanya kepada Yesung.

“Oppa, kau tahu? Sejak pagi tadi, aku penasaran dengan sikapmu yang tiba-tiba romantis.”

“Wae? Kau tak suka?”

“Anni, aku menyukainya. Ini hal menakjubkan yang dilakukan oleh seorang Kim Jong Woon yang pendiam,” ujar Yera yang membuat Yesung mencubit pipinya.

“Apa oppa diajarkan oleh Donghae oppa?” tanya Yera penasaran.

“Anni, ini semua ide oppa dan Siwon, dan kau tahu yang melakukannya semua persiapan ini adalah team yang kalah dalam permainan…”

“Kalah dalam permainan? Maksudmu?” tanya Yera.

“Ne, kau tahu Kyuhyun? Ia bertugas membawamu bunga anggrek dan menjadi pelayan, disusul oleh Leeteuk hyung, Kangin, Eunhyuk, dan Donghae. Mereka melakukan tugasnya masing-masing,” ujar Yesung menjelaskan.

“Jadi kau? Siwon oppa? Sungmin oppa? Shindong oppa? Dan Ryeowook oppa? Diteam yang menang? Lalu tugas kalian apa? Mengawasi mereka??”

“BINGO!!”

“Hahahaha kalian lucu!!”

“Tunggulah!!” perintah Yesung kemudian berlalu dan kembali membawa sebuah biola, biola milik Henry.

“Oppa….” ujar Yera tak percaya.

“Ini kupersembahkan untuk seseorang yang sangat aku cinta. Aku juga melakukan ini untukmu, belajar bermain biola selama satu bulan. Mianhae jika permainanku tidak sebagus Henry,” ujar Yesung dan kemudian memulai menggesek-gesekkan dawai biola sembari bernyanyi, lagu yang pernah dinyanyikan oleh Lee Donghae. My Everything.

The loneliness of nights alone

the search for strength to carry on

my every hope has seemed to die

my eyes had no more tears to cry

then like the sun shining up above

you surrounded me with your endless love

Coz all the things I couldn’t see are now so clear to me

You are my everything

Nothing your love won’t bring

My life is yours alone

The only love I’ve ever known

Your spirit pulls me through

When nothing else will do

Every night I pray

On bended knee

That you will always be

My everything

Now all my hopes and all my dreams

are suddenly reality

you’ve opened up my heart to feel

a kind of love that’s truly real

a guiding light that’ll never fade

there’s not a thing in life that I would ever trade

for the love you give it won’t let go

I hope you’ll always know

You’re the breath of life in me

the only one that sets me free

and you have made my soul complete

for all time (for all time)

You are my everything (you are my everything)

Nothing your love won’t bring (nothing your love won’t bring)

My life is yours alone (alone)

The only love I’ve ever known

Your spirit pulls me through (your spirit pulls me through)

When nothing else will do (when nothing else will do)

Every night I pray (I pray)

On bended knee (on my knee)

That you will always bebe my everything

Usai Yesung bermain biola dan menyanyikan sebuah lagu, ia menghampiri Yera. Ia membisikkan tepat di telinga Yera membuat Yera menggidikkan bulu kuduknya, karena hembusan nafas Yesung teramat terasa. Terasa menggelikan.

“Saengil Chukkahamnida Yera-ya.” itu yang Yesung ucapkan membuat Yera langsung memeluk Yesung.

“Inikah hari spesial yang kau maksud? Gomawo oppa…” bisik Yera.

“Oppa ada hadiah untukmu,” ujar Yesung membuat Yera melepaskan pelukannya.

Yesung merogoh saku. Mengambil sebuah beludru berwarna merah. Yesung berlutut di hadapan Yera, tepat saat Yesung berlutut, semua member Super Junior muncul menyanyikan lagu Marry U.

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo

Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido

Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil

haejugo shipuh

Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh

saragago shipuh

Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh

Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?

Di bagian tengah lagu member Super Junior menghentikan nyanyiannya, memberikan Yesung kesempatan untuk bicara.

“WOULD YOU MARRY ME?” ujar Yesung membuka beludru itu yang terdapat sebuah kalung emas putih yang berbandul(?) cincin emas putih yang di atas cincin itu dihiasi oleh berlian membentuk bunga anggrek.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghaneun

guhl (I do)

Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)

Nuhreul jikyuhjulge (My love)

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui

moseup

Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre

I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh

Saranghaneun naui gongju Stay with me

Wooriga naireul muhguhdo wooseumyuh saragago shipuh

Would you marry me? Naui modeun nareul hamgge

[From: http://www.elyrics.net/read/s/super-junior-lyrics/marry-u-lyrics.html%5D

haejullae?

“I DO…” ujar Yera membuat member Super Junior kembali bernyanyi. Tepat saat Yera akan menjawab, keluarga Yesung hadir menyaksikan anaknya melamar seorang gadis. Yesung memakaikan kalung itu di leher Yera. Siwon memeluk Yera begitu lama dan mengecup kening Yera.

Usai lagu itu, Leeteuk selaku MC dadakan mengomando acara tersebut.

Ia menyuruh Ryeowook dan Sungmin masing-masing membawa sebuah kue coklat dengan di atasnya terdapat angka 22 tahun. Bukan hanya Ryeowook dan Sungmin saja, eomma Yesung juga turut membawa kue tart buatannya spesial untuk ulang tahun sang calon menantu mereka.

Usai Yera make a wish dan meniup enam lilin dari jumlah kue yang ada. Kyuhyun yang masih kesal mencolekkan cream pada wajah Kangin dan terjadilah aksi colek mencolek cream, Yesung dan Yera pun tak luput dari aksi tersebut. Kecuali eomma dan appa Yesung, mereka masih cukup tahu batasan. Pesta yang kecil namun terasa ramai oleh tawa bahagia.

“PERHATIIAAANN!!” ujar Leeteuk menghentikan aksi mereka. Semua orang pun menatap Leeteuk menunggu apa yang ia katakan selanjutnya.

“Gamsahamnida untuk perhatiannya. Selanjutnya adalah acara memberikan hadiah kalian!!”

semua orang bertepuk tangan setelah ucapan Leeteuk itu.

Orang pertama adalah Yesung, ia memberikan sebuah boneka berwarna biru laut.

“Ini untukmu,” ujar Yesung sembari memeluk Yera.

“Lagi??” tanya Yera dan Yesung mengecup sekilas bibir Yera, karena kerah kemejanya ditarik oleh Siwon.

“Hyung!! Hormati dulu oppanya!!” protes Siwon.

Semua orang tertawa melihat tampang kesal dan cengiran Yesung.

“Nae yeodongsaeng, saengil chukkae chagiya, mianhae oppa menjahilimu,” ujar Siwon dan memberikan kado seraya memeluk Yera dan mengecup keningnya.

Disusul oleh eomma dan appa Yesung yang memberikan petuah-petuah mereka dan kado mereka. Leeteuk, Kangin, Shindong, Ryeowook, Donghae, Kyuhyun, Heechul yang datang belakangan karena tugas militernya, semua bergilir mengucapkan selamat dan memeluk Yera, membuat Yesung cemburu dan menarik Yera tepat saat giliran Eunhyuk akan memeluk Yera.

“YAK! Hyung, aku hanya ingin mengucapkan selamat dan memeluk dongsaengku!!” teriak Eunhyuk yang tidak direspon oleh Yesung. Donghae selaku couple-nya justru memeluk Eunhyuk untuk mereda kekesalannya.

~oOo~

Sepasang kekasih ini meninggalkan semua member Super Junior dan keluarga mereka, terus melangkah sampai berhenti di bawah sebuah pohon di pantai.

“Kenapa kau membawaku kesini oppa?”

“Oppa hanya ingin menikmati malam ini berdua denganmu saja chagi,” ujar Yesung sembari memeluk Yera dari belakang dan kembali menyenderkan kepalanya di bahu Yera.

“Kenapa kau suka sekali memelukku dari belakang?” tanya Yera. Sebelum menjawab Yesung tersenyum dahulu.

“Karena aku ingin kau mengenalku bukan dari wajahku, bukan lewat matamu, melainkan hatimu. Yera-ya saranghae.”

“Na do oppa,” ujar Yera tersenyum.

Mereka terus saja menikmati malam, menikmati semilir angin pantai, tak ada suara selain deburan ombak.

“Oppaaa….”

“Hmm…”

“Maukah kau menuruti apa yang aku inginkan?”

“Anything for you beb!!”

“Kalau begitu besok masakan aku sup!!”

“Sup?”

“Ne, sup kura-kura yang terbuat dari ddangko brothers,” ujar Yera seraya melepaskan diri dari pelukan Yesung dan berlari meninggalkannya.

“YAK!! Apa kau berniat balas dendam, huh?” tanya Yesung sambil ikut berlari menyusul Yera.

“Hahaha, kau lupa? Katanya ANYTHING FOR YOU? Lagipula seharian ini kau menjahiliku, dimulai dengan menyuruhku meletuskan balon dan menyuruh Kkoming mendekatiku. Kau tahu pasti aku tak menyukai itu. Dan terakhir kau dan Siwon oppa bersekongkol menyuruhku turun dari lantai 5 lewat tangga, sedangkan aku memakai gaun dan high heels. KALIAN GILAAAA!!” teriak Yera masih berlari dan berhenti sejenak untuk melepaskan high heelsnya.

Mereka terus saling mengejar dan kadang saling menyipratkan air pantai ke satu sama lain. Kejadian itu berhenti saat Yera terpeleset dan tercebur ke dalam air pantai membuat gaunnya basah kuyup.

“HUAHAHAHAHAHAHA.” gelak tawa Yesung membuatnya tak sadar kalau Yera mendekat dan menceburkannya.

“Hahahaha kita impas!!!” ujar Yera sambil menjulurkan lidahnya.

“YAK!!! Awas kay!!!”

Kembali mereka saling mengejar sampai Yesung pura-pura terjatuh dan Yera kembali melihat keadaannya.

“Kena kau!!!” ujar Yesung saat ia menangkap Yera.

“Kau curaaangggg!!!” dengus Yera sambil berdiri dan akan meninggalkan Yesung.

Dengan sigap Yesung menahan tangan Yera. Yesung menatap dengan intens manik mata Yera. Jarak mereka hanya beberapa centi, deru nafas mereka saling beradu dan tanpa mereka sadari bibir mereka beradu. Yesung melumat dengan pelan bibir Yera, Yera pun membalasnya. Mata mereka terpejam dan melonggarkan ciuman mereka sekedar untuk menghirup oksigen.

Mereka kembali melumat satu sama lain. Tangan Yesung merambat ke bagian punggung Yera yang terbuka sekedar untuk mengelusnya, tangan satunya ia tempatkan ke tengkuk Yera untuk memperdalam ciumannya. Ciuman di bawah sinar bulan di pantai.

~oOo~

Di lain tempat sekitar 10 namja sedang berkasak-kusuk, mereka saling menarik tubuh mereka satu sama lain hanya untuk menyaksikan sesautu.

“Anak kecil, tidak boleh melihat,” ujar Eunhyuk menutup mata dua evil – Kyuhyun dan Ryeowook.

“YAK!!! Monyet yadong!!! Adegan begini saja kau bersemangat!!” pekik Kyuhyun

Ya, mereka melihat Yesung dan Yera berciuman.=,=

“Ssttt……” perintah Siwon tepat saat semua member membekap Kyuhyun dan membopongnya.

“Yak!!! Lepaskan aku…..”

THE END